
Friska duduk dan langsung memakan makanan nya.
Ibu:"Apakah enak?"Ibu bertanya penasaran.
Friska:"Masakan ibu..... "Friska berhenti berbicara dan membuat ibu menunggu.
Ibu:" Bagaimana, kamu ini ibu penasaran."
Friska:"Ibu tenang saja, ini sangat enak."Friska tertawa kecil.
Ibu:"Syukurlah, ibu tahu kau pasti suka."
Friska:"Tentu saja kan ibu chef terhebat."Friska memuji kehebatan ibunya dalam memasak.
Ibu:"Wah ibu sangat senang."Wajah ibu langsung memerah, karena pujian Friska.
Friska:"Wajah ibu langsung berubah."Friska tertawa.
Ibu:"Eh jangan begitu."Ibu tersenyum.
Friska:"Baiklah."Friska melanjutkan makannya.
...----------------...
Dirumah Leo.Leo sedang berkumpul bersama papah dan mamah. Mereka sedang makan pagi bersama.
Mamah:"Leo, kamu hari ini jangan pergi yah."Pinta mamah kepada Leo.
Leo:"Baiklah."Leo hanya menjawab singkat.
Papah:"Kamu ada masalah?kenapa wajahmu kelihatan sedang memikirkan sesuatu."Papah curiga melihat wajah Leo yang sedari tadi tidak memperlihatkan senyum nya.
Leo:"Aku tidak apa-apa."Leo melanjutkan makan nya dengan senyap tanpa bicara.
Mamah:"Mungkin Leo sedang sariawan, jadi susah ngomong nya."Mamah tersenyum, papah melihat mamah tajam.
Leo:"Aku sudah selesai."Leo langsung berdiri dari bangku.
Mamah:"Ou mamah juga sudah selesai."
Mamah juga berdiri dari bangkunya.
Papah:"Wah... Kalian cepat sekali selesainya."Papah tersenyum sinis.
Leo:"Baiklah aku akan kekamar."
Leo langsung berlalu pergi.
Sesampainya dikamar, Leo duduk di pinggiran tempat tidur nya "***Aneh kan, gw gak ngerti sama kejadian ini, gw harus cari tahu***." Gumam Leo.
Cklek...... Tiba-tiba pintu kamar Leo terbuka, dan seorang wanita masuk.
Leo:"Mamah."Leo kaget karena mamahnya tidak mengetuk pintu.
Mamah:"Leo... Hiks... "Mamah langsung masuk dan menutup pintu.
Leo:" Why? Mamah kenapa nangis?"Tanya Leo yang kaget karena mamah tiba-tiba menangis.
Mamah:"Mamah mohon kamu hari ini jangan pergi!"Mamah kelihatan sangat ketakutan.
__ADS_1
Leo:"Mah, mamah kenapa?"Leo kebingungan.
Mamah:"Biarin mamah disini saja. Mamah takut."
Leo:"No problem, tenang dulu mah."Leo memeluk mamahnya yang menangis tak henti-hentinya.
Mamah:"Mamah takut.... Hiks... Hiks.. Dia.. Bukan orang baik!"Mamah memeluk Leo dengan erat, wajahnya seperti ketakutan.
Leo:"Hah kenapa tangan mamah?"Leo terkejut ketika memegang tangan mamahnya dan melihat ada luka lebam dan beberapa sayatan kecil.
Mamah:"Gak bisa....Mamah mau pergi!"
Leo:"Siapa yang ngelakuin ini?"Jantung Leo berdegup dengan kencangnya,pikiran Leo kacau.
Mamah:"Dia orang jahat!"Mamah hanya bilang orang jahat tapi tidak menyebutkan namanya.
Leo:"Mamah tidur aja dulu yah.. Jangan khawatir aku disini buat mamah."Leo menenangkan mamahnya "Gw bakal ngebunuh orang yang ngeganggu mamah!!" Gumam Leo yang bergejolak.
Saat Leo berpikir siapa yang melukai mamahnya, tiba-tiba ada suara mobil yang dikeluarkan dari bagasi. Leo mengintip dari jendelanya, Leo membuka sedikit hordeng yang menutupi kaca jendela di kamarnya "Hmm... Itu papah kan mau kemana dia. " Leo melihat papahnya yang menyuruh bodyguard mengeluarkan mobil, tiba-tiba papah melihat kearah jendela kamar Leo dengan tatapan tajam. "Untung aja gw buka dikit, apa jangan-jangan yang terjadi sama nyokap Jodi, terjadi sama mamah" Leo tidak bisa menepis kan kejadian yang memimpa ibu Jodi.
Leo langsung berlari keluar kamarnya.
Leo:"Enzo.... Enzo!"Leo berteriak memanggil bodyguard kepercayaan nya.
Enzo:"A... Ada apa tuan?"Enzo terkejut karena wajah Leo terlihat sangat khawatir.
Leo:"Jaga pintu kamarku jangan biarkan siapapun masuk ke sana!"Titah Leo dengan menguatkan suaranya.
Enzo:"Ba... Baik tuan Leo."
Leo langsung mengambil konci motornya "AWAS LO GW DAPET NANTI GW CABIL-CABIK TUBUH LO SAMPE HABIS EDUARDO" Batin Leo yang dipenuhi emosi dan kemarahan yang besar.
Papah langsung memasuki rumah yang besar itu. Leo memikirkan cara agar bisa masuk kerumah itu tanpa ketahuan."Ah gw tau nih, itulah fungsi dari tembakan bius yang gw bawak kemana-mana." Gumam Leo sembari mengeluarkan pistol nya yang berisikan bius untuk membuat semua penjaga tertidur, jadi Leo lebih leluasa masuk kerumah yang tidak asing baginya.
