
Sesampainya dirumah.
Ibu:"Hm... Kasian yah Leo."Ucap ibu sambil menghela nafasnya.
Ayah:"Yah, begitulah umur manusia."Ayah membalas singkat.
Friska:"Ayah sedari tadi mengatakan 'yah begitulah umur manusia' kenapa terus mengatakan itu yah?"Tanya Friska yang bingung dengan kata-kata ayah.
Ayah:"Ah, kamu ini polos sekali."Ayah menjawab singkat.
Friska:"He, aneh nya."
Ayah:"Haha... Ya, mau bagaimana lagi kan.Umur manusia itu singkat nak."
Ibu:"Bagaimana Leo akan menjalani hidup nya ya."
Mereka langsung terdiam ntah apa yang ada di fikiran mereka saat ini.
Friska:"Aku bingung, kenapa ibu sangat cemas?"Tanya Friska kepada ibu.
Ibu:"Ya, mau bagaimana lagi. Dia itu anak yang baik."
"Heh anak baik katanya!" Gumam Friska.
Ayah:"Iya dia adalah anak yang baik."Ayah manggut-manggut.
Friska:"Hmm.. Lantas aku ini apa? Anak yang jahat kah?"Timpal Friska.
Ibu:"Astagah anak ini!"Ibu langsung menepuk keningnya sendiri.
Ayah:"Kau.. Hm, kau juga anak yang baik."Ucap ayah sambil memegang dagunya.
Friska:"Ah iya!"Friska tiba-tiba berbicara.
Ibu:"Apa?Kenapa?"Tanya ibu kebingungan.
Friska:"Heheh... Ada sesuatu yang ingin ku kerjakan."Friska senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Ayah:"Hu.. Mengejutkan."Ayah menghela nafas panjang.
Ibu:"Ouh, seperti itu. Eh iya, ke mall nya kita batalkan yah."
Friska:"Hm... Baiklah, aku akan ke kamar ku.'Friska mengangguk , dan berlalu pergi.
"Aku sangat senang dengan Leo, dia anak yang baik. Tapi kesenangan anak itu hancur, karena ditinggalkan oleh ayahnya. Hu... Bagaimana bisa seorang anak hidup tanpa sosok ayah." Batin ibu.
Ayah:"Kenapa kau hanya diam?"Tanya ayah kepada ibu.
Ibu:"Ahk, tidak aku hanya memikirkan anak itu. Aku kasihan padanya, aku senang dengan sikapnya yang dalam kondisi apapun tetap sopan kepada kita."Jawab ibu kepada ayah.
Ayah:"Jangan keterlaluan begitu."Ucap ayah sembari berdiri.
Ibu:"Maksud mu bagaimana?"Tanya ibu kebingungan.
Ayah:"Yah kau jangan berlebihan begitu, nanti dia berpikir untuk mendekati Friska."
Ibu:"Hei, kenapa kau berpikiran seperti itu?"Tanya ibu lagi, karena ibu merasa aneh dengan ucapan ayah.
"Apa ini sangat tiba-tiba sekali. " Gumam ibu, lalu ibu juga pergi ke kamarnya.
......................
Dirumah Leo tampak orang sudah berlalu pergi.Disana tinggal para pelayan, mamah dan Leo.
Diruang keluarga terlihat Leo dan mamah sedang berbincang.
Mamah:"Sekarang apa status mamah hiks.. Apakah akan menjadi Elisa Eduardo, atau hanya nyonya Elisa."Mamah menangis tersedu-sedu.
Leo:"Apa-apaan mah! Mamah kenapa seperti ini?"
Mamah:"Hiks... bagaimana aku bisa hidup hiks... hiks tanpa dia!"
Leo:"Ada aku mah, mamah punya aku yang bisa menghibur mamah."
Mamah:"Aku mungkin ibu yang paling beruntung hiks... hiks.. Aku punya anak yang baik."Ucap mamah sembari mengelus kepala Leo.
__ADS_1
"Gw bingung, apa mamah gak tahu yah soal perselingkuhan papah. Dulu gw bangga punya papah, gw pengen jadi kayak dia, baik berwibawa tapi kenapa fakta yang kayak gini harus ada di telinga gw!" Gum Leo, bagaimanapun Leo sangat terluka.
"Gw harus telpon Jodi, ini bukan salah dia ataupun tante. Ini kesalahan ayah." Gumam Leo sembari mengetik nomor di ponsel nya.
Telpon langsung tersambung.
Leo:"Halo Jod"
Jodi:"Iya, kenapa Leo?"
Leo:"Nyokap lo baik-baik aja kan?"
Jodi:"Itu pasti, makasih udah khawatir sama nyokap gw."
Leo:"Yah gw bisa apa, sama kesalahan bokap gw sendiri."
Jodi:"Itu bukan salah siapa-siapa, Ini namanya takdir."
Leo:"Sekarang lo ngebuat kata-kata puitis."
Jodi:"Ahaha... Yah gak lah kan itu memang bener toh, kita gak bisa bertaut sama masa lalu, kita harus bergerak dan mencoba untuk melupakan masa lalu."
Leo:"Makasih Jod."
Jodi:"Buat apa sih boy?"
Leo:"Lo udah maafin bokap."
Jodi:"Dia yang ngasih kehidupan sejak gw kecil, seharusnya gw yang minta maaf karena udah jadi penghianat."
Leo:"Gak ini bukan salah lo.Dan lo juga bukan penghianat."
Jodi:"Baik kalo gitu."
Telpon dan pembicaraan yang panjang akhirnya selesai, Leo merebahkan dirinya dikasur, dan memejamkan matanya. Leo terlihat sangat terpukul, dan sangat lelah yang akhirnya membuat Leo tertidur.
...****************...
__ADS_1