
" Jangan kau salahkan Warga kampung!!, kesalahan ini adalah karna ayahmu... Andai saja ayahmu tidak bekerja menjadi mata-mata belanda, tragedi itu takkan pernah terjadi.., namun sayang sekali, ternyata kesalahannya itu di wariskan lagi kepadamu sekarang !!" ucap kancun.
" Phuah..!!, Jika betul ayahku mereka hukum, tapi kenapa ibu dan adikku ikut mereka bakar di dalam rumah tersebut..?!" teriak kirun menggelagar. ingatannya kembali kemasa lalu.
" Itu tragedi yang tidak di sengaja, kirun !!, Warga ketika itu sedang Di liputi rasa geram setelah kemarennya belanda menyerang desa mereka dan membumi hanguskan rumah mereka. membunuh dan memperkosa wanita desa termasuk anak-anak kecil yang jadi korban mereka, hanya dikarenakan mencari dua orang pejuang pribumi, puluhan warga desa menjadi korban kekejaman belanda, jelas saja masyarakat geram dan membalaskan sakit hati mereka pada siapapun orang-orang yang bekerja pada pemerintahan kolonial..!!" jelas kancun.
"Apa yang di katakan kancun benar..!! " Teriak salah seorang Pria tua yang ikutan ditawan. Kirun berpaling menatap si lelaki tua itu..
" Kau ikut Ketika itu membakar rumah orang tuaku pak tua ?!" Tanya kirun.
" Iya..!!, Tapi warga ketika itu tak menyadari kalau ibu dan adikmu ada di dalam rumah. Seorang warga mengatakan kalau ibu, kamu dan adikmu sedang menginap di tempat nenekmu, malam itu ada acara tahlillan 100 hari meninggalnya kakekmu. saat itulah warga beraksi karna memang sudah geram dengan ayahmu setelah di ketahui adalah antek belanda yang sudah banyak membunuh, merampas dan membakar rumah warga... kemudian warga sadar ketika Yang terdengar dalam rumah yang kami bakar bukan hanya jeritan ayahmu, tapi juga Jeritan suara perempuan..., kami berusaha menyelamatkan ibumu dan adikmu,,, Tapi sangat di sayangkan sekali..., api semakin membesar. kami sudah berusaha untuk memadamkan api, tapi sudah terlambat..., ketika api sudah padam, keluargamu Sudah tiada.., Barulah kami tahu, ternyata yang bermalam di tempat nenekmu malam itu hanya kau sendiri Kirun..., Kami sangat menyesal ketika itu..." jelas Laki-laki tua itu menundukan kepalanya. memang terbias penyesalan mendalam yang tersirat di wajahnya..
Kirun berjalan mendekati laki-laki tua itu. Pandangan matanya tajam menatap wajah yang sudah keriput di hadapannya..
" Tak cukup hanya dengan kata penyesalan saja, pak tua.., tapi kau juga mesti merasakan penderitaan mereka..." kata kirun pelan seperti berbisik,, begitu dekat di telinga Si lelaki tua.., Dan...
" AAAAAGH...!!!" Terdengar lengkingan menyayat hati di udara. Golok yang di pegang kirun merobek perut Orang tua yang tak berdaya itu.
Semua tawanan termasuk kancun sendiri kaget dan berteriak histeris. " Pak Lemaaaan..!!"
Tubuh tua itu tersungkur kebumi meregang nyawa.
Melihat kejadian tersebut, letnan Aldert bertepuk tangan dan tertawa senang. ia begitu bahagia melihat kirun tak segan-segan menghabisi saudara sebangsanya sendiri...
Suto malin yang masih di tempat persembunyiannya tersentak, melihat kejadian itu ia semakin geram, terdengar gemeretuk di rahangnya, menahan emosinya yang kian memuncak..
Sama halnya dengan kancun. ia berusaha sekuat tenaga untuk bangkit kembali..., dan iapun berhasil,, tenaganya berangsur pulih.., dengan nafas tersengal ia berdiri menantang kirun..
" Aku telah kembali kiruuun..!!" teriak kancun dengan mata tajam bak macan yang hendak menyergap mangsanya..
Kirun menoleh kebelakang, ketika melihat kancun sudah berdiri ia tersenyum sinis. secepatnya ia melompat ke arah kancun dengan tendangan dari udara..
" Hiaaaaaat...!!!"
__ADS_1
" Ciaaaaat..!! " Kancun juga melompat menyerang menyongsong serangan kirun.
Tendangan mereka beradu di udara, kaki kanan kancun tepat mengenai rahang kirun, sementara tendangan kirun tepat di lambung kancun. keduanyapun melayang dan jatuh kebumi.
