Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
Bab 19


__ADS_3

Ruangan itu begitu gelap. suto malin tak bisa melihat keberadaan kancun.


"Tuan kancun..!" Panggil suto malin.


" Ada apa tuan suto?" terdengar jawaban kancun.


"Aku yakin,, Di antara orang-orang dalam pasti ada seorang yang sengaja di susupi oleh belanda untuk memata-matai segala rencana kita ." Kata suto malin.


"Siapakah kira-kira orangnya tuan?"


"Saya tak bisa memastikannya, tuan kancun. Semua yang bergabung bersama kita berjuang terlihat begitu antusias, tak sedikitpun aku curiga pada mereka."


"Apakah kira-kira kirun lembali membelot?" tanya kancun.


Suto malin tercenung dan berpikir sejenak. 'Ah.., rasanya tak mungkin, sebab selama ini pemuda itu begitu kelihatan begitu tulus melatih para pejuang di surau..' bathin suto.


"Aku tak yakin kirun akan membelot kepada belanda lagi, tuan kancun.." Jawab suto malin.


"Aku tak bisa sepenuhnya percaya, tuan suto..., Ia selalu di bayang-bayangi oleh kematian orang tuanya..., Bisa saja dendam di hatinya belum terkikis habis." terang kancun.


Suto malin terdiam, ia kembali memikirkan hal itu.


"Kita jangan dulu langsung menuduhnya tuan kancun. kita selidiki dulu.."


"Tuan suto,, andai betul kedapatan kirun yang menyebabkan semua gerak-gerik kita di ketahui belanda, maka aku tidak akan memaafkannya!!. akan kuhabisi dia!!" terdengar gemeretuk geraham kancun.


Suto malin menghela nafas. "Sekarang kita pikirkan bagaimana caranya kita bisa keluar dari ruangan gelap ini, tuan kancun.."


"Entahlah.., ruangan ini begitu gelap. besok pagi setelah matahari terbit dan bias cahayanya masuk kesini, kita cari celah-celah yang bisa kita lalui.." kata kancun.


Suto malin mendesah. "Kasihan sekali para pejuang itu. barangkali sudah banyak korban berjatuhan masuk perangkap. sedangkan kita tak bisa menolong mereka.."


Kancun juga menghela nafas berat. kekhawatiran juga terlintas di benaknya.


Di luar sana perburuan para serdadu terus berlanjut. Kirun berhasil membawa sebagian pemuda pejuang melalui celah melalui arah timur. mereka lolos dari kepungan para serdadu. akan tetapi pengejaran berserta tembakan masih mengarah pada mereka dari belakang.


Hanya sekitar 80 orang yang bisa meloloskan diri termasuk kancun sendiri, sisanya entah bagaimana nasibnya. yang pasti di antara teman-teman mereka sudah banyak berguguran. mereka seperti mengantar nyawa saja kegudang senjata belanda itu.


Dengan terengah-engah, menyusuri jalan pintas perbukitan dan semak-semak. akhirnya mereka sampai di halaman surau.


Kirun dan sisa para pemuda pejuang sesampai di halaman surau merebahkan badannya di rerumputan itu dengan kelelahan yang luar biasa. nafas mereka tersengal naik turun.

__ADS_1


"Astagfirullah.., teman-teman kita banyak yang tewas kita tinggalkan..." ucap salah salah seorang pemuda di sela gemuruh nafasnya.


"Semoga masih banyak yang hidup dan bersembunyi di tempat lain.. mari kita kirimkan Alfatihah pada rekan-rekan kita yang telah duluan pergi.." Kata kirun mencoba menenangkan aliran nafasnya.


"Apa rencana kita selanjutnya untuk menyelamatkan tuan kirun dan tuan suto?" tanya salah seorang pemuda yang lain.


"Kita susun rencana kita besok. yang jelas sekarang sebelum fajar menyingsing kita harus pergi dari surau ini. Aku yakin belanda akan mengejar dan mencari kita sampai kesini..." Ucap kirun.


"Kemana kita akan pergi?" tanya si pemuda.


"Kepadepokan Harimau cakrawala, Di ranah kayu maranting. kita akan membicarakan hal tentang tertangkap dan gagalnya misi kita malam ini pada sutan sati dasman..." Jawab kirun.


"Kita berangkat sekarang?"


"Ya.., bawa segala keperluan dan perkakas kalian.." Sembari menjawab, kirun segera bangkit.


