Luka Alaska

Luka Alaska
LEMBARAN - 19


__ADS_3

Alaska pov


Alaska menutup gerbang rumahnya, tiba-tiba Reki menghampirinya dari dalam rumah.


"Bang, dari mana?" tanya Reki.


"Jalan-jalan cari angin," jawab Alaska.


"Sendiri?"


"Iya."


"Bohong, dari tadi senyum-senyum sendiri gitu," ucap Reki.


"Sama mbak crush dong," ujar Alaska.


"Aluka?" tanya Reki.


"He'em," jawab Alaska.


"Ngap-"


"Apa? Kamu mau ngomong apa?" tanya Alaska.


"Gak jadi." Reki menarik kembali perkataan yang akan ia lontarkan, ia masuk ke dalam rumah mereka. Diikuti oleh Alaska.


***


Aluka pov


Aluka membuka matanya perlahan, menetralkan cahaya yang masuk dari luar jendela kamarnya yang terbuka lebar. Aluka bangkit dan menutup jendelanya, lalu mengambil ponselnya dan membuka room chat Alaska.


Ia membalas pesan Alaska dan meletakkan ponselnya kembali ke meja. Diana mengetuk pintu kamar Aluka, untuk mengajak Aluka sarapan bersama. Aluka menjawab dari dalam tanpa membuka pintu, ia mandi sebentar dan turun untuk sarapan bersama.


Tak hanya Diana seorang, ternyata Darren juga diundang Diana untuk sarapan bersama. Nafsu makan Aluka seketika hilang, padahal ia sudah susah payah menuruni anak tangga.


"Luka mau makan di kamar aja," ucap Aluka.


Aluka kembali naik ke kamarnya, ia memasak mie instan rasa goreng biasa. Aluka mengunci pintu kamarnya. Ia melahap habis mie instannya. Setelah makan, ia membereskannya.


Namun saat ia sedang menonton film dari ponselnya, tiba-tiba saja perutnya merasa sakit dan mual. Aluka memuntahkan kembali makanan yang sudah ia telan. Aluka merasa badannya sedikit tidak enak. Hawa panas mulai menyelimuti tubuhnya.


Aluka beristirahat untuk menghilangkan sakit perut nya. Akan tetapi itu malah membuatnya menjadi pusing, lama kelamaan akhirnya Aluka tertidur.


***


Diana yang mengantarkan Darren sampai depan gerbang, kembali masuk untuk melihat keadaan Aluka. Untungnya Diana berhasil menemukan kunci cadangan kamar Aluka, jadi ia bisa masuk kapan saja.


Disaat Diana sedang duduk disamping Aluka, ia melihat Aluka yang tertidur tak nyenyak. Aluka menggeliat ke sana kemari, Diana mengecek suhu tubuh Aluka menggunakan termometer. Tak disangka ternyata suhu tubuh Aluka sangat tinggi.


Dengan panik Diana menelpon Darren untuk kembali, untungnya Darren masih belum pergi terlalu jauh. Darren yang mendengar suara cemas Diana pun langsung memutar balik mobilnya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Darren langsung masuk ke dalam rumah Diana, ia berteriak memanggil Diana dan Diana keluar dari kamar Aluka.


"Diana!"


"Mas Darren! Disini!" ucap Diana melambaikan tangannya di depan pintu kamar Aluka.


Darren berlari menuju Diana. Setelah mengetahui kondisi Aluka, Darren langsung menggendong Aluka dan segera membawanya ke rumah sakit.


Saat sampai di rumah sakit, Aluka langsung diberikan penangan oleh tim medis. Diana dan Darren menunggu di ruang tunggu. Tak lama dokter keluar dari ruangan Aluka.


"Gimana kondisi anak saya dok?" tanya Diana.


"Tifusnya kambuh lagi," jawab Dokter.


"Sepertinya belakangan ini Aluka sering mengkonsumsi makanan pedas, dan berminyak ya?" tanya Dokter.


"Mungkin dok, saya juga kurang tahu," jawab Diana.

__ADS_1


"Baik, saya sudah memberikan pertolongan pertama, namun Aluka masih harus dirawat dulu," ucap Dokter.


