
Friska terbangun dari tidur nya, karena mendengar suara alarm dari ponsel nya "Hm udah pagi" Gumam Friska sembari menggerakkan tubuhnya.
Friska mengucek matanya "Hm kenapa aku bangunnya cepat yah, inikan hari minggu. Tapi aku tidak bisa tidur lagi." Gumam Friska menyesal karena sudah terbangun dari tidur nya.
Friska langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Friska mencuci wajahnya, dan langsung keluar dari kamarnya.
Bi Hasmi:"Eh nyonya cantik, sudah bangun nya."Bi Hasmi menyapa Friska yang baru membuka pintu kamar nya.
Friska:"Astaga bibi ini mengagetkan saja, ibu dimana bi?"Friska terkejut dengan sapaan bi Hasmi, dan langsung bertanya.
Bi Hasmi:"Nyonya besar sedang memasak sarapan nya."
Friska:"Oh."Friska menjawab singkat.
Bi Hasmi:"Iya nya, yah sudah kalau nyonya sudah bangun saya mau kembali menyelesaikan tugas."Yah tadinya bi Hasmi disuru membangunkan Friska, namun Friska sekarang sudah mandiri.
Friska:"Iya bi."
Bi Hasmi:"Permisi nya."Di balas dengan anggukan oleh Friska, dan bi Hasmi langsung berlalu pergi untuk melanjutkan tugas nya.
Friska langsung turun ke lantai bawah untuk menemui ibu.
Friska:"Selamat pagi ibu!"Friska menyapa ibu dengan penuh semangat.
Ibu:"Pagi sayang, kamu cepat bangun hari ini."Ibu tersenyum sumringah melihat anaknya yang sudah mandiri, walaupun Friska hanya sedikit berubah.
Friska:"Ayah kemana bu?" Tanya Friska kepada ibu.
Ibu:"Ayah belum bangun, soalnya dia kelihatan sangat lelah, karena kemarin malam ayah lembur di ruang kerjanya. Ayah ingin melihat mu tapi kamu sudah tertidur pulas."Ibu tersenyum.
Friska:"Oooo ya sudahlah biarkan saja ayah istirahat."
Ibu:"Iya, kamu kenapa belum mandi?"
Friska:"Iya nanti."
Ibu:"Hm Friska."
Friska:"Kan hari minggu."Friska cengar-cengir.
Ibu:"Hadeh kamu ini.Mandi sana!"Titah ibu kepada Friska.
Friska:"Ah seperti tidak biasa saja."Friska menghela nafasnya.
Ibu:"Kamu bauk."Ibu langsung mengomentari Friska.
Friska:"Ah masa sih, perasaan ku aku wangi."
Ibu:"Hidung kamu lagi rusak tuh."Ibu tertawa.
Friska:"Aa ibu aku wangi, yah sudahlah aku mau mandi jika tidak ibu terus mengejekku."Friska menggerutu kepada ibu.
Ibu:"Nah itu baru anak cantik."Ibu tersenyum.
Friska:"Hm baiklah."Friska langsung melenggang pergi.
Friska memasuki kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi."***Hm aku dibilang bauk, ibu yang jahat***." Gerutu Friska saat di kamar mandi.
Setelah 10 menit akhirnya Friska selesai."***Ha.... Nyaman nya kalau selesai mandi.Aku merasa sangat segar, seperti tumbuhan yang baru tumbuh dan melihat matahari***." Gumam Friska di depan kaca besar di kamarnya, Friska melanjutkan memilih baju yang akan ia kenakan.
Setelah selesai Friska langsung turun kebawah untuk kembali menemui ibu.
__ADS_1
Friska:"Ibu.... Aku sudah selesai mandi."Friska langsung berpose di depan ibunya.
Ibu:"Aduh anak ibu cantik sekali!"Ibu langsung memuji anak nya yang cantik bagaikan putri.
Friska:"Aaaaa.Terimakasih nyonya Elbert."Yah dua wanita anak dan ibu yang slalu memuji diri sendiri.
Ibu:"Kamu hari ini sibuk?"
Friska:"Tidak biasanya ibu menanyakan itu."Friska sontak bingung.
Ibu:"Itu karena sekarang kamu punya teman."Ibu tersenyum.
Friska:"Apakah kemarin-kemarin tidak?"Tanya Friska kepada ibu.
Ibu:"Yah kemarin ada semasa kita masih dirumah."Ibu mengingat masa lalu bersama keluarga besar mereka.
Friska:"Apakah ini bukan rumah."
Ibu:"Ini rumah hanya saja sedikit berbeda, kita dulu tinggal bersama di kastil.Ini apa semuanya aneh tidak ada keluarga yang sejenis."Ibu menghela nafas pelan.
Friska:"Ayo kita pindah."Friska langsung memberi saran.
Ibu:"Kamu jangan mencari cara untuk menghindari sekolah mu."Ibu sudah tahu strategi yang akan Friska gunakan.
Friska:"Ah, ibu ini tahu saja sifat anak sendiri."
Ibu:"Tentu saja, karena kamu anak ibu, ibu tidak akan tahu pikiran mu jika kamu anak ayam."Ibu kembali dengan candaan nya yang membuat Friska kesal.
Friska:"Hmm, memang ibu mau aku menjadi anak ayam."Friska menggerutu.
Ibu:"Ibu hanya bercanda."Ibu tersenyum.
Ibu:"Ayah mu itu kelelahan karena mengatur banyak orang."
