
Para serdadu belanda kian terdesak. mereka sudah banyak yang tewas dan roboh kebumi terkena anak panah dan sabetan pedang yang melayang kearah mereka dari empat sisi penjuru angin. Tampa sempat menarik pelatuk senjata mereka.
Di tengah panik dan sibuknya para serdadu menangkis serangan, seorang teman mereka berteriak..
"Tahanan kita sudah hilang..!"
Spontan semua serdadu kaget ketika menyadari Malin suto dan kancun tak lagi ada bersama mereka.
"Kita harus melaporkan ini pada tuan kapten dedrick...!"
Para serdadu berusaha meloloskan diri dari tempat itu, tapi sayang mereka benar-benar sudah di kepung oleh orang-orang yang jumlahnya begitu banyak, Setiap ada yang meloloskan diri, anak panah beracun memburu mereka hingga meregang nyawa..
Dua orang serdadu berhasil kabur menuju ke lapangan tempat penghukuman di adakan. tujuannya tentu saja hendak melapor pada kapten dedrick.
Dengan Tergesa-gesa, berlari sekencang-kencangnya, kedua serdadu itu terus memacu langkahnya. dengan perasaan was-was dan khawatir kalau-kalau mereka di ikuti..
Kapten dedrick dan tarun limbano tengah berbincang-bincang, di iringi canda tawa dan kelakar mereka. ketika melihat kehadiran dua orang serdadu yang datang dengan nafas tersengal-sengal, mereka kaget..
"Ada apa prajurit?" tanya Kapten dedrick.
"Ka..kapten.., kami di serang di perjalanan. kami terkepung dari segala arah. ribuan anak panah telah menghabisi kawan-kawan kami..!"
"Apa?!"
Tarun limbano dan kapten dedrick kaget.
"Kurang ajar..!" Kapten dedrick benar-benar geram. "Canti klewang..!"
Canti klewang datang menghadap. "Ya, tuan.."
"Sekarang kamu bawa seratus orang serdadu kesana!,, cari kembali dua orang tahanan itu. dan cari tahu siapa saja orang-orang yang bantu mereka..!" kapten dedrick memberikan perintah. Ia benar-benar murka..
"Baik tuan..!" jawab canti klewang segera mempersiapkan para serdadu.
sementara warga yang telah ramai-ramai hadir disana ada yang tertawa mencemooh ketika mendengar kabar itu. wajah kapten dedrick semakin memerah.
"Tuan Dedrick.." tarun limbano berkata pelan dekat ketelinga kapten dedrick.
"Ada apa tuan tarun?"
"Saya tahu siapa saja orang-orang di belakang para pemberontak yang tuan tahan itu."
__ADS_1
Kapten dedrick memandang tarun limbano..
"Siapa kira-kira tuan tarun limbano?"
"Sutan sati dasman dan perguruan harimau cakrawala yang ia pimpin..!"
Kapten dedrick terkesiap. "Tuan yakin?"
Tarun limbano tertawa kecil. "Tuan dedrick..., saya sudah lama mengenal mereka. dan saya yakin seyakin-yakinnya kalau yang saat ini punya ulah adalah Sutan sati dasman. kalau tuan ingin mencari dua orang tahanan itu, carilah di perguruan harimau cakrawala. disanalah sarangnya.., kapan perlu bubarkan saja dan cabut izinnya. asal tuan tahu saja,, sutan sati dasman itu adalah pemberontak berdarah dingin..., pemberontakan-pemberontakan kecil yang pernah terjadi di berbagai daerah di Pariaman ini, dia lah biang keladinya. ingat tuan, sutan sati dasman sangat anti kolonialisme dan benci pemerintahan hindia belanda."
Kapten dedrick berpikir sejenak.
"Bagaimana keputusan tuan?, saya akan bantu tuan untuk menangkap para gerombolan itu kesana.."
"Baiklah, kita sekarang berangkat ke tempat sutan sati dasman.." kata kapten dedrick.
"Canti Klewang..!" ia kembali memanggil canti klewang.
"Ya tuan.."
"Kita ke keperguruan silat harimau cakrawala.., hari ini kita hancurkan padepokan itu. cari dan ringkus kembali para tahanan yang telah mereka sembunyikan di sana..!"
Canti klewang tersenyum. inilah kesempatan yang ia tunggu untuk membalaskan sakit hatinya pada sutan sati dasman.
