
Sudah berjalan 5 bulan setelah pernikahan Diana dan Darren, Aluka pun sudah lulus dari SMAnya. Perilaku Darren sangat lembut kepada Aluka, sehingga hati Aluka lambat laun menjadi luluh. Aluka merasa ia kembali menjadi seorang anak yang memiliki ayah.
Aluka saat ini berkuliah disalah satu universitas ternama dengan menggunakan jalur prestasi. Sedangkan Alaska, ia harus keluar kota untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih.
Karena Aluka dan Alaska berada di jarak yang jauh, mereka menjadi sangat sulit untuk bertemu. Setiap hari Aluka selalu meminta video call untuk sekedar melepas rindunya kepada Alaska.
"Aluka, nanti kamu berangkat sama ayah ya?" ucap Darren
"Siap, ayah." Aluka segera menghabiskan sarapannya.
Setelah itu, Darren mengantarkan Aluka ke kampusnya. Hari ini Aluka sangat bersemangat, karena Alaska akan kembali untuk mengunjunginya, walaupun hanya seminggu.
Aluka belajar seperti biasanya, ia memiliki banyak teman. Aluka dengan Ara tidak satu kampus, karena Ara sama seperti Alaska. Ia keluar kota, dan masuk di kampus yang sama dengan Alaska, hanya berbeda fakultas.
Aluka satu kampus dan satu fakultas bersama Reyga, dan Adelia. Masih sama seperti mereka SMA, Adelia terkadang masih mengganggu Aluka, namun Aluka selalu mengabaikannya.
Reki lebih memilih untuk masuk ke kampus khusus atlet.
"Aluka, nanti pulang lo mau ikut kita gak?" tanya Via.
"Gak dulu deh, gue ada janji soalnya," tolak Aluka.
"Oh, yaudah. Kita duluan ya,"
"Iya, hati-hati."
***
Aluka menelepon Darren untuk menjemputnya, namun karena masih ada urusan penting Darren meminta Aluka untuk naik taksi, atau ojek online. Karena Darren tidak menjemputnya, Aluka mengejar Via untuk ikut pergi bersama teman-temannya.
"Vi, gue ikut deh."
"Loh, katanya ada janji?" tanya Via.
"Nanti malem," jawab Aluka.
"Ohh, oke deh."
"Kita mau kemana?" tanya Aluka.
__ADS_1
"Ngemall yuk," ajak Gea.
"Makan dulu kek, gue laper banget," celetuk loli.
"Iya ayo, makan dulu deh," ucap Via.
Setelah memutuskan, mereka akhirnya berkunjung ke salah satu cafe yang ada di mall yang berada tidak jauh dari kampus mereka. Mereka memesan makanannya masih-masing dan menunggunya sambil berbagi cerita.
Karena kebelet, Aluka izin pamit untuk ke toilet. Disaat Aluka akan keluar dari toilet, sepintas Aluka melihat orang yang mirip dengan Darren, sedang merangkul seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang sangat sexy.
Namun Aluka menepis pikirannya yang negatif itu, karena perlakuan Darren kepada dirinya tidak seperti yang ia pikirkan. Aluka kembali ke teman-temannya.
***
Alaska pov
Malam ini Alaska sampai di rumahnya, ia mengabarkan Aluka bahwa ia sudah berada di rumahnya. Aluka terlihat sangat senang, ia bahkan tak berhenti meminta Alaska untuk mengirimkannya foto.
Alaska dengan senang hati mengirimi gambar dirinya itu kepada kekasihnya. Alaska berjanji akan mengajak Aluka pergi malam esok, karena ia harus beristirahat dahulu.
Alaska mematikan ponselnya dan membersihkan dirinya, lalu ia tertidur.
"HALO ALASKA RAKFARA SELAMAT DATANG DI PELUKAN PACAR MU," ucap Aluka sambil berlari memeluk Alaska.
"Astaga, terimakasih pacarku," ucap Alaska membalas pelukannya.
Setelah keduanya saling melepas rindu, Alaska mengantarkan Aluka ke kampusnya. Hingga pulang pun Alaska tetap menemani Aluka, karena Aluka memintanya. Mereka berkeliling mall sampai larut malam, akhirnya mereka makan malam di salah satu restoran cina tradisional yang ada di dalam mall itu.
Saat Aluka memasuki restoran itu, ia melihat Darren. Bersama dengan wanita yang waktu itu ia lihat, kini Aluka dapat memastikannya. Dengan tenang Aluka mengadu kepada Alaska.
"Aska, itu kayak ayah aku deh," ucap Aluka sambil menunjuk ragu Darren.
"Mana?" tanya Alaska.
"Itu, sama tante-tante gitu?" guman Aluka.
Aluka hendak menghampiri mereka, namun Alaska menahannya.
"Tunggu dulu." Alaska menahan tangan Aluka.
__ADS_1
"Kita cari tempat duduk yang bisa denger omongan mereka, mungkin saja mereka hanya rekan bisnis," ucap Alaska.
"Bener juga, tapi waktu itu aku ngelihat ayah sama dia juga di caffe," ucap Aluka.
"Ya, sudah. Ayo duduk di situ." Alaska menarik Aluka untuk duduk tak jauh dari tempat duduk Darren.
Aluka menyimak pembicaraan mereka, dan benar dugaannya. Darren berselingkuh. Aluka dengan gegabah menghampiri mereka berdua.
"Ayah!"
"Aluka?" tanya Darren yang terkejut melihat Aluka.
"Ayah ngapain!?" tanya Aluka.
"Ayah ... Ini rekan bisnis ayah," jawab Darren.
"Aku sudah dengar semuanya, yah. Ayah tega banget sih, waktu itu ayah berjanji untuk tidak menyakiti mama kan? Kenapa ayah begini!"
"HEI KAMU SIAPA!? Saya istrinya Darren, jangan sembarangan kamu manggil dia dengan sebutan ayah ya!"
"Istri?" tanya Aluka.
Darren mengacak-acak rambutnya, "Kamu bisa diam gak?"
"Ini siapa mas?" tanya Selingkuhan Darren.
"Syifa, ini bukan seperti yang kamu lihat kok. Dia cuma anak angkat aku doang, gak lebih." Darren menjelaskan.
"Tadi dia bilang istri? Kamu sudah punya istri?" tanya Syifa.
"Nggak kok, istri aku itu cuma kamu, sayang," ucap Darren.
"Dasar laki-laki buaya!" Aluka menampar Darren.
"Aku pergi, kamu selesaikan masalah kamu dulu, mas." Syifa pergi meninggalkan Darren.
"Kamu jangan pernah bilang apa-apa ke Diana! Awas kamu!" Darren mengancam Aluka.
Alaska menarik Aluka kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Ssttt, kamu gak boleh gegabah. Kita harus cari bukti untuk bilang ke mama kamu ya," oucap Alaska.