Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
Bab 12


__ADS_3

Sutan Saluak tersentak dari tidurnya setengah berteriak. Tersadar dari mimpi buruk yang barusan menganggu istirahat malamnya.


Nafasnya tersengal-sengal. ia melihat kesamping, Rosna masih tidur pulas sembari memeluk guling, seolah tak terusik dengan teriakannya barusan.


" Mimpi itu lagi.., Sudah tiga hari berturut-turut.., pertanda apa ini..?!" gumamnya sendiri. ia mengusap wajahnya. " Apakah betul ada orang terdekat yang ingin mencelakaiku..?!"


Rasa khawatir menyelimuti pikirannya. ia kemudian bangkit menuju ruang tengah. Ia duduk sendirian di kursi tamu. perasaannya tak enak, gusar bercampur kekhawatiran.


Ia mengingat-ingat pada siapa saja orang terdekat yang pernah bermasalah dengannya. Namun ia tak merasa punya musuh ataupun pernah menyakiti orang-orang terdekat dengannya.


Ia menyandarkan tubuhnya sembari memejamkan mata.., karna terlalu lelah iapun tertidur di tempat duduknya itu hingga pagi menjelang..


...☆☆☆☆...


Kapten dedrick memanggil canti klewang menghadap ke ruangannya.


" Bagaimana rencanamu itu canti klewang?" Tanya Kapten dedrick.


" Besok malam langsung kita laksanakan, tuan.. saya membutuhkan sekitar 15 orang prajurit saja untuk mengawal kesana." Jawab canti klewang.


" Bagaimana skenario yang akan kau mainkan?" Tanya kapten dedrick lagi.


Canti klewang berbisik ketelinga kapten dedrick. Kapten dedrick tertawa senang mendengar rencana yang di atur canti klewang itu.


" Ha ha ha..., Bagus..!, rencanamu itu bagus sekali, canti...! Aku setuju sekali !" Kata kapten dedrick tertawa lebar sembari menepuk bahu canti klewang berulangkali.


" Tuan.., Untuk melaksanakan itu saya juga butuh sedikit uang buat persiapannya." Kata canti klewang dengan memainkan jarinya, memberikan sebuah isyarat.


" Oooh,, kau tenang saja..., bahkan setelah rencana inipun berhasil kau akan kuberikan bonus yang berlipat ganda.."


Mata canti klewang berbinar-binar. " Tenang saja, tuan. Rencana saya kali ini akan berhasil, percayalah.."


" Bagus.., Aku percaya kau bisa di andalkan canti klewang.. ha ha ha.." kapten Dedrick tertawa senang.


" Tadi pagi seorang mata-mata yang aku tempatkan di cimpur mengatakan bahwa pemuda yang bernama suto malin itu sudah mempersiapkan orang-orang untuk memberontak. Mereka menjadikan surau untuk basis pertahanan mereka. Dan asal kau tahu, Pemimpin perguruan harimau cakrawala ternyata secara diam-diam membantu pemberontakan !"


" Apa..?!, maksud tuan itu si sutan sati dasman?" Canti klewang terperangah. Ia tahu bagaimana kehebatan sutan sati dasman dan para anak muridnya.


" Ya..!, mata-mata saya sendiri yang melihat ia mendatangi suto malin ke cimpur !" Terang kapten dedrick.


Tersirat kekecewaan raut di wajah canti klewang.


" Tuan tenang saja,, perguruan macan putih cukup besar dan mempunyai pengaruh di dunia persilatan, muridnyapun sudah ribuan di 4 cabangnya yang berdiri dalam wilayah yang berbeda-beda. Kita tanamkan di pemikiran setiap murid perguruan tersebut rasa peduli dan tunduk pada pemerintah hindia belanda., kita tanamkan semangat mereka untuk berjuang bersama pemerintah memadamkan pemberontakan." Kata canti klewang menenangkan kapten dedrick.


" Yaa,, Kau atur saja ya..!"

__ADS_1


" Iya tuan.., Kalau begitu saya permisi dulu. saya akan persiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran rencana kita esok." pamit canti klewang.


" Ya, Silahkan.." jawab kapten dedrick.


Canti klewang segera bergegas keluar ruangan.


...☆☆☆☆...


Tarun limbano baru saja Merebahkan tubuhnya ketika terdengar ketukan pintu kamar dari luar.


" Tuan guru..!" terdengar suara dari luar memanggilnya.


Ia bergegas membukakan pintu. seorang murid 'Macan putih' muncul dari balik daun pintu.


" Ada apa?" tanya tarun limbano pado murid didiknya itu.


" Guru besar Sutan saluak balingka memanggil anda untuk datang ke tempatnya, tuan guru.."


Seeer...!


Darah tarun limbano berdesir hebat. ' Ada apa gerangan?, apakah rahasianya terbongkar?' bathin tarun limbano.


" Malam ini?" tanya tarun limbano pada muridnya itu.


" Iya tuan guru.."


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan guru.." pamit pemuda itu.


" Silahkan !, terimakasih banyak, ya..?!"


" Sama-sama tuan guru.."


Selepas pemuda itu pergi, tarun limbano tercenung sejenak. Dadanya berdegup kencang, rasa khawatir merenda hatinya.


