
Pada Tahun 1833 - Pariaman - Hindia Belanda.
Sayup-sayup terdengar suara tembakan bertubi-tubi dari arah ufuk barat. Suto malin menghentikan langkah kakinya. Pemuda itu mendengarkan sejenak dari arah mana suara itu berasal.
" Arah barat...??!, jangan-jangan belanda telah menyerang pertahanan angku Sutan mahmudin di nagari lubuk pua..." Gumam suto malin sendiri.
' Satu persatu pertahanan Pribumi sudah di kuasai oleh belanda. Semoga allah melindungi Mereka semua..' ucap suto malin dalam hati.
Suto malin kembali melanjutkan perjalanannya. Tak lama berjalan ia berpapasan dengan beberapa orang penduduk yang berjalan dengan tergesa-gesa. Wajah mereka tersirat ketakutan..
" Maaf, ki sanak...!!, ada apa gerangan..?, kenapa kalian berjalan seperti di kejar hantu..??" Tanya suto malin kepada orang-orang itu.
" Sebaiknya ki sanak kembali saja,, sangat gawat di sana ki sanak..!!, belanda memporak porandakan kampung kami, membunuh semua lelaki yang di curigai sebagai Pengikut laskar putih.." Kata laki-laki itu dengan nafas tersengal.
" Laskar putih..??, maksud ki sanak Gerilyawan paderi..?!" Tanya suto malin.
" Betul, ki sanak..!"
Suto malin manggut-manggut, namun ia agak heran.. ' Aneh.., Pasukan paderi hanya memberontak bagian ' luhak nan tigo' hingga ke timur, kenapa serdadu belanda mencari mereka hingga ke daerah Barat ini ??, Ah.., ini pasti akal-akalan licik belanda saja ! ' bathinnya.
" Ki sanak dari kampuang mana..?" Tanya Suto malin.
" Kami dari ' cimpur '.,, serdadu belanda telah membakar rumah-rumah penduduk di sana..!!" Jelas orang itu sambil meneruskan perjalanannya.
" Apakah gempuran belanda hingga desa lubuk pua..?" Tanya suto malin.
" Saya tak tahu Ki sanak,, sebaiknya kisanak kembali saja biar aman, mereka mencegat semua laki-laki yang mereka temui !" Teriak orang itu.
" Terimakasih ki sanak !!, saya akan tetap melanjutkan perjalanan.., insya allah semoga tak terjadi apa-apa."
Suto malin meneruskan langkahnya.
' Apa sebaiknya saya singgah dulu ke ke cimpur.. untuk melihat keadaan di sana..?' Bathin suto malin merenung sejenak.
Akhirnya ia memutuskan untuk menyinggahi desa cimpur dengan mengambil jalan pintas.
Sepanjang jalan menuju kedesa cimpur, suto malin melihat para penduduk desa berlari ketakutan. Semakin dekat semakin terlihat asap hitam mengepul ke udara dari puing-puing rumah penduduk yang terbakar.
Yang membuat malin suto miris adalah ketika melihat banyaknya mayat para laki-laki bergelimpangan dengan bersimbah darah.
' Benar-benar laknat !!' bathin suto malin..
Tak lama kemudian suto malin sampai di desa cimpur, Terdengar teriakan-teriakan memilukan menyayat hati...
Di halaman sebuah surau yang berdiri di bawah bukit, para laki-laki di kumpulkan dengan tangan di ikat di belakang. Lebih dari 30 orang serdadu belanda berjaga-jaga disana..
Suto malin mengendap-endap di balik semak-semak, melihat gerak gerik mereka dari tempat persembunyiannya.
"Dengarkan Wahai para penduduk..!!" Teriak komandan pasukan belanda.
" Jangan seorangpun coba-coba berontak terhadap pemerintahan hindia belanda !!, Kami akan menangkap dan menghukum setiap oknum yang coba-coba melawan pemerintah !!" Lanjut Si komandan pasukan.
" Dasar Penjajah..!!! " umpat seorang pemuda gagah yang menjadi tahanan mereka.
__ADS_1
" Kalian begitu licik..!!, kalian ambil hak kami lewat pajak belasting kemudian kalian bunuh anak kemenakan kami !!"
Suto malin kagum dengan keberanian pemuda itu.
