Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
26. Di Khianati sang pengkhianat


__ADS_3

Kapten dedrick siap-siap menarik pelatuk pistolnya..


"Door..!" satu tembakan di lepaskan dari moncong senjata kapten dedrick. sayang sekali tembakan tersebut tak mengenai sasaran. ketika peluru di muntahkan, sutan sati dasman sedang bergerak kesisi kiri. ia tengah sibuk menghadapi para serdadu..


Menyadari kalau dirinya sedang di incar oleh kapten dedrick, sutan sati dasman segera memalingkan wajahnya ke arah kapten dedrick. tatapannya begitu geram bak harimau yang ingin menerkam mangsanya. dengan satu gerakan ia melompat ke arah kapten dedrick..


Kapten derick kaget,, ia segera menarik pelatuk senjatanya. tapi sudah terlambat, tiba-tiba saja Sutan sati dasman sudah berdiri di hadapannya...


"Dugh..!"


Sebuah pukulan telak mengenai rahang kapten aldert. Pria berhidung mancung itu terjatuh.., pistolnya terpelanting ke semak-semak. darah segar mengalir di bibirnya..., ia tampak gemetaran..


"Tolong..!" teriak kapten dedrick pada para anak buahnya agar segera mendatanginya.


Sutan sati dasman menyeringai. "Pengecut kau ya..?!"


Sutan sati dasman bersiap-siap hendak kembali menghajar kapten dedrick..


Melihat hal itu, canti klewang segera melompat ke arah kapten dedrick. meninggalkan pertempurannya dengan kancun dan kirun. tugas utamanya adalah melindungi kapten dedrick..


"Hiaaat..!"


"Akh..!"


Belum sempat sutan sati dasman hendak menghajar kapten dedrick, sebuah tendangan yang di lancarkan canti klewang mengenai lambung sutan sati dasman. sehingga beliau terpelanting beberapa meter..


Sutan sati dasman bersiap hendak bangkit, tapi canti klewang sudah kembali memburunya..


"Hiaaaat...!"


Satu lagi tendangan mengenai rahang sutan sati dasman. pria setengah baya itu kembali terpelanting ke udara dan jatuh begitu kuat ke bumi..


Braakh..!!

__ADS_1


Ilmu beladiri yang dimiliki canti klewang memang luar biasa. oleh sebab itulah ia sangat di percaya oleh kapten dedrick dan di berikan upah yang lumayan besar perbulannya. bahkan seorang guru besar sekelas sutan sati dasman yang sudah malang melintang di dunia persilatan ranah minang bisa di buatnya ambruk hanya dengan dua kali gerakan.. kapten dedrick semakin memuji dalam hati tentang kehebatan anak buahnya ini. tak salah selama ini ia begitu percaya kalau canti klewang bisa menjaganya.


Sementara itu para serdadu sudah berbondong mendekati mereka dengan mengacungkan senjatanya pada sutan sati dasman yang masih merasakan tubuhnya belum stabil setelah menerima serangan dari canti klewang..


"Tembak dia..!, dan tembak saja semua mereka yang ada di sini..!, hancurkan padepokan ini..!" intruksi kapten dedrick.


Para serdadu bersiap memuntahkan pelurunya ke tubuh sutan sati dasman..


Namun tiba-tiba, dengan sekejap mata tubuh sutan sati dasman lenyap di sambar sebuah bayangan putih yang entah dari mana datanganya. semua yang hadir di sana terkesiap, termasuk canti klewang dan kapten dedrick.


"Darimana setan itu datang?" kapten dedrick seolah memgumpat pada dirinya sendiri.


Sementara.., para serdadu menembaki semua para murid harimau cakrawala yang tersisa, akan tetapi membunuh seorang murid harimau cakrawala dengan sanapan api bukanlah hal yang mudah, mereka mempunyai ilmu meringankan tubuh yang dengan mudah menghindar kanan kiri, bahkan melayang di udara.


Para murid banyak yang sudah menghilang tampa jejak, entah kemana dan bagaimana bisa mereka meloloskan diri dari tembakan para serdadu yang membabi buta. begitu juga dengan suto malin, kancun, dan kirun.., mereka juga tak terlihat lagi keberadaannya..


