
"Aduh mampus deh gue," ucap Aluka sambil menaruh kepalanya ditumpukan kedua tangannya.
"Kenapa sih lo? Pagi-pagi udah lesu aja," tanya Karin yang baru datang.
"Hm?" Aluka bangun dengan mata yang sayu, dan sedikit ada kantung mata yang mengitam.
"ALUKA ANJING!" Karin teriak karena kaget dengan kondidi Aluka, bisa-bisanya Aluka datang dengan wajah seperti ini.
"Apa sih?" tanya Aluka yang malas meladeni Karin.
"Mata lo kenapa woii?"
"Hm, ini karena gue ngafalin bahasa Inggris semalem. Tapi gak hafal sampe sekarang juga." Aluka memeluk Karin.
"Hah?" Karin memiringkan kepalanya.
"Hah ho hah ho,"
"Lo mabok? Bahasa Inggris ma'am nya gak masuk hari ini, luka." Karin menoyor kepala Aluka.
"HAHHHH!????" Mata Aluka terbelalak.
"Pasti lo gak baca grub kan?" tanya Karin.
"Hehehe," Aluka menyengir. "Ah capek banget udah frustasi taunya gak jadi."
"Makanya ada pesan tuh dibaca, jangan main game terus!"
"Nyenyenye."
Karin melotot seram, hingga membuat Aluka bergidik ngeri. Karena sudah merasa tenang, Aluka mengambil ponselnya dan bermain game seperti biasanya.
"Yeh, tadi panik."Karin meledek Aluka.
"Bawel," ucap Aluka tanpa mengalihkan pandangannya.
Satu persatu murid mulai memenuhi kelas, saat bel berbunyi datanglah seorang guru yang memakai kacamata. Namanya Bu Ausurni, yang biasa dikenal sebagai Bu Ausur, dengan seorang pria tampan dibelakangnya.
"Eh, itu siapa?" tanya Karin.
"Hm?" Aluka melirik ke arah yang Karin tunjuk.
Mata Aluka melebar, itu adalah pria yang semalam menerobos balkon kamarnya.
"ITU KAN COWOK YANG MASUK KE BALKON GUE SEMALEM!" ucap Aluka.
"HAH???" Karin juga ikut kaget.
"Iya, emang gue belum cerita ya?"
"Belum anjir!"
"Ohh, jadi tuh semalem pas gue lagi mau ngafalin. Gue ke balkon buat ngehirup udara segar, eh tiba-tiba ada kain putih yang terbang. Terus jatoh ke balkon gue, gue kira setan. Ternyata itu kain punya dia, tulisannya 'Ayang maafin aku' gitu. Dan dia dateng dari atap kamar gue dong!" Aluka menjelaskan panjang lebar pada Karin.
__ADS_1
"Hah serius? Udah punya pacar? Yah, baru juga mau gue gebet," ujar Karin kecewa.
"Woi, lo peduli sama cerita gue gak sih?" tanya Aluka.
"Ngga." Karin menjawab polos.
Terjadilah perang antar kontak mata, Aluka menatap malas Karin. Sedangkan Karin menatap bingung Aluka. Cukup lama mereka bertatapan, hingga akhirnya Bu Ausur berbicara teriak kepada mereka.
"ALUKA, KARIN!" panggil Bu Ausur.
"Iya bu?" jawab Aluka dan Karin kompak.
"Kalian itu ya, ngobrol terus! Ibu lagi ngomong! Perhatikan ibu, atau ibu suruh kalian keluar!"
"Baik bu," mereka pasrah.
"Baik, Nak Reyga silahkan perkenalkan diri kamu lagi." Bu Ausur mempersilahkan Reyga untuk bicara.
"Baik bu. Selamat pagi semuanya, saya Tuan Reyga Geano. Saya pindahan dari SMA Gagak Hitam. Mohon kerjasama semuanya," ucap Reyga sambil menebar pesona.
"Salam kenal Reyga," ucap Anak-anak sekelas.
"Kamu boleh duduk di kursi kosong yang ada di belakang sana," ucap Bu Ausur.
"Baik bu, terimakasih."
