Luka Alaska

Luka Alaska
LEMBARAN - 26


__ADS_3

Aluka dan Alaska berusaha untuk mencari Darren di tempat mereka bertemu dengannya. Bahkan sampai ke cafe yang ada tak jauh dari kampus Aluka, namun mereka tetap tidak menemukan Darren.


Aluka dan Alaska pun beristirahat di sebuah pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan untuk makan. Usahanya sedari pagi masih belum membuahkan hasil, Alaska mengusulkan untuk makan terlebih dahulu karena waktu sudah hampir sore.


Mereka memesan makan dan memakannya dengan cepat, karena Aluka masih ingin mencari Darren.


Setelah lelah mencari ke sana ke sini, namun tetap tidak menemukan Darren, Alaska menyuruh Aluka untuk pulang dan beristirahat. Ia memberikan pengertian kepada kekasihnya, agar tidak memaksakan diri.


"Kamu istirahat dulu, dari pagi baru makan satu kali. Tidur dulu, besok baru lanjut lagi, oke?" ucap Alaska.


"Hmm ... " Aluka bergumam sebagai jawaban.


"Jangan ngambek gitu dong, aku janji besok bakalan nemenin kamu," ucap Alaska.


"Iya, iya."


Alaska mengelus lembut kepala Aluka, ia mengantarkan Aluka kembali ke rumahnya karena hari sudah hampir malam. Ketika Aluka sudah sampai rumah, Aluka seperti merasa ada yang aneh.


Alaska meninggalkan rumah Aluka setelah memastikan Aluka masuk ke dalam rumahnya. Aluka mengambil handuknya dan membersihkan diri. Setelah Aluka mandi, ia menggunakan celana pendek dengan baju yang oversize, karena ia fikir ia sendirian di rumah.


Ternyata, Darren yang ia cari selama ini ada di dalam rumahnya. Ia berada di ruangan yang ia bikin sendiri di loteng.


Aluka menghubungi Diana untuk menanyakan kepulangan Diana.


@alukadynr


Ma, kapan pulang?


@Diana


Untuk hari ini mama tidak bisa pulang dulu


Mama akan pulang besok pagi, sekitar jam 9 an.


@alukadynr


Oh


Karena mengetahui Diana tidak pulang, Aluka meminta Alaska untuk menemaninya dengan video call.


@alukadynr

__ADS_1


Askaaa, temenin akuuu.


@alaskarakfara_


Temenin kemana lagi? Kamu harus istirahat.


@alukadynr


Sleep call


@alaskarakfara_


Oh, aku kira kemana.


Nanti dulu ya sayang, aku lagi ngerjain tugas.


@alukadynr


Oh, oke.


Aluka menutup ponselnya, ia membaringkan tubuhnya dan mematikan lampu kamarnya untuk pergi tidur. Disaat Aluka mulai memejamkan matanya, Aluka merasa seperti ada suara orang berjalan.


Aluka membuka matanya, namun keadaan hening, tidak ada apa-apa. Ia kembali menutup matanya, hingga akhirnya terpejam.


Aluka yang merasa terganggu mulai membuka matanya, ia melihat Darren yang sedang mengikat tangannya. Aluka mencoba untuk memberontak, namun ikatan Darren sangat kuat, terlebih kaki Aluka sudah lebih dulu diikat.


"MAU NGAPAIN KAMU, BAJINGAN!?" tanya Aluka dengan berteriak.


"Ssttt ...."


Darren mulai meraba Aluka, Aluka yang tak terima itu menggeliat menghindari tangan Darren yang semakin kurang ajar.


"JANGAN KURANG AJAR!"


"LEPASIN!"


"DASAR BAJINGAN!"


"TOLONGGG!!!"


Teriakan Aluka tak di hiraukan oleh Darren, ia tetap menyentuh Aluka. Ia membuka baju Aluka, dan melecehkannya. Dengan sekuat tenaga Aluka berusaha melepaskannya, namun tenaga Darren lebih besar.

__ADS_1


Aluka terus memberontak walaupun Darren semakin menjadi. Aluka mulai meneteskan air matanya, ia menangis tersedu-sedu. Ia sangat ketakutan, Aluka sudah pasrah akan hidupnya.


Alaska pov


Alaska meletakkan ponselnya di atas meja belajarnya, ia turun ke dapur untuk mengambil minuman. Dikulkas ia mengambil air minum yang ada di botol minumnya. Tanpa ia ketahui, ternyata Oliver sudah memberikan sebuah obat tidur di semua minuman botol Alaska. Alaska kembali ke kamarnya, dan efek dari obat tidur itu pun mulai bekerja.


Setelah memastikan Alaska tertidur, Oliver mulai merencanakan aksinya. Ia masuk ke dalam kamar Alaska, lalu membuka sedikit baju Alaska, dan tidur bersamanya dengan memeluk erat Alaska.


Aluka pov


Aluka berusaha keras sehingga tangan dan kakinya terluka akibat gesekan yang kencang, Aluka semakin menangis. Darren menyeringai lebar dan meninggalkan Aluka dengan keadaan seperti itu setelah ia memuaskan nafsu birahinya.


Hingga pagi datang, Aluka masih terikat. Akan tetapi semakin lama tali yang digunakan untuk mengikat Aluka semakin tipis, Aluka terus menggesekkannya dan dengan usahanya yang berat akhirnya tali itu terputus.


Aluka langsung membuka tali yang ada di kakinya. Ia mengenakan pakaiannya kembali dan mengambil jaketnya, ia membiarkan rambutnya acak-acakan dan menelpon Alaska dengan panik.


Aluka menunggu balasan dari Alaska, ia menggigiti kuku tangannya sambil gemetaran. Karena Alaska tidak menjawab, Aluka menelepon Diana, namun Diana tidak dapat di hubungi. Aluka mengirimkan sebuah pesan panjang pada Aluka.


@alukadynr


Ma ...


Aku yakin pasti mama gak akan percaya.


Tapi Aluka baru saja di lecehkan oleh Darren si bajingan itu ma ...


Luka takut.


Luka butuh mama.


Luka mau dipeluk ma.


Tolongin Aluka ma.


Cepetan bales pesan Luka ma ...


Luka mau mama untuk tinggalin dia.


Lalu setelah mengirim pesan pada Diana, ia memutuskan untuk pergi ke rumah Alaska naik ojek. Aluka keluar dari rumahnya untuk mencari tukang ojek, ia membiarkan pintu rumahnya terbuka lebar.


Aluka memberhentikan siapapun yang lewat di depan rumahnya, untung saja ada manusia baik yang mau mengantarkan Aluka secara cuma-cuma.

__ADS_1


Saat sampai di rumah Alaska, Aluka kembali menghubungi Alaska, namun tetap tidak dijawab. Aluka nekat membuka pintu rumah Alaska yang tidak terkunci itu. Aluka berjalan menuju kamar Alaska.


__ADS_2