Ia berpikir sejenak, hingga kemudian dia memutuskan untuk datang saja menemui sutan saluak balingka ketempat kediamannya.


Lebih kurang dari 20 detik, tarun limbano sudah sampai di halaman rumah anjungan sutan saluak balingka. ia segera menaiki tangga rumah tersebut. terlihat rosna, sutan saluak, dan anak-anaknya tengah duduk di ruang tamu. Dada tarun limbano berdebar kencang.


" Ayo masuk tarun..!!, duduklah..! " sambut sutan saluak.


" I.. ya, Bang.." Jawab tarun gugup. ia menghenyakan pantatnya di kursi, berhadapan-hadapan dengan tuan rumah. sekilas ia memandang rosna, istri sutan balingka itu tersenyum.


Kemudian rosna bergegas berlalu kedalam, berniat membuatkan secangkir kopi untuk tamunya yang merupakan selingkuhan terkutuknya.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menaiki tangga rumah.

__ADS_1


" Assallammualaikum.." seseorang muncul sembari memberi salam. ternyata yang datang adalah sidi kurai tajun, yang mana kedudukannya sama dengan tarun limbano, yaitu sama-sama Pengurus dan pelatih padepokan macan putih.


" Waalaikumsalam.." Jawab Tarun dan sutan saluak berbarengan.


" Silahkan duduk, Sidi..!" Ucap sutan saluak balingka.


" Ya, Bang.." Sidi kurai tajun duduk di kursi sebelah tarun limbano.


" Rosna..!" Sutan saluak memanggil nama istrinya yang sedang di membikin minuman di dapur.


" Iya, Bang.."


" Sekalian bikin tiga gelas kopi ya..!"


" Iya, Bang.." jawab rosna dari dapur.


" Ada apa sebenarnya Abang memanggil kami menghadap kesini..?" tanya sidi kurai tajun.


Sutan saluak menghela nafas dalam.


" Sangat banyak yang ingin aku bahas, yang pertama adalah tentang kedatangan sicanti klewang kemaren sebelum aku berangkat ke luhak nan tuo. yang kedua tentang pertemuan antar peguruan silat di padepokan Elang mandala yang gagal total, Bahkan perkumpulan itu sudah bubar." terang sutan saluak.


" Bubar?" sidi kurai tajun sedikit kaget. sementara tarun mengernyitkan dahinya.


" Ya.., Politik Belanda telah merasuki beberapa perguruan silat yang tergabung di perkumpulan itu, Aku sendiri berdebat hebat dengan arya garende si penjilat itu, ia ngotot untuk mengabdi pada pemerintahan kolonial. ketika aku mengajak para guru yang lain berontak melawan belanda, ia tek setuju dengan mengeluarkan kata-kata pedas yang tak pantas ia katakan di depan umum. Aku kesal, karna ia tak bisa menjaga kesopanan berbicara pada orang yang lebih tua..!" Sutan saluak menerangkan.


Sidi kurai tajun manggut-manggut. " Lantas masalah kedua apa?"


" Sehari sebelum aku berangkat ke luhak nan bungsu, si canti klewang datang menemuiku Sebagai utusan dari kapten dedrick. ia mencoba melobiku agar mau bekerjasama menekan para pemberontak. Ia ingin padepokan Macan putih dijadikan salah satu perguruan pro pemerintah dan ikut membantu melawan para pejuang pribumi..., Ini yang sangat menghawatirkanku.."


Rosna muncul dari dalam rumah, ia membawakan tiga cangkir kopi dan menarohnya di depan merka bertiga.


Sekilas tarun melirik wajah rosna, ketika rosna juga meliriknya, mereka beradu pandang. Tarun limbano mengedipkan matanya tampa di ketahui sutan saluak dan sidi kurai tajun. pipi rosna bersemu merah mengulum senyumnya malu-malu.


" Apa yang membuat abang khawatir?" tanya sidi kurai kemudian.


Sutan saluak menarik nafas lagi, lalu mengehempaskan kuat.


" Sidi.., Kamu kan tahu, kita ada tiga orang mengurus perguruan ini. aku yakin belanda takkan berhenti mempengaruhi perguruan-perguruan silat yang ada di ranah ini. Aku khawatir kalian akan terpengaruh oleh mereka yang pada akhirnya menghianatiku.." Ucap sutan saluak dengan wajah serius.


Sidi kurai tajun tertegun, kemudian ia tertawa kecil. " Ah.., Pikiran abang terlalu jauh., mana mungkin kami akan menghianati abang..?!, Bukankah semanjak kita masih belajar pada guru yang sama, sudah sama-sama saling berjanji di hadapan guru untuk tidak akan berkhianat. bahkan guru kita sudah menerapkan jiwa patriot dan takkan mengabdi pada para penindas maupun penjajah.."


Tarun limbano yang sedang mendegup kopinya, terseguk seketika ketika sutan saluak mengatakan itu.


" Jika begitu jawabanmu aku cukup tenang. namun terkadang bayangan mimpi burukku selalu datang mengganggu pikiranku..."

__ADS_1


" Mimpi apa Bang?"


__ADS_2