Reyga duduk di kursi samping belakang Aluka dan Karin. Bu Ausur keluar karena saat ini bukan jam pelajarannya. Karena jam pelajaran pertama adalah bahasa Inggris, maka mereka saat ini sedang free class.
"Eh, lo yang semalem kan?" tanya Reyga menghampiri meja Aluka.
"Iya, lo yang semalem. Yang balkon kamarnya gue masukin kan?"
"Nggak." Aluka mengelak.
"Iya, bener banget," celetuk Karin.
"Ara apaan sih." Aluka menyenggol Karin.
"Hahaha,"
"Kan bener. Gue masih belum tau nama lo nih?" ucap Reyga.
"Lo udah denger kan," ucap Aluka.
"Hah?"
"Budek." Aluka menatap malas Reyga.
"Aluka?" tanya Reyga.
"Iya." Karin yang menjawab.
"Ohh, oke. Gue ke tempat duduk gue dulu ya." Reyga kembali ke tempat duduknya sambil memberi wink kepada Aluka.
__ADS_1
"Najis," gumam Aluka.
***
Bel istirahat berbunyi lima menit yang lalu, Aluka beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke perpustakaan. Karena ia ingin meminjam novel yang belum sempat ia beli kemarin, namun saat di perjalanan menuju perpustakaan Aluka bertemu dengan Adelia dan Reki yang sedang bergandengan.
Adelia yang sadar melihat Aluka langsung menempel kepada Reki lebih dekat, dengan tujuan memanas-manasi Aluka. Tanpa peduli Aluka melewati keduanya dengan santai.
"Heh, gak sopan banget sih lo! Bukannya permisi." Adelia menarik kupluk Aluka, membuat rambut Aluka yang dikuncir dua itu terlihat.
"Apaan sih,"
"Lo gak punya sopan santun ya? Permisi kek, udah tau ada orang. Buta lo!?" ketus Adelia.
"Gila." Aluka berbalik badan, namun Adelia menahan Aluka lagi.
"Sok jual mahal lo? Biasanya caper sama Reki," ucap Adelia.
"Bacot,"
Adelia naik pitam, ia menjambak Aluka dengan kuat hingga kunciran Aluka menjadi tak karuan. Aluka juga melakukan hal yang sama, mereka menjadi saling menjambak. Reki yang berada di tengah mereka berdua pun memisahkannya. Namun, kini Aluka menambahkan bumbu pada perkelahian nya.
Ia menendang kaki Adelia hingga Adelia bertekuk lutut, dan Aluka langsung menamparnya. Reki dan Adelia diam seketika. Tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Aluka.
"Luka lo apaan sih!?" Reki hendak menampar Aluka, namun Reyga datang menahan tangan Reki.
"Weh, jadi cowok jangan kayak banci dong. Masalah cewek ya biarin aja cewek yang menyelesaikannya, lo gak usah ikut campur." Reyga membuang tangan Reki.
"Lo gak usah ikut campur, lo tuh gak tau apa-apa!" ucap Adelia sambil bangkit dari posisinya.
"Gak tau apa-apa? Dari tadi gue nguping di atas tangga," ucap Reyga.
"Aluka cewek gue, jangan berani-berani lo ganggu dia!" lanjut Reyga.
"Huh, ditolak Reki langsung nyari backing an ya?" tuduh Adelia.
"Dia bukan cowok gue!" Aluka menolak.
"Lo anak baru kan?" tanya Reki.
"Sok tau, ayo kita pergi." Reyga menarik tangan Aluka dan pergi dari perkelahian yang tidak jelas itu.
"REYGA!" marah Aluka.
"Apa? Gak usah teriak ditelinga gue juga."
"Lo kenapa selalu dateng dari tempat yang gak terduga sih?" tanya Aluka.
"Karena gue atlet parkour, hehe." Reyga menyengir.
"Lo juga kenapa nyebut kalo gue cewek lo? Gak usah sok kenal. Gue gak butuh bantuan dari lo," pesan Aluka.
"Tapi kan gue cuma-"
__ADS_1
"Diem, lain kali kalo lo ikut campur, gue gak akan mau ngomong sama lo!" Aluka meninggalkan Reyga.