"Iya, dok saya akan segera mengurus administrasinya."


"Baik kalau begitu, saya pergi dulu."


"Terimakasih dok."


Diana dan Darren masuk ke dalam ruangan Aluka. Mereka melihat Aluka yang sudah bangun.


"Luka, kamu gak apa-apa sayang?" tanya Diana.


"Hm,"


"Kan sudah mama bilang berkali-kali, jangan makan makanan yang pedas. Boleh tapi jangan keseringan," ucap Diana.


"Emang mama tau? Bukannya mama selalu sibuk?" tanya Aluka sambil melirik Darren.


"Luka!" Diana memperingati Aluka.


Aluka hanya berdecak kesal, ia lalu mengabaikan Diana dan Darren.


***


Diana menitipkan Aluka pada Darren, ia masih harus mengurus pekerjaannya. Darren pun membantu Diana dengan senang hati.


Darren mencoba berbicara dengan Aluka, walaupun jawaban Aluka masih ketus.


"Bagaimana dengan sekolah kamu?" tanya Darren.


"Biasa saja," jawab Aluka.


"Apakah ada yang menggangu kamu?"


"Seperti kamu menganggu keluarga saya?" tanya Aluka.


Darren teridam, "Saya mencintai ibu kamu dengan tulus."


Pertanyaan Aluka membuat Darren terdiam dua kali.


"Saya akan berusaha," ucap Darren.


"Bagaimana jika kamu menyerah di tengah jalan?"


"Tidak akan,"


"Saya tidak percaya," ucap Aluka.


"Saya hanyalah manusia dengan satu jantung, ketika jantung saya sudah tidak berdetak disana lah saya menyerah."


Darren menjawab pertanyaan Aluka dengan tatapan yang mantap. Kini Aluka yang terdiam.


"Terserah kau saja," ucap Aluka.


Aluka mengambil ponselnya dan membuka pesan dari Alaska yang belum sempat ia balas dari kemarin. Dan respon dari Alaska juga begitu cepat.


@alaskarakfara_


Aluka


Kamu mau berangkat sekolah nanti bersama saya?


@alukadynr


Maaf baru balas, untuk seminggu ini aku tidak masuk sekolah.


@alaskarakfara_


Kenapa?

__ADS_1


@alukadynr


Aku masuk rumah sakit


@alaskarakfara_


Serius? Dimana? Kamu baik-baik saja?


Kamu sakit apa?


@alukadynr


Di rumah sakit Melati, aku baik-baik saja.


Penyakit Tifus, mungkin karena aku terlalu banyak makan pedas dan kecapean belakangan ini.


@alaskarakfara_


Aku akan datang menjenguk mu nanti, setelah aku mengembalikan buku di perpustakaan.


@alukadynr


tidak perlu repot-repot.


@alaskarakfara_


tidak apa-apa.


@alukadynr


Terima kasih.


@alaskarakfara_


tidak perlu berterima kasih.


Aluka tersenyum sendiri.


Alaska pov


Setelah mendengar kabar bahwa Aluka sakit, Alaska langsung merasa risih. Alaska bergegas mengembalikan buku yang ia pinjam di perpustakaan sekolahnya. Setelah mengembalikannya, Alaska mengambil motornya yang ia parkirkan di parkiran motor.


"Ting!"


Satu pesan masuk, Alaska membuka pesan tersebut lebih dulu. Ia membaca baik-baik pesan dari adiknya, Reki.


@rekii


Bang, dimana?


@alaskarakfara_


Di sekolah, lagi balikin buku.


@rekii


Cepetan pulang!


Ayah ada di sini, sama ****** itu.


Reki gak mau keluar kamar sebelum abang pulang.


@alaskarakfara_


Tungguin abang, jangan keluar kamar.


Abang pulang sekarang.


Mendapat kabar bahwa ayahnya berada di rumahnya, membuat Alaska mengubah niatnya. Ia tidak jadi menjenguk Aluka sekarang. Alaska membawa motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Agar ia cepat sampai di rumahnya.

__ADS_1


Ketika Alaska sampai di rumahnya, Alaska langsung masuk ke dalam dan melihat Ayahnya yang sedang bermesraan dengan istri barunya.


__ADS_2