Luka Alaska

Luka Alaska
LEMBARAN - 15


__ADS_3

Aluka pov


Aluka menutup laptopnya setelah puas menonton drakor, ia terlalu bersemangat hingga lupa waktu. Hari sudah larut malam, Aluka memasak air untuk menyeduh kopi. Setelah membuat kopi, ia baru teringat bahwa ponsel miliknya sedang di charge.


Ia segera mencabut kabel chargernya karena baterai ponselnya sudah terisi penuh. Aluka melihat chat dari Alaska dan membalasnya.


@alaskarakfara_


Hai


@alukadynr


Hai juga


@alaskarakfara_


Cokelat udah diterima?


@alukadynr


Udah, makasih ya.


@alaskarakfara_


Iya, sama-sama.


Em, kamu besok berangkat sama siapa?


@alukadynr


Mama mungkin, atau sama ojek.


@alaskarakfara_


Oh.


Belum tidur?


@alukadynr


Belum.


@alaskarakfara_


Oh, yaudah jangan tidur malam-malam.


@alukadynr


Iya.


@alaskarakfara_


Sip.


read.


Aluka membaca pesan terakhir yang dikirim Alaska, dan menutup ponselnya karena Diana sudah pulang.


"Mama," sambut Aluka.


"Halo sayang, belum tidur?"

__ADS_1


"Belum."


"Hari ini mama capek banget, mama mau istirahat soalnya besok mama harus berangkat pagi lagi, kamu jangan tidur malam-malam ya."


"Oh, iya ma."


Aluka kembali ke kamarnya, ia menarik selimut dan mematikan lampu tidurnya. Lalu terlelap dalam tidurnya yang gelap.


***


Hari ini seluruh murid mengundang orang tua dan walinya untuk menyaksikan pentas seni dan pengambilan rapot. Semua tampil dengan gaya yang sempurna begitu juga dengan Aluka yang tampil memukau dengan dress hitam bertudung yang dikenakannya. Rambutnya yang dikuncir dua membuatnya terkesan lucu dan imut.


Aluka memetik senar gitarnya untuk mengetes nada, sedangkan teman-temannya sedang mempersiapkan diri untuk tampil, karena kelas Aluka dapat undian pertama.


"Luka, OMG! Lo cute banget gila," ucap Zexia.


"Hehe, makasi zei,"


"Oh iya, Karin ko sampai jam segini belum sampai ya?" tanya Zexia sambil duduk di kursi depan Aluka.


"Kurang tahu, deh."


Tiba-tiba Karin datang dengan nafas yang tersengal-sengal, "Eh, sorry gue telat."


"Duh, Karin gue kira lo gak dateng," ucap Zexia.


"Iya, tadi macet banget. Untung gue udah make up duluan di rumah," sahut Karin.


"Yaudah, siap-siap. Setelah pembukaan kita langsung masuk panggung," ucap Zexia.


"Oke," ucap Aluka dan Karin bersamaan.


Zexia kembali mengawasi teman-temannya.


Diana menghampiri Aluka dengan seorang laki-laki.


"Halo sayang," sapa Diana.


"Halo ma," sapa Aluka. Aluka melirik seseorang yang ada disamping ibunya, Aluka menatap Diana dengan tatapan bertanya.


"Oh, kenalin. Ini rekan bisnis mama, namanya Om Darren. Daren, ini anakku, namanya Aluka." Diana memperkenalkan Aluka pada Darren dan sebaliknya.


"Sapa dong nak," lanjutnya.


"Halo om," sapa Aluka dengan nada datar.


"Halo, Aluka."


"Oh iya, mama sama Om Darren akan menikah dua minggu lagi," ucap Diana.


"Iya, Aluka." Darren merangkul Diana. Mereka berdua tersenyum.


"Me-menikah?" tanya Aluka.


"Iya," jawab Diana antusias.


"Huh? Oh, selamat ya ma." Aluka tersenyum perih.


"Aluka, ayo siap-siap," ujar Zexia memotong pembicaraan mereka.


"Aku siap-siap dulu ya ma," ucap Aluka.

__ADS_1


"Iya sayang."


"Semangat ya, Aluka," ujar Darren. Aluka membalasnya dengan senyuman.


Disaat masuk ke dalam ruangan, Aluka dan teman-teman briefing dan berdoa terlebih dahulu. Setelah itu, acara resmi dimulai. Pertunjukan pertama adalah, pertunjukan teater Cinderella. Tak seperti biasanya, cerita Cinderella ini telah diubah menjadi cerita lelucon. Bisa dibilang, Cinderella Milenium.


Karena jenaka yang disampaikan oleh Cinderella, yaitu David dan Kevin sebagai pangeran, membuat seluruh penonton tertawa puas.


"Dimana gadis cantik yang semalam itu?" tanya Pangeran.


"Tapi dia laki-laki, pangeran," ucap pengawal.


"Ssttt, diam."


"Pangeran, apakah kau masih mencari gadis yang semalam?" tanya sang ratu.


"Iya ibu, ratu."


"Apakah kamu sudah mencarinya lewat Instagram?"


"Ibu ratu, kita masih jaman kerajaan," ucap Pangeran.


"Oh iya, maaf ibu reinkarnasi dari masa depan soalnya. Kalau begitu, bagaimana jika kau mencarinya ke rumah-rumah warga?" usul ratu.


"Pangeran ... Mager, ratu."


Sang pengawal memukul kepala pangeran.


"Woii mana ada pengawal kurang ajar kayak gitu!" teriak penonton.


"Ngakak abis,"


"Kalau gue jadi pangerannya, mending gue nikahin pembantu istana."


"Setuju sih,"


Mulai ramai berbagai komentar tentang pertujukan ini, semua orang dibuat tertawa sampai sakit perut.


Setelah usai, kini giliran Aluka yang pentas. Aluka sudah menyiapkan dirinya dari jauh-jauh hari. Aluka mulai berdoa, dan naik ke atas panggung. Ia memberikan senyuman nya untuk pembukaan, namun matanya tertuju pada salah satu orang yang berada di kursi paling belakang, itu adalah Rafael. Bersama dengan Aileda dan Adelia. Aluka sangat terkejut, namun ia tetap menjaga penampilannya.


Aluka mulai memetik senar gitarnya, suaranya yang lembut dengan pembawaan yang sangat dihayati membuat penonton ikut terlarut. Ditambah Aluka mengeluarkan setetes demi setetes air mata.


Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan


Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan


Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian


Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki


Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian


Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah


Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam


Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Tangisan histeris terdengar dari siswi yang juga mengalami hal serupa dengan Aluka. Kini penonton dihancurkan hatinya oleh Aluka, nyanyiannya membuat semua hati orang tergores. Tapi dirinya sendirilah yang paling tersakiti, melihat Ayahnya bercanda dengan orang lain dan mengabaikan dirinya. Bahkan disaat Aluka tampil di depan, Rafael terlihat biasa saja.


Diana yang menyadari hati kecil putrinya sedang berbicara, turut menangis. Ia tenggelam dalam tangisannya, Darren berusaha untuk menenangkan Diana.

__ADS_1


Teman-teman Aluka juga ikut menangis, bahkan Reyga mengeluarkan air mata yang paling banyak.


Alaska juga datang untuk melihat Reki, namun ia lebih dulu terpaku dengan penampilan Aluka.


__ADS_2