
Sesampainya di restoran. "Hm disini?"Tanya Friska yang seperti kebingungan melihat restoran yang mereka datangi. " Iya,kenapa?"Leo balik bertanya. "A.. Tidak apa-apa."Friska sedikit tertawa. " Ayo masuk."Ajak Leo sembari menggandeng tangan Friska. "Astagah! Ini, ini, ini mimpi kenapa ini jadi... aku merasakan hal berbeda ini sudah beberapa kali ahk tidak mungkin, aku, ini pasti hanya kekhawatiran biasa. Lagipula dia mungkin mencintai Sandrina, hah aku tidak bisa melupakan wanita itu karena lelaki ini." Batin Leo.
"Eh itu anak tuan Eduardo kan, wah sangat tampan yah." "Eh iya, tapi dia bersama seorang wanita apakah itu pacarnya." "Jika bukan aku yang akan digandeng sekarang."Semua pelayan restoran langsung ber bisik-bisik melihat Leo dan Friska.
"Akh,jangan kau dengarkan ucapan mereka." Leo dan Friska langsung duduk. "Jadi kamu mau pesan apa?"Tanya Leo lagi. " Ini sangat canggung, aku tidak bisa makan." Gumam Friska. "Mmm.. Apakah hanya aku yang akan berbicara dan kau akan tetap diam." Leo tersenyum. "A.. Iya, aku, aku tidak pesan makanan aku akan memesan minum saja."Friska menyeringai. " Kalau begitu apa yang mau kau pesan?"Tanya Leo. "Aku mau jus jeruk saja."Ucap Friska dan meletakkan daftar menu di meja. "Wah sangat aneh, yang benar saja harganya tidak mahal. Dia sangat aneh mana mungkin anak orang ternama di dunia mefia seperti ini, biasanya anak para mafia akan memesan sesuatu yang mahal tapi anak ini."Gumam Leo yang bingung dengan pesanan Friska. "Ouh, baiklah kalau begitu kita hanya minum." Leo tersenyum hangat. "Kau... Jika lapar pesan lah tidak perlu memperdulikan aku."Friska memalingkan wajahnya. "Tidak aku hanya akan memesan cappucino."Leo langsung memanggil pelayan.
......................
"Aku tidak menyangka, kau begitu sederhana."Ucap Leo kepada Friska yang diam senyap. "Ehehe, kalau begitu aku harus bagaimana."Friska tertawa kecil. "Hm,kenapa tidak memilih sesuatu yang mahal?"Tanya Leo lagi. "Itu sulit sekali,aku melihat daftar paling atas dan apa yang aku lihat pertama kali aku akan memesannya, dan menurut ku jus nya enak."Ucap Friska. "Baiklah jika kau suka."Leo memandang Friska"Wanita ini sangat berbeda kaya tapi dia tetap sederhana, seperti dia sudah terbiasa dengan sesuatu yang mewah atau mungkin bosan." Batin Leo sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hm, mungkin sekarang aku harus pulang."Friska berdiri. "Oh, iya aku hampir lupa, karena terlalu nyaman bersamamu." Jawab Friska. "Ini sudah jam 5 sore aku akan terlambat."Friska mengambil tasnya, dan mendekat ke kasir. "Hei mau apa kau?" Tanya Leo. "Aku mau bayar." Jawab Friska. "Hus tunggu aku diluar sana." Leo tersenyum.
"Aku sangat bingung, kenapa aku tidak berkutik di depan manusia itu.Aku aneh dengan diriku sendiri." Gumam Friska sembari menunggu Leo.
"Yok pulang." Ajak Leo. "Eh.. Iya." Friska langsung duduk di atas motor Leo. "Leo!" Friska tiba-tiba memanggil Leo. "Iya kenapa?" Tanya Leo dengan hangat. "Tumben kau membawa motor?" Tanya Friska. "Ouh,kenapa aneh ya?" Tanya Leo lagi. "Ah,tidak." Friska tertawa kecil. "Motor ini uda lama, cuman baru dibawak aja pertama kali motor nya harus bawak kamu." Leo tersenyum. "Astaga mau nya apa?" Gumam Friska.
......................
"Eh nyonya sudah pulang,kenapa tidak masuk?" Tanya bi Hasmi. "Oh, iya bi." Friska langsung masuk. "Nyonya makanannya sudah saya siapkan." Ucap bi Hasmi. "Iya, bawakan kekamar saja." Titah Friska. "Baik nyonya."Jawab bi Hasmi.
__ADS_1
"Kenapa kata-katanya sangat aneh, aku tidak mungkin punya perasaan kepadanya." Gumam Friska sembari berbaring di kasurnya.
Tok... Tok.. Suara pintu yang di ketuk. "Iya silahkan masuk." Ucap Friska yang langsung terduduk. "Nyonya ini makanannya, sebaiknya nyonya ganti baju dulu." Ucap bi Hasmi sembari meletakkan makanan Friska di atas meja. "Baiklah, terimakasih." Ucap Friska. "Iya nyonya." Bi Hasmi langsung berlaku pergi dan menutup kembali pintu kamar Friska.
Friska melangkah menuju kamar mandi nya."Aku... Jangan sampai aku menyukainya, aku tidak akan bisa hidup dengan tenang." Batin Friska di bawah rintikan air.
Setelah 15 menit Friska keluar dari kamar mandi. Ting... Satu pesan masuk kepada Friska "He.... Leo lagi, sudah ku duga, dia akan menggangu ku setiap waktu." Gumam Friska.
__ADS_1
"Wanita paporit? Dasar aneh, bagaimana bisa!" Gumam Friska sembari memakan makanan yang di siapkan bi Hasmi, wajah Friska berubah menjadi merah.
...****************...