Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
6. Ketegasan Sutan Sati Dasman


__ADS_3

Di ' nagari kayu meranting', Kurang dari dua abad yang silam berdiri sebuah perguruan silat yang cukup di kenal di seluruh negeri 'Rantau minang' pariaman, yaitu perguruan silat 'Harimau cakrawala'. Ribuan murid-murid perguruan ini Di kenal sebagai para pendekar ( pandeka ) Mumpuni yang menguasai ilmu beladiri level tinggi. Bahkan diantaranya sudah mendirikan berbagai perguruan silat cabang Harimau cakrawala di daerah lain.


Sebut saja 'Tuan Kalidi sutan Mahmud' yang mendirikan perguruan harimau cakrawala cabang 'Nagari padang alai'. Begitu juga ' Sutan pakiah Rajo suli' yang mendirikan cabang di ' Nagari Kampung dalam '.


Guru Besar padepokan ' Harimau cakrawala' Bergelar ' Tuan Sati dasman angku mudo '. Beliaulah pendiri Perguruan Ilmu beladiri Yang cukup di kenal di dunia persilatan tanah pesisir barat minangkabau itu.


Di padepokan 'Harimau Cakrawala' tak hanya di ajarkan ilmu kanuragan dan ilmu beladiri saja, tapi juga ilmu agama yang ditanamkan pada kepribadian anak-anak muridnya. sehingga selepas belajar dari perguruan Harimau cakrawala, Para murid tak hanya menguasai ilmu kanuragan, Tapi juga ilmu agama yang bertauhid.


Seperti biasanya, Setiap hari Tuan sati Dasman angku mudo melatih para murid di halaman ' Padepokan' yang luas. Berbagai macam jurus ilmu beladiri diajarkan. Tapi jurus yang paling di kenal dari perguruan ini adalah ' Jurus Harimau Menerkam naga'. jurus ini hanya di ajarkan kepada para murid yang sudah melampau tahap akhir dari semua jurus yang di ajari umum.


Siang itu datanglah lima orang kepedepokan Harimau cakrawala, Tiga orang pribumi dan dua orang serdadu kompeni sembari menenteng senapan. Laki-laki yang berjalan paling depan itu adalah Si canti klewang.


" Maaf kisanak, Anda ada keperluan apa..?" Tanya penjaga pintu gerbang kepada canti klewang.


" Saya ingin bertemu Tuan sati Dasman angku mudo.." Jawab Si canti klewang.


" Tuan guru sedang melatih para murid, Ki sanak tunggu sebentar, saya akan beritahu beliau dulu.."


" Baiklah." Canti klewang mengangguk.


Selang beberapa lama kemudian, Penjaga pintu gerbang itu telah kembali dan membukakan pagar.


" Silahkan masuk tuan, Anda di tunggu beliau di Balai-balai sanggar.." Penjaga itu mempersilahkan Si canti klewang dan rombongannya memasuki area padepokan. Penjaga itu menuntun mereka hingga sampai di balai-balai, yang mana di sana sudah duduk bersila seseorang bapak setengah baya dengan tubuh tegap, di kepalanya Memakai ' Saluak Badeta' ( Ikat kepala khas Pesilat Minang ). Beliaulah Tuan sati Dasman angku mudo.


" Apa Kabar Tuan guru..?" Sapa Sicanti klewang.


Tuan sati dasman angku mudo tak langsung menjawab sapa itu, menarik nafas dalam, ia mengelengkan kepalanya berulangkali. Canti klewang saling pandang dengan anak buahnya.


" Tak bisakah kalian membudayakan salam dengan ucapan ' Assallammualaikum' ketika datang dan ketika pulang..?" tanya Tuan sati dasman angku mudo seperti mendesah.


Si canti klewang terperanjat. dikarenakan seringnya mengunjungi orang-orang belanda, sehingga ia sudah lupa dengan salam tersebut.


" Saya minta maaf tuan guru.., Assallammualaikum,, apa kabar tuan guru..?!" Sicanti klewang mengulangi salamnya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam..., kabar saya baik, silahkan duduk." jawab guru besar 'harimau cakrawala' itu.


Lima orang yang baru datang itu duduk bersila berhadapan dengan tuan sati dasman angku mudo. Seorang anak murid padepokan membawakan enam cangkir teh panas untuk mereka.


" Ada apa gerangan Tuan-tuan datang ke tempat kami..?" tanya sang tuan rumah.