"Kalian hanya berlindung di balik senjata api..!!. kalau kalian berani, aku tantang kalian duel satu lawan satu!"
" Siapa namamu..?!" Tanya sikomandan belanda.
" Akulah si kancun !, putra Pribumi asli !!, ini tanah nenek moyang kami yang ingin kalian rampas !!" Teriak Pemuda yang mengaku bernama kancun itu.
Sang komandan mendekatinya.
" Kamu pejuang..?!"
" Mempertahankan Tanah air tempat tumpah darah kami, mempertahankan segala hak milik kami adalah perjuangan yang sangat mulia dan di anjurkan oleh agama kami..!!" Jawab pemuda itu tegas dan lantang.
Sang komandan pasukan belanda tersenyum. " Apa kau pernah dengar siapa aku..?"
" Aku tahu andalah yang bernama Letnan ' Aldert' pembunuh berdarah dingin yang menyengsarakan rakyat pribumi!, Kalian para gerombolan perampok tanah dan hasil bumi kami..!!" Pemuda itu menatap tajam mata letnan aldert.
Letnan aldert di ikuti para serdadu belanda yang lain tertawa berbarengan.
" Biar aku yang memenuhi tantangannya, tuan !!" Sorak Seorang pemuda yang berdiri di barisan para serdadu. suto malin memperhatikan pemuda itu bukan berdarah eropa.
"Kacung belanda rupanya.." gumam suto malin.
Ya.., Pemuda itu adalah kaki tangan belanda yang di bayar untuk memerangi saudaranya sendiri..
" Ternyata Kau, kirun..!, Sudah menjadi penjilat pantat belanda kau sekarang ya??!" Ucap kancun tersenyum sinis.
Kirun menyeringai sembari mempelintir ujung kumisnya. Ia melangkah kancun..
" Aku patuh pada pemerintah,, bukan seperti kau ' Kancun' !!" Jawab si kirun.
Pemuda yang di panggil kancun itu tertawa lebar dengan nada mengejek.
" Hahahaha..!!, dasar bodoh !!!, pemerintahan yang sah di rantau minang ini adalah yang di pertuan alam syah pagaruyung !!, Namun telah di porak porandakan dan di pecah belah oleh belanda !!. Dan kau akan mati dalam penyesalan karna telah berpihak kepada penjajah !!, Kau ikut bertanggung jawab dari sekian ribu saudaramu yang mati dibunuh atas kekacauan yang sengaja di ciptakan tuanmu itu budak kolonial !!..., Dengarlah kirun, Namamu akan dikenang oleh anak cucu kita sebagai pengkhianat !!"
" Kau yang pengkhianat, bukan aku..!!" Tuding kirun. " Prajurit..!!, tolong buka ikatannya..!!, Aku akan menerima tantangannya untuk berduel !!"
Dua orang Serdadu belanda membuka Tali yang mengikat Kirun.
" Aku layani Keinginanmu..!,, Tapi ingat..!!, aku takkan mengasih ampun !!!" Ucap kirun pelan dengan nada mengancam.
Kancun tertawa terbahak-bahak. " Aku sanggupi, aku tak gentar..!!, tapi jika kau bisa ku kalahkan maka lepaskan semua tawanan dan kalian pergi dari sini..!!, Bagaimana..?!"
"Baiklah..!!" Jawab letnan aldert menimpali. " Tapi jika kau mati dalam pertarungan ini, semua yang ada disini ikutan mati !!" Usai bicara ia tertawa, di iringi para Tawa para serdadu belanda yang ada di sana.
' Betul-betul licik..' bathin kancun.
Arena pertarungan dadakan pun di buat. Kancun dan kirun bersiap-siap mengeluarkan jurus silat andalannya masing-masing.
Sementara itu Suto malin masih mengamati mereka dari balik semak-semak dengan mengendap-endap di balik semak-semak..
__ADS_1
" HIAAAAAAT...!!!"
Kirun segera menyerang kancun dengan tendangan kaki kanannya. Dengan sekali gerakan kesamping, kancun dapat menghindar dari serangan. Ia kemudian melancarkan serangan balik dengan melayangkan pukulannya ke arah wajah kirun.
" Tap..!!" Pukulan kancun di tangkap oleh Kirun, pergelangan tangannya di cekal kuat, dan..
