
Mentari sudah menukik ke arah barat, Menandakan sore telah datang meyongsong senja yang akan tiba.
Di halaman padepokan silat 'Macan putih', Para murid persilatan tengah berlatih. Sementara, Di halaman sisi lainnya terlihat dua bocah tengah bermain kejar-kejaran, Kaharudin dan adiknya, rossiah.
Dalam Kamar rumah anjungan milik Sutan Saluak balingka, Dua pasang insan tengah berpacu mengejar birahi. Gemuruh nafsu yang Tak terkendali, dalam perselingkuhan yang begitu mereka nikmati.
Mereka adalah Rosna dan tarun limbano ganjang. Selama dua hari Sutan saluak pergi, Rosna dan tarun limbano ganjang selalu mencari kesempatan yang tepat untuk Berdua dikamar. Sesuatu yang sangat pantang bagi suku minang telah mereka langgar, tampa ada orang yang tahu.
Kesempatan itu rosna Lakukan ketika anak-anak Sutan saluak balingka sedang bermain keluar rumah. Bahkan rosna menyuruh anak-anak supaya cepat-cepat pergi bermain, kalau bisa jauh-jauh dari rumah, biar mereka lebih nyaman tampa ada yang mengganggu.
Rosna dan Tarun sama-sama terengah-engah dengan nafas memburu. Puncak kenikmatan telah mereka raih, Keringat bercucuran di kening mereka. Rosna menutupi tubunya dengan kain songketnya sembari berbaring memeluk tubuh tarun limbano.
" Dua hari ini aku sangat merasa bahagia sekali..., dan aku berharap selamanya kita seperti ini..., semoga saja Suamimu itu di perjalanan mati di bawa kereta kudanya masuk jurang 'di ngarai lembah anai' ketika perjalannya pulang dari luhak nan bungsu..." Tarun limbano menyeringai.
Rosna hanya diam, bibirnya mengecup bahu kekar laki-laki yang jadi selingkuhannya itu.
" Andai kau tahu, dik.. hatiku begitu hancur dan cemburu melihatmu berdua dengan si tua bangka jelek itu setiap hari..." Sambung Tarun.
" Sudahlah.., Toh masa yang kita tunggu sebentar lagi juga datang. Kita akan berdua selamanya.." Ucap rosna mengedipkan matanya kepada tarun.
Tarun tersenyum. " Aku sudah tak sabar menunggu masa itu.., Kamu jangan lupa dengan rencana kita ya..?"
Rosna mengangguk.
"Kriiik...!!"
Tiba-tiba di halaman terdengar ringkikan kuda di barengi suara dua bocah..
" Ayaaaah...!, Ayah sudah pulang..!" Suara kaharudin mengagetkan rosna dan tarun limbano ganjang.
" Katanya suamimu di sana empat hari ??" Tarun terkesiap, rosna pucat menggigil.
" Dia bilang 4 hari, tapi kenapa cepatan pulang ya..?"
Tarun segera bangkit, meraih pakainnya. Suara langkah kaki menaiki tangga jelas terdengar dari luar. Tak mungkin ia akan keluar melalui pintu utama yang akan langsung berpapasan dengan sutan saluak balingka. Rosna kian pucat pasi..' Celaka ' bathinnya.
__ADS_1
Tarun Tak kehilangan akal, ia membuka jendela dan melompat keluar dengan hanya memakai celana 'galembongnya', Sementara baju yang tak sempat ia pakai, di lingkarkan kelehernya.
Tepat, pas kaki tarun menginjak tanah, sutan balingka muncul di pintu kamar.
" Eh..., Aa.. abang su.. sudah pulang..?, kok cepetan?, katanya empat hari..?" Sambut rosna mencoba menutupi rasa khawatir di hatinya.
Sutan saluak hanya diam, matanya menatap setiap lekuk tubuh rosna yang masih di lilit kain songket buatan Ranah silungkang itu dengan tajam.
Rosna kian cemas, bibirnya pucat pasi. Ia sudah membayangkan apa yang bakalan terjadi jika sutan saluak mengetahui Perselingkuhannya dengan tarun limbano.
Tatapan Sutan Saluak kian tajam kewajah istrinya, rosna tak bisa bicara lagi. Tubuhnya mulai menggigil.., Namun tersungging senyuman di bibir suaminya itu, rosna tercenung.
Senyuman itu semakin lebar. Sutan saluak mendekati istrinya dengan perlahan..
