
Friska kembali fokus, dan Leo kembali melamun.
Erik:"Leo!"Erik tiba-tiba muncul dan menepuk pundak Leo.
Loe:"Astaga.Ngagetin aja lo!"Leo terkejut dan terbangun dari lamunan nya.
Erik:"Udah istirahat lagi kan yak."
Leo:"Gak tau gw."Leo menjawab singkat.
Erik:"Iya, udah."
Leo:"Terus?"
Erik:"Lo gak denger bel nya?"Erik banyak bertanya karena tidak tahu mau membicarakan apa.
Leo:"Gak dengar dan gak perduli juga."Leo menjawab cetus.
Erik:"Leo."
Leo:"Kenapa sih rik?"
Erik:"Kantin yuk gw traktir."
Leo:"Ajak yang lain aja."
Erik:"Gak bisa."
Leo:"Kenapa?"
Erik:"Mereka pada tidur."
Leo:"Tidur?"Leo langsung menoleh ke belakang dan melihat dua temannya tengah tertidur pulas.
Erik:"Gw cuman minta di anterin."Erik langsung duduk di atas meja Leo.
Leo:"Kayak anak kecil lo."
Erik:"Ya udah gw ngajak orang lain aja."
Leo:"Astaga."Leo kembali dengan lamunannya.
Erik langsung mendekati tempat duduk Friska.
Erik:"Friska mau ikut gw gak?"
Friska:"Hah kemana?"Friska menjawab sembari menutup bukunya.
Erik:"Friska mau bareng ke kantin gak?"Erik memperkuat suaranya.
Leo:"Lah lo ngapain ngajak Friska?"Leo langsung berdiri dari duduknya dan mendekati Erik.
Erik:"Lah kok nyolot."Erik langsung protes.Leo hanya terdiam sejenak "La iya yah gw kok jadi sensitif gini." Batin Leo.
Friska:"Leo mungkin mau ke kantin juga bareng lo,lo juga ngapain ngajak gw, lowong kita gak sedeket itu."Friska merasakan keanehan pada Leo.
Leo:"Iya lo kan gak sedeket itu sama Friska, ngapain lo ngajak dia."Celoteh Leo.
Erik:"Karena lo udah gw... Aw apaan sih lo kok nginjak kaki gw!"Leo menginjak kaki Erik agar Erik menghentikan kata-kata nya, sontak karena sakit Erik melupakan kalimat nya dan fokus dengan kakinya yang kesakitan.
Leo:"Maaf brother gak sengaja."Leo menggaruk kepala nya.
Erik:"Alah lo sengaja kan!"Erik meninggihkan suaranya.
Leo:"Ya udah ayok ke kantin bareng gw aja."Leo langsung merangkul Erik.
__ADS_1
Erik:"Dasar gak guna."Erik mengatakan pelan didekat telinga Leo.
Leo:"Udah-udah ayok."
Erik:"Iya iya."
Leo:"Dah fris."
Friska:"Iya dah."
Erik:"Cie."Erik sangat suka mengganggu Leo yang tengah kasmaran.
Leo:"Udah gw bunuh juga lo."
Erik:"Iya."
Mereka langsung pergi menuju kantin.
Dikantin.
Erik:"Gw pesen makanan dulu, lo mau apa?"
Leo:"Gak gw gak laper."
Erik:"Hm ya udah gw pesen dulu lo jangan ngilang."
Leo:"Iya."
Erik langsung berlalu pergi.
Tidak terlalu lama akhirnya Erik kembali.
Leo:"Mesen apa lo?"Tanya Leo kepada Erik yang baru datang.
Erik:"Gw mau makan nasi goreng yang super pedas , nah minum nya air biasa."
Erik:"Lah tadi lo nanya, berarti lo mau tau kan."
Leo:"Iya iya."
Mereka hanya diam dan bermain ponsel masing-masing. Dan pesanan Erik langsung datang.
Ibu kantin:"Ini makanan nya nak Erik."Ibu kantin langsung menghidangkan makanan di atas meja.
Erik:"Makasih bu."Erik berbicara dengan sopan.
Ibu Kantin:"Iya, eh nak Leo juga ada."Ibu kantin langsung menyapa Leo.
Leo:"Iya bu."Leo tersenyum.
Ibu kantin:"Gak mau mesen nak Leo?"Karena sudah di sana ibu kantin langsung menanyakan pesanan Leo.
Leo:"Jus lemon aja bu dua ya."
Ibu kantin:"Oh okey tunggu sebentar ya."
Ibu kantin langsung pergi berlalu.
Erik tidak memakai aba-aba langsung melahap makanan nya.
Leo:"Lo sering banget makan makanan pedas, gak rusak tuh usus?"Tanya Leo sambil bercanda.
Erik:"Tenang, gw lebih suka rasa pedas ini daripada di tolak sama cewek."Erik membalas candaan Leo.
Leo:"Dasar."
__ADS_1
Setelah tak beberapa lama berbincang akhirnya pesanan jus Leo datang.
Ibu kantin:"Nah ini jus nya."
Leo:"Makasih bu."
Ibu kantin:"Iya."Ibu kantin langsung pergi.
Leo:"Nih satu buat lo."
Erik:"Hm iya makasih."
Leo:"Lo ada rencana apa sih?"Tanya Leo curiga dengan Erik.
Erik:"Rencana apaan?"Erik kembali melontarkan pertanyaan yang hampir sama.
Leo:"Tadi lo mau ke kantin bareng Friska."
Erik:"Oh gw cuman iseng aja.Gak ada rencana apa-apa."
Leo:"Terus? "Leo kembali bertanya sembari meminum jus yang di pesannya.
Erik:" Yah gw iseng aja, gw tau lo pasti emosi kalo gw ngajak Friska."
Leo:"Gw gak tau tentang perasaan gw sendiri rik."
Erik:"Kok gitu?"Erik langsung berhenti makan.
Leo:"Gw gak tau nih ya, gw tuh suka beneran atau gak."
Erik:"Stress lo."
Leo:"Gw harus gimana?"Leo menanyakan pendapat Erik.
Erik:"Lo harus ketemu pakar cinta."
Leo:"Siapa?"Erik bertanya penasaran.
Erik:"Yah gw lah."Erik tertawa kecil.
Leo:"Gw gak mau lo."Leo menjawab singkat.
Erik:"kenapa?"
Leo:"Soal cinta lo aja berantakan."
Erik:"Bukan hanya itu, gw juga gak pernah pacaran brother."Erik membeberkan fakta yang menegangkan.
Leo:"Iya ya, kenapa lo gak mau gitu memulai hubungan?"
Erik:"Ribet cewek banyak mau nya, gw gak suka."Erik menjawab enteng.
Leo:"Gak semua kok.Tapi ada."
Erik"Ngebahas nya nanti aja gw mau bayar nih, kita ke kelas aja."
Leo:"Oke."Leo langsung menyodorkan uang kepada Erik.
Erik:"Sip mandiri bayar sendiri."Erik langsung pergi.
Tak perlu waktu lama Erik kembali.
Erik:"Yok."
Leo:"Gas."
__ADS_1
Mereka langsung meninggalkan kantin.