......................
Di padepokan harimau cakrawala.
"Terimakasih atas bantuannya bang.." ucap Suto malin yang duduk di sebelah kancun.
"Kita harus hati-hati.., aku punya firasat, orang-orang belanda akan datang kesini.." kata sutan sati dasman.
"Kalau mereka datang kita hadapi." Jawab kirun. "orang-orang kita sudah siap untuk bertempur lagi.
Sorang murid masuk dengan tergesa-gesa..
"Ada apa?" tanya sutan sati dasman.
"Celaka guru,, belanda datang dengan kekuatan yang begitu besar..!" wajah pemuda itu kelihatan panik.
Sutan sati dasman memandang kepada kirun dan suto malin bergantian. "Benar kan?.., ayo.., sekarang siap-siap..!"
__ADS_1
"Dasmaaaan...!!" Sebuah teriakan memanggil nama sutan sati dasman dari luar.
"Aku akan keluar.., kalian di dalam saja dulu.., kalau sendainya mereka memeriksa kedalam ruangan, sebelum mereka masuk, kalian bisa kabur lewat jalan rahasia bawah tanah yang bisa kalian lewati di kamar samping.." bisik sutan sati dasman melirik suto malin dan kancun.
"Baiklah, hati-hati bang.." jawab suto malin.
Sutan sati membuka pintu, ia melangkah keluar. di ujung sana sudah berdiri kapten dedrick, canti klewang dan tarun limbano. sementara di belakang mereka ratusan serdadu menghadangkan senjata laras panjangnya ke arah sutan sati dasman. melhat hal itu, ratusan para murid harimau cakrawala juga berlarian membantengi gurunya. mereka berbaris di depan guru mereka dengan juga mengacungkan senjata api dan panah ke arah kapten dedrick.
"Kau benar-benar bajingan, dasman!. kau telah membunuh sekian banyaknya serdadu dan membebaskan para tahanan..., kau harus bertanggung jawab. sekarang serahkan dirimu atau tempat ini kami akan hancurkan.." teriak kapten dedrick.
Sutan sati dasman tersenyum sinis. "apa yang yang kau bilang ini dedrick?"
"Kau jangan berkilah, dasman..!, ayo serahkan mereka..!" kapten dedrick kembali membentak.
"Aku tak paham apa yang anda sebutkan..!"
Kapten dedrick begitu geram, ia mencabut pistolnya dan langsung mengarahkan tembakan ke tubuh sutan sati dasman. namun, karna tubuh sutan sati dasman di lindungi oleh para muridnya, sehingga peluru itu menembus tubuh salah seorang murid.
Tembakan tersebut di balas oleh para murid, begitu juga dengan para serdadu belanda. saling balas tembakan terdengar di memekakan telinga.
Kapten dedrick melompat kebelakag barisan para serdadu yang sedang menembak membabi buta. sementara para murid harimau cakrawala yang mengadakan perlawanan mengendap-endap di balik semak rerumputan sembari terus memberikan perlawanan.
Tarun limbano melompat tinggi ke arah tempat sutan sati dasman berdiri.
Taap..!
Ia sudah berdiri tepat di depan sutan sati dasman.
"Sekarang tamat riwayatmu dan perguruan silatmu ini orang tua..!,, hahahaha..." seringai tarun limbano.
Sutan sati dasman tersenyum sinis. "Dasar penjilat kau tarun..?" umpat sutan sati dasman.
Tarun limbano kembali menyeringai. "Katakanlah orang tua, dimana kau sembunyikan mereka?"
"Apa urusanmu dengan mereka?.., kau ternyata benar-benar sudah menjadi kacung belanda, anak muda..!, aku bertambah yakin jika kematian sutan saluak balingka kaulah biang keladinya..! dasar jahanam..!"
Tarun limbano tertawa terbahak-bahak..
"Ha..ha..ha.., sebentar kalian semua yang akan mati, dan satu persatu perguruan harimau cakrawala yang banyak cabangnya itu lenyap di muka bumi.., tak ada lagi saingan perguruan macan putih. Hahahaha.."
"Hatimu memang busuk, tarun..! selama bertahun-tahun di masa sutan saluak balingka masih hidup, kami tak pernah merasa sebagai saingan..!"
__ADS_1
"Sekarang tidak lagi.., Kalian adalah musuh kami yang akan kami habisi.. hua..ha..ha..ha.."