' Yaaa.. tuhan.., apa yang akan dia lakukan..?, menghajarku?' Bathin rosna, wajahnya kian pasi.
Sutan saluak memegang bahu gadis itu dan membelainya..
" Rosna.., Kamu menunggu aku dengan segininya?, tampa berpakaian..?,, ternyata kamu kesepian setelah dua hari kutinggalkan ya..?" Tanya sutan saluak pelan setengah berbisik.
" Akupun juga sangat merinduimu, dik.., aku merasa tersanjung dengan caramu menyambut kedatanganku seperti ini..."
Rosna menarik nafas lega.., ternyata suaminya tak curiga sama sekali dengan apa yang telah ia perbuat bersama tarun limbano ganjang. Ia tersenyum kearah sutan saluak, kemudian memeluk laki-laki itu, pura-pura bahagia suaminya pulang untuk menutupi perbuatan terkutuknya.
" Ya bang..., rosna sangat tersiksa,, rosna rindu belaian abang.." ucap rosna berbisik.
" Oh ya bang.." sambung rosna. " tuh di atas meja ada undangan acara ulang tahun, mengundang kita makan-makan ketempat yang telah ia sediakan.."
Sutan saluak melirik secarik kertas undangan yang tergeletak di atas meja di samping sofa tidur.
" Siapa yang mengundang?" Tanya sutan saluak.
" Tarun limbano ganjang, acaranya dua hari lagi..." jawab rosna.
Sutan saluak terkekeh. " Ada-ada saja adik seperguruanku itu.., Pakai acara ulang tahun segala.., sudah meniru orang-orang belanda dia rupanya.., Tapi biarlah kita datang saja agar hatinya senang.."
__ADS_1
Rosna tersenyum.
" Sudahlah.., lupakan saja itu dulu.. yuuk.., aku sudah tak sabar.." Sutan saluak berbisik ketelinga istrinya. Rosna tersenyum lega,, ternyata sutan saluak tak sedikitpun curiga.
Sutan saluak mengangkat tubuh mungil istrinya keatas ranjang. Ranjang yang barusan sebelum kedatangannya di tiduri oleh tarun limbano dalam fantasi liarnya bersama rosna.
...☆☆☆☆☆☆...
Seorang Pria bercadar hitam menghadap kepada kapten dedrick. Pria berpakaian serba hitam itu memberi hormat dengan membungkukan badannya..
" Kabar apa yang kau bawa?" tanya kapten dedrick.
" Suto malin sudah menyusun kekuatannya yang berada di cimpur., kekuatan itu semakin besar.. dalam hitungan saya, mungkin lebih dari lima ratus orang sudah bergabung dengannya..." terang pria itu.
Kapten dedrick manggut-manggut.
" Sebaiknya kapten cepat bertindak. sebelum pengikutnya bertambah banyak, keamanan anda sedang terancam.." lanjut pria itu.
" Tunggu beberapa hari lagi,, Si canti klewang ingin menjalani rencana dulu menyusup di perguruan Macan putih, Setelah perguruan itu kita kuasai, maka kita bisa pergunakan perguruan silat itu untuk kepentingan politik maupun untuk meredam kekuatan suto malin itu.." seringai kapten dedrick. tersungging senyuman licik di bibirnya.
" Hati-hati tuan..!, Sutan sati dasman juga berpihak pada suto malin. saya lihat sendiri guru besar harimau cakrawala itu sedang mengunjungi suto malin di cimpur."
Kapten dedrick sedikit kaget. " Apa..?, ini harus di cegah sebelum mereka bersatu dan sama-sama berontak..!."
" Itulah yang saya cemaskan, tuan.. secepatnya tuan harus bertindak.."
" Nanti aku bicarakan dulu dengan bawahan saya rencana kedepannya.." Kapten dedric memberikan sebuah bungkusan dari kain suto yang isinya koin emas. ia melemparkannya ke arah pria itu.
Dengan sigap si pria bercadar menangkap bingkisan.
" Terimakasih tuan.., Saya permisi dulu.." Kata pria itu sembari berlalu keluar ruangan.
Kapten dedrick menarik nafas dalam.
' Ini benar-benar celaka,, aku bisa di tegur gubernur militer hindia belanda lagi apabila terjadi pemberontakan berlanjut di pariaman ini...' gumam kapten dedrick dalam hati.
__ADS_1