Kirun dan kancun meringis kesakitan, namun keduanya berusaha untuk bangkit kembali dan sama-sama saling menyerang..., karna kancun tidak menggunakan senjata, kirun melempar goloknya, ia ingin menghadapi kancun juga dengan tangan kosong.
" Hiaaaaaat..!!"
Duel saat ini tampak berimbang, tak sama dengan duel sebelumnya, kirun dan kancun sama-sama Masih bertahan dan saling menghindar.
Setengah jam berjalan,, namun belum ada lawan yang roboh. mereka sama-sama kuat dan sulit di patahkan.
" Aku setengah hati menyerangmu di awal permulaan karna aku masih mengingatmu sebagai sahabat lamaku., tapi kali ini aku telah berniat untuk mengirim keneraka..!!" teriak kancun.
" Jangan banyak bacot, ayo buktikan kalau kau bisa..!!" jawab kirun yang masih sigap menghidar dan menyerang kancun.
Sementara itu diam-diam letnan aldert memanggil salah seorang serdadu dan membisikan sesuatu kepada bawahannya itu, seolah memberikan sebuah intruksi yang sengaja di rahasiakan.
" Doooor..!! " terdengar sebuah tembakan mengarah kepada kancun. ternyata letnan aldert memberikan intruksi untuk menembak kancun.
" Akh..!!" Tembakan itu hanya mengenai pangkal lengan kancun, darah segar mengalir.
"Bajingan..!" umpat kancun meringis menahan sakit..
Karna Sasaran serdadu itu di nilai meleset, letnan aldert pun meraih pistolnya, menargetkan perut kancun untuk sasaran selanjutnya..
" Hentikan !!, Siapa yang menyuruh menembak..!!" teriak kirun. " Aku belum selesai..!! "
" Minggir lah kirun..!!, biar aku selesaikan dengan cepat !!, ini sudah buang-buang waktuku terlalu lama..!!" teriak letnan aldert.
" Jangan tuan..!!, aku ingin secara ksatria menghabisinya..!" sanggah kirun.
" Kau sepertinya kewalahan menghadapinya kirun..!!, dengan pistol ini lebih cepat menghabisinya.., minggir lah..!!"
__ADS_1
" Aku tak setuju tuan letnan..!!" Kirun bersikukuh.
Sementara itu kancun masih meringis sembari memegang pangkal lengannya yang mengucurkan darah segar..
Ia tak heran lagi kalau para kolonial belanda itu licik, dan tak bisa di percaya..
" Apa maksudmu kirun..?!" tanya letnan aldert.
" Aku ini seorang jawara..!!, Aku ingin ia mati Di tanganku sebaga jawara yang kalah di medan perang..!!" jawab kirun.
" Lupakan saja ambisimu kirun..!!, kau dalam tugas..!!, Aku pemimpin disini, dan aku yang memerintahmu..!!"
" Beri aku kesempatan tuan letnan..!!"
Letnan aldert menatap alrloji gantungnya.
" Baiklah kirun..!!, 15 menit lagi kau tak bisa mengalahkannya maka peluru pistolku yang menyudahinya..!!"
" Baik tuan letnan..!!" jawab kirun. ia kembali menatap kearah kancun. kancunpun siap siaga.
" Waktumu di dunia ini cuman 15 menit lagi kancun..!!" seringai kirun.
Kancun tersenyum sinis. " Kalian memang licik kalaupun aku menang melawanmu, Aku tak percaya Mereka akan melepaskanku.."
" Aku yang menjaminmu., Kau tenang saja.., tapi toh pada akhirnya kau juga takkan sanggup melumpuhkanku. " kirun kembali menyeringai...
Kancun Tertawa sinis. " Bagaimana kau bisa menjamin..?!!, sedangkan kau sendiri tidak bakalan bisa menjamin keselamatanmu sendiri di tangan mereka. kau hanya akan di jadikan pecundang oleh mereka kirun..!, Setelah kau tak di perlukan lagi maka kau juga akan di habisi. kau terlalu bodoh jika mempercayai belanda yang licik."
Ujung bibir kirun kembali menyeringai. matanya penuh ambisi menatap tajam ke arah kancun.
" Aku tak perduli keselamatanku sendiri, aku sangat puas jika mampu membalaskan kematian orang tua dan adikku..!!,, kapan perlu kampung ini harus di tenggelamkan !! " Ucap kirun penuh dendam.
" Itu semua telah menjadi suratan tangan dan takdir hidup yang sudah di gariskan untukmu kirun..!, jangan kau salahkan orang kampung..!!, cukup urusanmu denganku, berdebah.. jangan lagi kau salahkan warga..!"
__ADS_1