Luka Alaska

Luka Alaska
LEMBARAN - 01


__ADS_3

"Lo suka sama gue?" tanya Reki menghalangi jalan seorang gadis yang terobsesi dengan dirinya.


"Eh? Anu, iya," jawab Aluka, gadis bodoh yang terobsesi dengan ketampanan Reki.


"Oh, tapi gue gak suka sama lo. Jadi jangan deketin atau halu kalau gue bakalan notice lo, inget." Reki pergi meninggalkan pesan yang menusuk untuk Aluka.


Deg!


Dada Aluka terasa sakit, Aluka memegangi dadanya sambil berusaha tersenyum dan sadar diri.


Seluruh siswa di koridor sekolah melihat Aluka yang ditolak oleh Reki dengan rasa iba, namun mau bagaimana lagi? Reki adalah MOST WANTED di sekolah mereka.


Semua wanita yang kagum dengan Reki harus sadar diri.Tak hanya tampan, Reki juga jago dalam bidang olahraga, salah satunya basket, dia juga ketua basket yang peduli akan timnya. Otaknya yang cemerlang membuat ia tampak lebih menarik.


Namun, sikapnya terkadang membuat cahaya dalam dirinya meredup.Terlalu terang, membuat semua orang harus menutup matanya karena silau.


***


"Yang namanya Aluka coba tunjuk muka!" teriak gadis cantik yang bernama Adelia di bibir pintu kelas.


Aluka yang sedang fokus dengan game diponselnya merasa namanya terpanggil, dan melihat sekilas sumber suara tersebut, lalu kembali fokus pada gamenya.


"HEH! ALUKA DASAR CABE!" hardik Adelia.


Semua mata tertuju pada Aluka dan Adelia. Aluka melirik sekilas, namun tidak menghiraukannya.


"DIH, SONGONG BANGET LO! LIAT MUKA GUE."Adelia memegang dagu Aluka dengan kuat menghadap wajahnya.


"Apasih?" tanya Aluka.


"Lo ngejar-ngejar Reki, ya?" tuduh Adelia tanpa melepaskan dagu Aluka.


"Gak," jawab Aluka.


"Jangan belagu deh lo, seluruh murid di sekolah ini tuh tau. Kalau lo ditolak sama Reki. Dasar cewek kecentilan,"


"Oh, kalau itu sih bener. Cuma sedikit koreksi, kalau tadi Reki yang ngehadang gue. Dia nanya ya gue jawab." Aluka melepaskan tangan Adelia dari dagunya.


"Gak usah sok kecakepan deh lo. Muka lo tuh kayak babi tau gak?" hardik Adelia.


"Lah emang gue cakep," sahut Aluka.

__ADS_1


"Dih, najis. Cakep dari mana? Dari ujung kulon?" tanya Adelia.


"Mata lo burik," ejek Aluka.


Mendengar perkataan Aluka membuat Adelia naik pitam, tak segan ia menggebrak meja dan menampar Aluka.


"GUE INGETIN SEKALI LAGI SAMA LO, JANGAN PERNAH DEKETIN REKI LAGI. KARENA REKI ITU PACAR GUE, NGERTI?!" Adelia pergi dengan emosi yang menggebu.


Tak terima dirinya ditampar, Aluka mengambil buku miliknya dan melemparnya tepat mengenai belakang kepala Adelia. Adelia berbalik dan menjambak rambut Aluka yang dikuncir kuda itu. Akhirnya keduanya saling menjambak.


"Ayo Luka, lo pasti menang!"


"Jangan mau kalah luk,"


"Woii Adel pasti menang, jagoan gue nih!"


"Alah modal muka tembok aja belagu, ayo luk!"


Kata-kata provokasi terdengar ketika mereka berdua bertengkar.


"WOI INI APA-APAAN SIH?!"


"Reki?" gumam Aluka.


"Mampus lo," ucap Adelia sambil melepaskan jambakannya.


Reki berjalan mendekati mereka, "Lo ngapain?" tanya Reki pada Aluka.


Aluka hanya diam.


"Ayang, aku dijambak sama dia." Adelia mengadu dan menempel pada Reki.


Reki melirik Adelia dan mengelus lembut pucuk kepalanya, "Yosh...yosh, mana yang sakit?"


"Ini," jawab Adelia sambil menunjuk kepalanya.


Reki meniupnya sebanyak 3 kali.


Lalu pandangan Reki kembali melihat Aluka yang masih terdiam, Reki mendekati Aluka dan membentaknya.


"GAK USAH MACEM-MACEM SAMA ADEL, DASAR ******!"

__ADS_1


Seluruh murid yang menyaksikan kejadian ini terhentak mendengar ucapan Reki, ini sudah sangat keterlaluan.


Aluka memandang Reki dalam, ia tak menyangka jika Reki dapat berkata seperti itu padanya.


Aluka menjawab, "Buka mata, lihat apa yang terjadi. Jangan sampai matamu itu buta akan kesalahan."


Kini berbalik, Reki yang terdiam. Dengan pandangan tak lepas dari mata Reki, Aluka mengambil ponselnya dan melanjutkan game yang sempat ia tinggalkan tadi. Dengan rasa malu Reki mengajak Adelia untuk keluar dari kelas Aluka.


"Kamu kok diem aja sih digituin sama Aluka? Harusnya kamu bales dong!" geram Adelia.


"Udah lah, buat apa sih ribut-ribut," ujar Reki.


"Kamu tuh harusnya belain aku! Aku kan kayak gini karena takut kehilangan kamu."


"Memangnya tadi aku gak belain kamu? Lagi pula aku kan sudah bilang berkali-kali kalau aku tuh sayang banget sama kamu. Jadi kamu gak perlu khawatir kalau aku bakal oleng, apa lagi ke Aluka," papar Reki.


"Tau ah, aku cape sama kamu!"


Adelia meninggalkan Reki di depan tangga.


Reki menghela nafasnya dan bergumam, "repot banget jadi cewek."


"DORRR!!!" ucap Calvin mengejutkan Reki.


"Apaan sih?" tanya Reki tanpa merespon kejutan Calvin.


"Ck, kaget dikit kek! Gak peka banget jadi cowok," decak Calvin.


"Maksud lo?"


"Lo kenapa diem di depan tangga? Ribut lagi sama cewek lo?" tanya Calvin.


"Ya gitu," jawab Reki singkat.


"Ya elah rek, cewek kayak gitu mah tinggalin aja. Terlalu egois, mending sama cewek yang tadi pagi lo tolak, udah manis, punya lesung pipi, pendek, suka main game, lucu, pokoknya lebih cakep deh," racau Calvin.


"Lo bisa diam gak?Gak usah ikut campur urusan gue."


"Lo yang seharusnya gue tanya, mau sampai kapan lo menjalani hubungan yang bahkan gak bisa buat lo menghargai perasaan lo sendiri sebagai manusia?" tanya Calvin menepuk pundak Reki dan meninggalkan Reki, "Gue duluan ke kelas."


Reki dan Calvin adalah teman sedari kecil, mereka satu kelas dan selalu berada di sekolah yang sama dari sekolah dasar. Jadi, sudah pasti Calvin ingin Reki mendapatkan apa yang pantas untuknya.

__ADS_1


__ADS_2