Friska:"Ou pasti ayah butuh minum."
Ibu:"Minum apa yang kamu maksud?"Ibu langsung curiga dengan pemikiran Friska.
Friska:"Yah air yang berwarna merah, dan segar."
Ibu:"Astaga anak ini, jangan lakukan itu, jika tidak ibu akan menghukummu."Ibu langsung mengeluarkan ancaman kepada anak nya yang sedang mencoba membujuk nya untuk membinasakan satu manusia.
Friska:"Aku hanya akan minum sedikit tidak semua."Friska memelas.
Ibu:"No, tidak boleh."
Friska:"Hu.Baiklah."Friska menghela nafas.
Ibu:"Uuuu steak sudah siap."Ibu sedari tadi memasak dan peran Friska sebagai pengganggu.
Friska:"wah ini juga tidak apa-apa."
Ibu:"Yah kamu pasti suka, Baiklah bangunkan ayah."
Friska:"Tentu, lebih cepat dia bangun itu lebih baik."
Friska langsung berlari menuju lantai dua dan langsung mendobrak kamar ayah dan ibu.
Ayah:"Anak ayam.Astagah ada apa?"Ayah terkejut mendengar suara pintu tiba-tiba terbuka.
Friska:"Ayah bangun, aku mau makan!"Friska langsung menarik selimut yang di pakai oleh ayah.
__ADS_1
Ayah:"Aa, nanti saja ayah masih mengantuk."Ayah kembali menarik selimut dan membungkus tubuhnya.
Friska:"Ayah menyusahkan aku."Friska pergi ke jendela kamar yang besar dan membuka hordeng jendela, sehingga cahaya matahari bisa masuk ke kamar.
Ayah:"Kamu tidak akan berhasil dengan cara itu."Ayah terlihat nyaman-nyaman saja karena semua tubuh nya berada di dalam selimut yang tebal.
Friska:"Hm baiklah."Friska kembali menarik selimut yang di pakai ayah.
Ayah:"Astagah Friska, iya-iya baiklah ayah sudah bangun."Ayah langsung menyerah karena ia tidak bisa menghindari Friska.
Friska:"Ayah pasti berpikir aku akan pergi."
Ayah:"Kau ini. Cahaya yang sangat menyilaukan, atas izin siapa kau mengganggu ayah mu yang sedang beristirahat?"Ayah langsung duduk di tempat tidurnya.
Friska:"Ibuku."Friska langsung melibatkan nama ibu.
Ayah:"Ou baiklah akan ayah habisi kalian berdua."Ayah bangun dan menggelitik Friska.
Friska:"Hahh..... Raksasa bangun."Friska langsung berlari keluar dan ayah mengejar Friska.
Ayah:"Kemana kau akan berlari Friska Elbert!"Ayah terus mengejar Friska yang berlari.Friska langsung mendatangi ibu dan bersembunyi di belakang tubuh ibu.
Ayah:"Kemari kau!"Ayah menarik tangan Friska.
Friska:"Tidak, aku tidak mau!"Friska menarik kembali tangannya dan berdiam diri di balik tubuh ibu.
Ibu:"Kalian berdua, sudah-sudah!"Ibu langsung berteriak pusing dengan tingkah laku anak dan suami nya.
Ayah:"Anak ini adalah pesuruh mu, aku akan memakannya!"Ayah kembali dengan dialog nya tanpa mendengarkan kata-kata ibu yang menyuruh mereka untuk berhenti.
Ibu:"Astagah, ayolah kalian ini."Ibu memegang keningnya.
Friska:"Aku tidak mau bu, raksasa itu ingin memakan ku, lihat taringnya."
Ayah:"Hah? Taring. Ups iya ya maaf."Ayah tertawa kecil karena tidak sadar taringnya muncul.
Ibu:"Hu, sudahlah kalian tidak bisa berhenti."
Friska:"Ibu suruh dia pergi."Friska menunjuk ayah.
Ayah:"Ah ayah lelah, sudahlah ayah mau mandi.Mengejar Friska membuat ayah berkeringat."Ayah langsung melangkah pergi.
Friska:"Hahhha.Raksasa sudah kalah!"Friska tertawa bahagia.
Ayah:"Kau pikir ayah akan menyerah, kemari kau!"Ayah langsung berlari ke arah Friska dan mengangkatnya.
Friska:"Aaaaa..... Turunkan aku tidak mau raksasa jahat!"Friska berteriak, sehingga membuat semua pelayan dirumah itu terkejut dan menahan tawa melihat tingkah anak dan ayah itu.
Ibu:"Astagah."Ibu langsung duduk
Friska:"Ibu.... Tolong apakah ibu tega melihat anak ibu dibunuh oleh raksasa ini!"Friska memukul punggung ayahnya untuk melepaskan diri.karena tubuh ayah sangat tinggi sehingga Friska yang pendek sulit untuk turun.
Ibu:"Tentu saja tidak, tapi sekarang ibu mau makan."Ibu langsung memakan makanan nya, dan mendiamkan dua orang yang sedang bermain.
Ayah:"Nah sudah, makan lah ayah mau mandi."Ayah menurunkan Friska.
Friska:"Baiklah."
Ibu:"Nah kan ibu tidak perlu bergerak kalian langsung berhenti."Ibu tersenyum
Ayah:"Hu dasar ibu."Ayah langsung pergi menuju kamar nya.
__ADS_1