Leo langsung menembakkan peluru bius kepada semua penjaga, tidak butuh waktu yang lama para penjaga yang bertubuh kekar itu langsung tumbang. "Nice itulah fungsi nya menjadi orang yang bijak." Leo melihat kondisi sekitarnya dan langsung memasuki rumah besar itu.
Leo mengendap-endap, langkah Leo terhenti saat melihat papahnya berbicara dengan seseorang.Terlihat lawan bicara papahnya tidak membiarkan pria itu masuk. "Apa ini, kenapa dia tidak bisa masuk." Leo terkejut dengan yang dia lihat. Leo penasaran dengan pembicaraan mereka, Karena rasa penasaran itu Leo melangkah lebih dekat agar mendengar pembicaraan itu.
Namun bukan dengan pembicaraan mereka yang membuat Leo kaget tapi dengan lawan bicara papahnya, Leo sangat terkejut karena pria itu berbicara dengan sahabatnya Jodi.
Papah:"Ayolah, aku mau bertemu dengan istri ku!"Bentak pria itu kepada Jodi.
Jodi:"Aku akan membunuhmu jika kau berani mendekati ibuku, kau adalah orang biadab!"Jodi berteriak dan menodongkan pistol kepada pria itu.
Papah:"Berani sekali kau, aku yang memberimu kehidupan."
Jodi:"Kau tidak memberikan aku kehidupan, kau yang merebut ibuku kau membunuh ayah ku, bajingan seperti dirimu tidak pantas untuk hidup!"Jodi berteriak kepada pria itu.
Leo terkejut melihat apa yang terjadi "Jadi ini bokap Jodi, dia papah gw." Leo sangat terkejut.Jantungnya berdegup kencang emosinya membara. "Gw gak tahan lagi!" Batin Leo yang sangat kesal melihat orang yang menganiaya ibunya.
Leo:"Wau Eduardo banjingan kau!"Leo keluar dari persembunyian nya dan menodongkan pistol seperti yang dilakukan Jodi.
Jodi:"Leo?"Jodi kaget melihat wajah Leo yang memerah karena menahan emosi.
Leo:"Jadi banjingan ini yang ngeganggu nyokap lo!"
Jodi:"Iya orang biadab ini."
Papah:"Leo tunggu... Tunggu dulu papah bisa jelasin."Pria itu terlihat ketakutan ketika melihat wajah Leo. Yah ketika Leo sudah marah Leo tidak akan pernah memikirkan tindakan nya.
__ADS_1
Leo:"Papah HAHAHA....... PAPAH OU YAH PAPAH GW HAMPIR LUPA ORANG INI PAPAH GW... ORANG YANG NGEHANCURIN MAMAH GW ASTAGAH APA PAPAH? LO BUKAN PAPAH GWN! " Leo sangat marah.
papah:"Leo... De... Dengerin papah sayang."
Jodi:"Biadab!"Emosi Jodi menjadi-jadi ketika tahu semuanya.
Leo:"Orang biadab ini bokap gw?"
Papah:"Papah bisa jelasin nak."
Leo:"GAK...... GW MUAK! " Leo berteriak dan, suara pistol berbunyi.
Jodi:"Leo!"Jodi terkejut pria biadab yang ia panggil papah tergeletak karena terkena tembakan pistol.
Leo:"What? Gw.... Gw belum nembak."Leo menurunkan pistol nya dan menoleh kebelakang diikuti oleh Jodi.
Jodi:"Mamah?"Jodi kaget melihat ibunya memegang pistol dengan wajah yang penuh dengan air mata.
Mamah Jodi:"BIADAB! DIA.... DIA PANTAS MATI!" Ibu Jodi berteriak dan terduduk lemas.
Jodi:"Mamah..... mamah."Jodi berlari menuju ibunya.
Leo:"Tante."Leo berbicara pelan.
Jodi:"Mamah gak pa-pa kan."Jodi memeluk ibunya, Jodi tidak bisa menghentikan tangisnya karena melihat ibunya yang menangis sesenggukan.
Mamah Jodi:"Jodi... Anak mamah kamu... kamu tidak apa-apa kan?"Wajah ibu Jodi terlihat sangat khawatir sekaligus ketakutan.
Jodi:"Aku tidak apa-apa."
Leo:"Tante.... "
Mamah Jodi:"Leo kamu juga tidak apa-apa kan?"Ibu Jodi bertanya kepada Leo yang berdiri mematung.
Leo:"Tante tante maaf tante."Leo meminta maaf atas perbuatan papahnya karena melihat tubuh wanita itu penuh dengan luka Leo seketika mengingat mamahnya.
Mamah Jodi:"Tidak ini bukan salah kamu nak, kamu tidak bersalah."Ibu Jodi berdiri dan menghampiri Leo.
Leo:"Dia... Dia!"Tiba-tiba Jodi memeluk Leo.
Jodi:"Itu bukan salah lo, gw tahu siapa dia makanya gw nahan padahal gw benci banget!"
Leo:"Makasih."
Mamah Jodi:"Kamu jangan sedih dan memikirkan hal ini."Ibu Jodi mengelus kepala Leo.
Leo:"Terimakasih tante."
Jodi:"Aku harus menelpon bodyguard ku dan akan ku urus pria ini."Jodi menghapus air matanya dan menatap sendu melihat mayat manusia biadab itu.
Leo:"Kita urus sama-sama, kita anterin dia rumah abadinya."
Jodi:"Baik."Jodi dan Leo saling merangkul.
Mamah Jodi:"Kita akan mengurus nya dengan layak."
Jodi:"Baiklah."
Telah terjadi adegan pembunuhan di hari minggu, pembunuhan yang setimpal dengan yang dilakukan oleh pria biadab itu. Akhirnya dua wanita terbebas dari belenggu nya.
__ADS_1