Yang tersisa hanyalah para murid yang tak bisa lagi bergerak atau sedang sekarat.. mayat bergelimpangan di kedua belah pihak, baik pihak serdadu belanda maupun pihak dari perguruan harimau cakrawala sendiri.


Bagaimana dengan tarun limbano yang tak bisa bergerak lagi?, ia masih bersimpuh di tempat dimana ia tadi di lumpuhkan suto malin.. jangankan untuk berjalan, beridiripun ia tak mampu.


"Tuan.."Suara tarun tertahan.


Kapten dedrick menatap tarun limbano dengan tatapan mengejek.


"Ternyata ilmu beladiri tuan tarun tak seimbang dengan para cecunguk itu.." kata kapten dedrick menyeringai.


"Mereka sangat kuat, tuan.." jawab tarun limbano menunduk malu.


"Hahahaha.., kalau mereka tak kuat, maka mereka takkan berani melatih dan mendirikan perguruan silat .., kan tak lucu kalau seorang guru silat hanya dengan dua kali gerakan ambruk dan tak berkutik..huahahaha.." Kapten dedrick tertawa lebar. di ikuti oleh canti klewang dan para serdadu. Tarun tahu jika kata-kata itu di tujukan untuk meremehkannya, ia semakin malu pada diri sendiri.


"Prajurit..!, bakar tempat ini.. jangan sampai ada yang tersisa..!, besok kita cari mereka sampai dapat.." perintah kapten dedrick pada anak buahnya.


"Baik kapten..!" jawab serdadu serentak.

__ADS_1


Kemudian kapten dedrick dan canti klewang segera melangkahkan kaki hendak berlalu.


"Tuan..!" teriak tarun limbano.


"Ada apa tuan tarun?" tanya kapten dedrick pura-pura tak mengerti.


"Tolong saya,, saya tak bisa berdiri, tulang punggung saya patah..."


Kapten dedrick dan canti klewang saling pandang, kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.


"Tuan guru muda tarun.., sebaiknya anda selamatkan diri sendiri saja.. jadi guru silat itu jangan cengeng.." jawab kapten dedrick meneruskan langkahnya. gelak tawa masih terdengar di mulut canti klewang dan kapten dedrick...


Tarun limbano benar-benar geram. ia tak terima dengan perlakuan kapten dedrick.


"Dedrick..!!" Tarun berteriak lantang. "Aku telah membantumu, tapi kalian meninggalkanku dalam keadaan tak berdaya seperti ini..!"


Teriakan tarun tak di tanggapi oleh canti klewang dan kapten dedrick. yang terdengar hanya gelak tawa mereka, mentertawakan kebodohan tarun limbano..


Api mulai melalap bangunan padepokan harimau cakrawala.. menghanguskan semua puing-puing bangunan itu..Suto malin berusaha sekuat tenaga beranjak dari tempat itu agar tak ikutan di lalap sijago merah yang menggila.


Ia menumpukan tangannya ke tanah dengan sekuat tenaga.., tiba-tiba..


"Bwaoof..!"


"Aaaakh...!"


Sebuah tiang bangunan yang dilalap api roboh, pas mengenai tubuhnya.. tarun berteriak histeris kesakitan.., hanya beberapa detik sebelum ajal menjemputnya.. tubuh guru muda sang pembunuh berdarah dingin itu hangus dilalap api..


Kenapa kapten dedrick meninggalkan tarun limbano dalam keadaan tak berdaya?, tentu saja, karna kapten dedrick sudah hafal bagaimana karakter seorang pengkhianat. sekali pengkhianat tetap bemental pengkhianat, sedangkan berkihianat pada saudaranya sendiri ia tega, apalagi berkhianat pada bangsa pendatang?.


Walaupun kapten dedrick masih memakai jasa canti klewang sebagai penjaganya, bukan berarti dedrick begitu saja mempercayai si canti klewang sepenuhnya, tapi setidaknya ilmu silat canti klewang lebih bisa di andalkan ketimbang tarun limbano yang ternyata menghadapi suto malin dan sutan sati dasman ambruk dalam beberapa langkah saja.


Alasan kedua?, tentu saja perguruan macan putih akan mereka ambil alih dengan mengangkat seorang guru muda di antara para murid senior.

__ADS_1


Perguruan macan putih akan berada langsung di bawah pengelolaan pemerintahan hindia belanda, yang mewakili kapten dedrick sendiri..


__ADS_2