" Dugh..!!" Tampa di duga sebuah pukulan telak menghantam perut kancun...
" Aaaaaaakh...!!" Kancun melengking kesakitan, tubuhnya terjatuh kebumi.
Kancun berusaha untuk bangkit kembali walau dengan wajah meringis, menahan rasa sakit di perutnya.
Kirun menyeringai, tawanyapun menggelegar. Di ikuti oleh tawa para serdadu. Kirun sudah yakin pada dirinya kalau ia bisa mengalahkan kancun.
" Baru ronde pertama kau sudah ambruk, Mungkin di ronde kedua kau sudah berada di neraka.., Hahahahaha...!!" Seringai kirun.
Kancun meludah ketanah,, ternyata bukan liur yang di keluarkan mulutnya, tapi darah segar yang kental.
" Kau jangan sombong, kirun !, Aku masih bisa berdiri !!, Aku masih kuat !!." Kancun telah bangkit kembali dan bersiap hendak menyrang.
" HIAAAAAT..!!" Sayang, Baru saja kancun berdiri, kirun kembali melayangkan tendangan kaki kanannya secepat kilat.
Kancun terkesiap, ia coba mengelak dengan memutar tubuhnya ke samping, namun terlambat, sebelum dapat menghindar dengan sempurna, hantaman kirun mengenai tulang rusuknya...
" AAAGH..!!!" Kancun kembali mengerang, tubuhnya terpelanting, jatuh beberapa meter kebelakang dari tempat ia berdiri tadi.
Kirun dan para serdadu kembali tertawa terbahak-bahak puas..
Sementara itu, suto malin yang tak tahan melihat kejadian itu berniat ingin keluar dari persembunyiannya. Rencananya ingin menolong kancun.., namun ia berpikir sejenak.
' Sebaiknya ku cari kesempatan yang tepat, Sangat berbahaya jika aku keluar sekarang.., Semua para serdadu bersenjata lengkap, aku bisa tertangkap..' bathin suto malin.
" Kau masih sanggup berdiri..??!" Teriak Kirun sembari tertawa mengejek.
Kancun merasakan kepalanya puyeng luar biasa, darah segar kembali mengalir di bibirnya. Kirun melangkahkan kakinya mendekati Kancun, Tangan kanannya mengeluarkan golok yang terselip di pinggangnya. Ia sudah berniat ingin menghabisi kancun yang tak berdaya ini..
" Seperti yang sudah aku bilang tadi, kau kalah maka kau mati, dan semua tahanan ikutan mati.." Ucap kirun menghunus goloknya. ia mendekati kancun yang masih tergolek tak berdaya untuk berdiri..
" Habisi diaaa..!!" Teriak para serdadu berulangkali serentak, memberi semangat pada kirun agar cepat bertindak.
Sementara itu para tawanan yang lain merasa cemas. Mereka ingat penyataan letnan aldert tadi, jika kancun bisa di lumpuhkan, semua tawanan ikut di bunuh...
Kancun yang menyadari hal tersebut berusaha untuk berdiri, ia merasa nasib para penduduk yang di tawan ada di tangannya, ia harus bangkit. Ia tak ingin mempertaruhkan nyawa para tawanan akibat ulahnya yang berani menantang belanda...
Langkah kirun semakin dekat, sedangkan kancun masih belum bisa untuk bangun meski ia sudah berusaha..
" Apa Permintaan terkahirmu bajingan..?" Tanya kirun.
Kancun menarik nafas dalam.. "Kau sahabatku semenjak kecil,, tapi hanya beberapa tahun menghilang dari kampung, tak kusangka kau ternyata sekarang datang telah berubah menjadi penghianat, dulu kau begitu perduli dengan sanak saudaramu..!!, apa yang membuatmu berubah..!!?" Tanya kancun bergumam lirih dan pelan..
Kirun tertegun sejenak, kemudian ia tersenyum sinis.., sangat sinis..
" Jangan kau ungkit lagi masa lalu..!!, Orang-orang di kampung ini tak kenal rasa terimakasih..!!, ibuku, saudaraku telah mereka sakiti..!!, mereka menderita hingga akhir hayatnya karna kekejaman yang di perbuat masyarakat kampung.!!" Kata kirun dengan geram, tatapannya penuh ambisi dan dendam.
__ADS_1