
Friska kembali melanjutkan bermain game di pensel nya, Friska sangat suka dengan game nya, bukan game yang bertemakan perang Friska memainkan game pou game yang legend untuk melatih motorik anak, ntah lah kenapa Friska sangat senang bermain dengan game itu.
Saat sedang asyik kembali lagi ada notifikasi yang masuk"***Tuh kan apa ku bilang aku tuh penting banget***"Friska kembali bergumam sembari membuka notifikasi pesan nya."***Hm dari Leo***."Friska nampak bingung.
Leo:"Hai Fris."
Friska:"Hai, kenapa?"
Friska:"Gak pa-pa sih"
Chat yang aneh dan berlangsung lama akhirnya berakhir."Astagah, gaje ganggu aja nih anak."Gumam Friska dan kembali fokus dengan game nya.
Ibu:"Friska..."Tiba-tiba ibu memanggil Friska.
Friska:"Iya kenapa bu? "Friska langsung menyahut sembari keluar kamar.Friska menuju ke arah dapur, yah ke sumber suara ibunya.
Di dapur.
Friska:" Ada apa bu? "Tanya Friska kepada ibu.
Ibu:" Ibu mau bikin cemilan, kamu mau dibikinin apa?"Ibu balik bertanya.
Friska:"Aku mau puding coklat, hmmm kalo puding susu juga boleh."Friska lagsung mengucapkan semua keinginannya.
Ibu:"Okeh jadi hari ini kita makan puding."
Bi Hasmi:"Sore-sore kok makan puding sih nyonya."Bi Hasmi tiba-tiba muncul.
Ibu:"Yah aneh juga yah bi."Ibu tertawa.
Friska:"Yang di pikiran ku hanya itu."Friska menggaruk kepalanya.
Bi Hasmi:"Kalau dulu bibi di kampung suka makan mie hangat sore-sore nyonya."
Ibu:"Aa iya kita makan mie saja, kita makan sambil melihat matahari di taman belakang."Ibu langsung mencetuskan idenya.
Friska:"Ide bagus, nah untuk ada bibi nih."Friska tersenyum.
Bi Hasmi:"Ah nyonya bisa aja."
Ibu:"Yah sudah ibu akan membuatkan mie sesuai dengan yang Friska mau."
Friska:"Aku mau bantu."Friska langsung menawarkan bantuan.
__ADS_1
Ibu:"Aa benarkah kamu mau membantu, baiklah sini jangan lupa cuci tangan dulu."Ibu sangat bersemangat karena Friska ingin membantu nya.
Friska:"Baik bu."Friska langsung mencuci tangan nya, setelah selesai Friska langsung membantu ibu memasak.
Tidak butuh waktu lama akhirnya masakan Friska dan ibu siap.
Friska:"Hmm wanginya."Wajah Friska terlihat sangat bahagia, ya kebahagiaan yang sederhana.
Ibu:"Ayo kita siapkan."
Friska:"Okey."
Ibu dan Friska langsung membawa masakan nya ke taman belakang sesuai dengan ide ibu.
Ibu:"Tada.... Mari makan! "Ibu langsung menyajikan mie hangat untuk Friska.
Friska:" Terimakasih bu, mari makan!"Friska langsung menyeruput mie hangat buatan nya dan ibu.
Ibu:"Bagaimana rasanya?"Tanya ibu kepada Friska.
Friska:"Mie nya hangat dan sangat enak. "Friska sangat senang memakan mie buatan ibu.
Ibu:" Syukur lah jika Friska suka."
Saat Friska fokus dengan mie buatan ibu, tiba-tiba ponsel Friska berdering.
Friska:"Aih mengacau saja."
Ibu:"Jangan begitu, coba lihat siapa."
Friska:"Ini Leo, a ibu biar ku angkat dulu telpon nya."
Ibu:"Baik lah sayang."
Friska langsung menjauh dari ibu.
Friska:"Halo."
Leo:"Lama banget lo nerima telpon dari gw."
Friska:"Maaf gw lagi ngabisin waktu sama nyokap."
Leo:"Gw ngeganggu gak?"
__ADS_1
Friska:"Yah pasti lah."
Leo:"Haha.Maaf Fris, habisnya lo bikin rindu sih. "Leo mulai mengganggu Friska.
Friska:" Stres."
Leo:"Tega bilang gitu. Ya udah gw matiin, selamat bersantai my love."
Friska:"Stres lo."Friska langsung mengakhiri telpon nya dan kembali ke taman untuk memakan mie dan menghabiskan waktu bersama ibu.
Ibu:"Ada apa sayang?"Ibu bertanya penasaran.
Friska:"Bukan apa-apa bu."Friska kembali makan, ibu hanya tersenyum.
Mereka sangat menikmati pemandangan sore hari ditaman belakang.
Ibu:"Sudah lama ibu tidak menghabiskan waktu seperti ini."Ibu menghela nafas pelan.
Friska:"Hm sampai tidak terasa senja nya sebentar lagi akan berakhir."
Ibu:"Iya benar."Ibu kembali menikmati keindahan senja.
Friska:"Hm sudah berakhir, aku mau mandi."
Ibu:"Nah bagus sekarang mandiri."Ibu tertawa kecil.
Friska:"Hehe, iya bu."
Ibu:"Yah sudah cepat mandi."
Friska:"Baiklah."
Friska langsung berlalu pergi.
Sesampainya di kamar.
Friska langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Sudah 15 menit Friska keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kelihatan segar "Hm memang air saat sore menyejukkan, jangan saja pagi pasti sangat dingin mau bagaimanapun aku membuat air itu." Gumam Friska.
Setelah selesai mengganti pakaian, Friska langsung merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan matanya.
Friska secara tidak sadar ternyata dia sudah tertidur pulas, dengan mimpi yang indah.
__ADS_1
...****************...