Setelah semua di persiapkan, Rombongan itu segera berangkat menuju kepadepokan 'Harimau cakrawala' yang berada di ranah kayu maranting. jaraknya sekitar 7 kilometer dari ' Cimpur'.


Sesampai di gerbang padepokan silat Harimau cakrawala, Fajar telah membiaskan cahayanya di langit sebelah timur. Sutan sati dasman yang telah siap mengimami para muridnya sholat shubuh berjamaah, agak kaget melihat kedatangan kirun dan para rombongannya.


Kirun menceritakan semua kejadian yang telah mereka lalui, termasuk tentang tertangkapnya Suto malin dan kancun dalam penyerbuan tadi malam yang gagal total, bahkan mereka sendiri di jadikan bulan-bulanan dalam perangkap para serdadu belanda.


"Bagaiamana caranya?" Tanya kirun.


"Kalian bersembunyi saja disini dulu, jangan ada yang keluar. saya yang akan mengaturnya nanti.., Sekarang sebaiknya kalian istirahat dulu. aku tahu kalian dari semalam belum tidur."


Kirun mengangguk. Suta sati dasman mempersilahkan mereka istirahat di sebuah pelataran luas yang tempatnya agak tertutup, di belakang rumah Sutan sati dasman sendiri.


...*****...


Pagi telah datang, sang surya baru saja menampakan wajahnya di ufuk timur. Ruangan tempat suto malin dan kancun di sekap itu mulai di terangi cahaya mentari pagi yang menyelinap melalui celah-celah atap.


Suto malin terjaga dari tidurnya, ia sedikit kaget ketika tangannya terikat kebelakang, barulah kemudian ia ingat kejadian semalam. suto malin menarik nafas berat dan menghempaskannya kuat.


Samar-samar ia melihat kancun yang masih tertidur pulas yang tersandar di sudut dinding sebelahnya.


"Tuan kancun..!" Panggilnya membangunkan kancun.


Kancun membuka matanya, ia ikutan terperanjat merasakan kedua tangannya terikat kebelakang.


"Kenapa tanganku terikat??!" serunya.

__ADS_1


"Heh.., kita kan semalam tertangkap serdadu!!" Jawab suto malin.


"Astagfirullah.." Kancun baru ingat kejadian semalam.


Suto malin berdiri.., memeriksa kesemua sudut ruangan. terlihat beberapa perkakas ada disana.


"Tuan mencari apa?" tanya kancun.


"Aku mencari sesuatu benda tajam yang bisa memutuskan tali pengikat kita ini.." jawab kancun.


Kancun segera berdiri, ia pun mengamati setiap ruangan itu. Namun, tak satupun benda tajam yang terlihat. Mereka sama-sama menarik menghela nafas berat.


Suto malin mengamati ke atap yang terbuat dari plate itu. ia melihat celah yang bisa di lewati apabila tali pengikatnya tangannya ini lepas.


"Kita bisa saja melompat dari atap itu. namun dengan tangan terikat ini akan sangat sulit bagi kita naik memanjat kesana..." kata suto malin.


Kancun meliahat keatap.


"Tuan benar,, tapi pakai apa kita naik kesana?" tanya kancun berpikir sejenak.


"Coba tuan lihat itu..!" Suto malin mengisyaratkan pada kancun dengan mulutnya, di dinding ada tali yang di gulung dan di gantungkan pada sebuah paku yang tertancap di dinding.


"Ooh.." Kancun manggut-manggut. ia paham apa yang di maksudkan suto malin.


Kembali mereka mengamati sekeliling sembari memutar otak, mencari cara memutuskan tali yang mengikat kedua tangan mereka kebelakang.


Dari luar terdengar ramai langkah kaki mendekati ruangan mereka.


"Buka pintu.." terdengar sebuah suara yang mengintruksikan seseorang membukan pintu tempat mereka di sekap.


Daun pintu terbuka, muncullah kapten dedrick di iringi dua orang serdadu memasuki ruangan.


Pemimpin Sedadu belanda itu tersenyum sinis pada suto malin dan kancun.


"Phuah!!, Dasar pecundang!!" Kapten dedrick meludahi wajah suto malin.


Suto malin geram di perlakukan seperti itu, ia ingin menampar wajah si belanda itu. tapi ia tak berdaya untuk melawan dalam posisi tangan terikat seperti ini.


-----


👨‍💻 Next Bab Berikut ya,..!!

__ADS_1


__ADS_2