
Aluka pulang dengan rasa kecewa yang mendalam, ia baru saja dapat mempercayai Darren. Dan, ia juga baru saja merasakan kembali kasih sayang seorang ayah, entah kenapa orang di sekelilingnya membuat ia menjadi semakin tidak percaya dengan lelaki. Ia bahkan hampir ragu dengan Alaska.
Namun, perilaku Alaska membuktikan bahwa ia tidak seperti lelaki yang lainnya. Aluka mencoba menghubungi Diana. Ia ingin memberitahu ibunya bahwa ayah tirinya telah selingkuh.
"Angkat dong mah," gumam Aluka sambil mondar mandir di dalam kamarnya.
"Ck,"
Aluka pasrah dan mencoba untuk tidur. Saat terbangun, ia melihat langit sudah terang. Diana yang ia khawatirkan pun sudah pulang, pagi ini Aluka sarapan bersama Diana dan Darren. Darren mentap Aluka memberi peringatan, sedangkan Aluka hanya diam memperhatikan gerak-gerik Darren.
Diana yang tak tahu apa-apa sedikit heran karena Darren dan Aluka yang biasanya bercanda, kini saling diam.
***
Alaska pov
Setelah menenangkan dan mengantarkan Aluka pulang, Alaska langsung pulang ke rumahnya. Ketika Alaska membuka pintunya, ia melihat Oliver yang sedang memakan kripik kentang sambil menonton tv.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Alaska.
"ALASKA!!!" Oliver meletakkan keripik kentangnya dan menghampiri Alaska.
Oliver memeluk paksa Alaska, dan Alaska melepaskannya secara kasar.
"Minggir!"
"Alaska, kamu jahat banget sama aku," ucap Oliver.
"Lo ngapain di sini?" tanya Alaska merubah cara bicaranya.
"Kamu ... Kamu kok ngomongnya pakai gue-lo sih?" tanya Oliver.
Alaska malas meladeni Oliver, Alaska membiarkan Oliver sendirian di bawah. Ia naik ke lantai dua, dimana kamarnya terletak, namun Oliver mengikuti Alaska hingga ke kamarnya.
"Jangan masuk, ngapain sih,"
"Aku takut kalau tidur sendirian," ucap Oliver.
"Pulang, munta kelonin sama ibu bapak lo!"
"Alaska ... "
Alaska menutup pintunya dan menguncinya. Ia meletakkan jaketnya di meja belajarnya, dan mencuci mukanya. Lalu ia berbaring di tempat tidurnya hingga tertidur pulas.
Di pagi harinya, kamar Alaska di gedor-gedor oleh Oliver, dengan terpaksa Alaska membuka matanya.
***
Aluka pov
Aluka mencoba untuk berbicara empat mata kepada ibunya, ia bahkan absen untuk kuliahnya hari ini. Setelah Darren pergi kerja, sebisa mungkin Aluka menahan Diana di rumah.
"Mah, aku mau bicara," ucap Aluka.
"Kenapa, sayang? tanya Diana sambil mengemasi barang-barang nya untuk bekerja.
"Apa mama percaya kalau aku bilang ayah selingkuh?" tanya Aluka.
"Hm? Gak mungkin lah, Aluka. Lagian kamu dapet rumor dari mana sih?"
__ADS_1
"Mama jangan bilang ayah ya," ucap Aluka.
"Iya."
"Kemarin aku mergokin ayah sama perempuan lain, aku juga gak sendiri. Ada Alaska sebagai saksi mata," ujar Aluka.
"Ah, kamu ada-ada aja. Apa mungkin kamu masih belum bisa menerima Darren itu sebagai Ayah kamu?" tanya Diana.
"Enggak mah, aku beneran. Aku berani sumpah," ucap Aluka.
"Aluka, sudah cukup. Mama harus berangkat kerja, kamu jangan lupa makan ya." Diana mengecup kening Aluka dan pergi berangkat kerja.
"Ma .. MAMA!" Teriakan Aluka tak mampu menahan Diana. Diana tetap pergi meninggalkannya.
Aluka menghubungi Alaska.
@alukadynr
Askaaaaaa
Kamu dimana?
@alaskarakfara_
Kenapa sayang?
@alukadynr
Mau minta tolong
Kamu bisa temenin aku gak?
@alaskarakfara_
@alukadynr
Aku mau cari bukti supaya mama percaya
@alaskarakfara_
Mau kapan? Sekarang? Aku siap-siap dulu
@alukadynr
Iya, sekarang.
@alaskarakfara_
Okey
Emang kamu gak ada kelas hari ini?
@alukadynr
Absen
@alaskarakfara_
Astaga
__ADS_1
Yaudah, tunggu aku.
@alukadynr
Iya, hati-hati.
@alaskarakfara_
Iya, sayang.
Setelah menghubungi Alaska, Aluka mempersiapkan dirinya untuk mencari bukti perselingkuhan Darren layaknya seorang detektif.
Tak lama kemudian, Alaska datang dengan motornya. Ia menggunakan hoodie putih dan celana hitam, sedangkan Aluka memakai hoodie hitam bulu dengan kupluk berbentuk telinga beruang, topi bucket dan kacamata, ia sudah seperti detektif yang sedang mengambil job.
"Kamu ngapain pakai pakaian seperti itu?" tanya Alaska menahan tawanya.
"Ssttt ... Diem aja kamu, ayo kita jalan."
Aluka naik ke motor Alaska.
"Mau kemana?" tanya Alaska.
"Ke kantornya dia aja," ucap Aluka.
Aluka memberitahukan alamat kantor Darren dan mereka bergegas menuju kantor Darren. Setelah sampai Aluka langsung masuk dan menanyakan keberadaan Darren.
"Permisi kak," ucap Aluka.
"Oh iya, selamat siang kak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.
"Saya mau mencari Pak Darren, ada?" tanya Aluka.
"Pak Darren? Pak Darrennya sedang ada rapat penting," jawabnya.
"Kapan dia selesai?"
"Apakah kakaknya mau bertemu dengan Pak Darren?"
"Ah, tidak. Saya hanya bertanya," ucap Aluka.
"Baik, kalau boleh tau dengan siapa saya berbicara?"
"Saya ... "
"Keponakan Pak Darren," jawab Alaska.
"Ah, baik. Nanti saya sampaikan pada Pak Darrennya."
"Kakaknya tahu dimana ruangan Pak Darren?" tanya Aluka.
"Saat ini Pak Darren sedang rapat di luar kantor," jawab resepsionis.
"Oh, dimana?"
"Saya kurang tahu,"
"Kok-"
"Oh, baik. Terima kasih," ucap Alaska memotong omongan Aluka.
__ADS_1