Love In Different World

Love In Different World
Episode 32


__ADS_3

Leo memacu kendaraan nya dengan cepat. "Gw bingung cara bilang nya, gw suka lo Fris gw suka, gw sayang. KONYOL!" Gumam Leo.


......................


Sesampainya dirumah.


"Ibu ku kemana?" Tanya Leo kepada salah satu pelayan nya.


"Tuan, nyonya belum pulang." Jawab pelayan nya. "Oh, apakah Enzo bersama nya?" Tanya Leo lagi. "Iya tuan." Jawab si pelayan. Leo segera melangkah pergi tanpa melanjutkan kata-kata nya.


Leo langsung membaringkan tubuhnya sembari menutup mata.


"Apa gw ungkapin aja yah, daripada gw bingung." Gumam Leo sambil mengambil ponselnya.


......................


Sementara Friska.


"Aku masih bingung dengan kata-kata Leo, bagaimana bisa dia bilang aku wanita paporit nya kemarin hari.Aku masih memikirkan itu. Apa ini aku konyol sekali, bagaimana bisa aku memikirkan itu, jika aku memberikan perasaan yang sama kepadanya aku tidak tahu apa yang akan terjadi." Gumam Friska sambil memandangi matahari yang mulai terbenam.

__ADS_1


Tring.... Suara deringan ponsel Friska. "Leo, kenapa dia menelpon. Aneh dia seharian ini tidak mengajakku berbicara sekarang dia menelpon." Gumam Friska kesal.


Friska langsung menerima telpon dari Leo.


"Halo ada apa?" Tanya Friska tanpa basa basi. "Hai, apakah kau sibuk?" Leo balik bertanya. "Yah, aku sangat sibuk." Tukas Friska. "Astagah apa kesibukan mu?" Tanya Leo sambil tertawa kecil. "Cih, baiklah aku tidak sibuk." Ucap Friska. "Sudah kuduga." Balas Leo. "Yah, apa mau mu?" Tanya Friska. "Aku ingin membicarakan sesuatu." Ucap Leo. "Temui aku di taman dekat sekolah." Lanjut Leo dan langsung mengakhiri panggilan.


"Heh?Dia yang menelpon dia juga yang mengakhirinya. Brengsek seharusnya aku yang mematikan nya." Gumam Friska.


......................


Friska langsung menuju ke taman didekat sekolah.


"Ehem." Mendengar suara batuk Friska langsung melihat kebelakang nya, sesuai dengan sumber suara.


"Leo?Kau kah?" Tanya Friska, ketika melihat seorang pria yang terlihat berdandan dengan rapi.


"Hai." Balas lelaki itu. "Konyol sekali, kenapa kau sangat berbeda." Ucap Friska. "Aku berbeda?Karena aku ingin mendapatkan mu." Tukas Leo langsung kepada intinya.


"Kau ini konyol sekali." Ucap Friska diselingi candaan. "Bagaimana jika itu benar." Ucap Leo sembari melangkah mendekati Friska.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan, apakah ini mimpi." Gumam Friska.


"Apa maksud mu?" Tanya Friska. "Aku menyukai mu." Jawab Leo sambil menatap dalam bola mata Friska. Keadaan menjadi senyap seketika.


"Kau tidak mengenalku. Kau jangan terlalu berharap." Ucap Friska memecahkan keheningan.


"Kenapa kau langsung mematahkan perasaan seseorang?" Tanya Leo. "Kau tidak begitu mengenaliku!" Tukas Friska. "Kau adalah wanita yang kusukai dengan setulus hati, wanita pertama.Kau langsung menghancurkan hati ku padahal itu milikku satu-satunya." Ucap Leo. "Ma-maafkan aku." Ucap Friska tertunduk. Keadaan kembali hening.


"Aku, aku mau pulang. Terimakasih untuk perasaan mu." Ucap Friska sembari berdiri.


"Yah baiklah, kata-kata yang aku keluarkan anggap saja tidak pernah ku ucapkan. Anggap saja aku hanya bercanda." Ucap Leo dengan nada dingin.


"Kenapa kau menghancurkan hati mu sendiri." Gumam Friska dan berlalu pergi.


"Aku akan berusaha mendapatkan mu, walaupun kau akan menolak." Gumam Leo.


......................


"Leo konyol." Upat Friska di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2