" Maaf telah mengganggu waktu tuan guru. kami kesini sebenarnya untuk mengajak kerjasama.." Terang Canti klewang.


Tuan sati dasman angku mudo melirik kearah dua orang serdadu belanda yang mengawal mereka.


" Maksudnya kerjasama tentang apa., Bisa di jelaskan..?"


" Begini, tuan guru..., Saat ini seperti yang kita tahu.., Di daerah luhak minangkabau berkobar perang yang di pimpin tuanku imam bonjol dengan pasukan paderinya.., namun bias-biasnya sampai ke daerah rantau minang hingga ke pariaman ini..., Pemberontakan pada pemerintah mulai berkobar. sangat di sayangkan karna pemberontakan ini juga di komandoi oleh para ulama dan para pandeka ( pendekar) yang melibatkan beberapa perguruan silat.." Sicanti klewang mulai menjelaskan maksudnya.


Tuan sati angku mudo mengangguk. " Lantas bagaimana..?"


" Pihak Pemerintah ingin bekerjasama dengan semua perguruan silat yang ada di daerah pesisir ini dalam memadamkan para pemberontak., Sebab itu kami di utus kesini membicarakan hal tersebut dengan tuan guru, sebelum kami mengunjungi perguruan silat yang lain.." Lanjut canti klewang.


Tuan sati menarik nafas dalam. " Pemerintahan Yang mana yang harus di bela..?"


Sutan sati Dasman angku mudo tersenyum. " Siapa nama kisanak..?"


" Panggilan saya canti klewang.."


" Ketika ki sanak waktu bocah apakah masih berdiri kerajaan syah alam pagaruyung..?"


" Masih..!"


" kisanak berdarah pribumi minang..?"


" Iya..!!"


" Kenapa kisanak menganggap pemerintahan yang sah adalah Orang-orang eropa..?, Padahal sebelum mereka datang negri kita telah bermatabat, berbangsa dan bernegara sendiri.., justru merekalah yang meruntuhkan Persatuan bangsa dan negara kita..!" Suara sutan sati agak meninggi.

__ADS_1


" Maaf Tuan guru.., Anda Salah.., bukan belanda yang meruntuhkan kerajaan pagaruyung, tapi pasukan paderi pasca perang pertama ketika di pimpin oleh ' Harimau nan salapan.." Ucap canti klewang.


" Menurut catatan sejarah yang di tulis oleh orang-orang belanda..?" Tuan sati Dasman angku mudo tersenyum.


" Iya., Mereka orang-orang pintar.., hanya di kalangan mereka para penulis dan sejarahwan.."


Sutan sati dasman tertawa kecil. " Entahlah.., Sangat sulit terlalu percaya dengan apa yang mereka ceritakan, karna mereka juga punya kepentingan di negri ini,, yaitu ingin menjarah dan membodoh-bodohi orang-orang pribumi.."


" Kita lupakan tentang itu, tuan guru..., Kita bahas lagi apa yang pertamakali kita bahas tadi.." Kata canti klewang sembari mendekatkan cangkir berisi teh panas ke bibirnya, bahkan sebelum di persilahkan untuk meminumnya.


" Hmmm.., Saya mohon maaf.., Perguruan silat ini saya dirikan bukan untuk ikut dalam agenda politik kolonial. Saya hanya menuntun para pemuda untuk belajar beladiri sebagai budaya khas minangkabau, Agar para generasi muda mewarisi ilmu beladiri yang di ajarkan secara turun temurun dari nenek moyang minangkabau. mereka juga di gembleng dengan didikan agama sejak dini supaya mereka tak melupakan kehidupan di akhiratnya kelak.." tegas Tuan sati dasman angku mudo.


" Tapi tuan guru.., Justru Para pemberontak banyak lahir dari murid perguruan-perguruan silat seperti yang tuan dirikan ini.., Secara tidak langsung pihak padepokan juga punya andil dalam melahirkan para pembangkang.." Sanggah Si canti klewang.


Tuan Sati Dasman Angku mudo terkekeh. " Lepas dari perguruan ini mereka sudah tercetak menjadi seorang berjiwa kesatria yang beradat dan beragama. mereka di tuntut untuk berbuat kebaikan pada sesama, mereka di tuntut untuk membela yang lemah dan melenyapkan kemungkaran. jadi mereka akan melawan jika itu mereka anggap zhalim, demi menegakakan kebenaran."


Si canti klewang agak Terperangah dengan jawaban guru besar persilatan ' Harimau cakrawala' itu.


" Maaf tuan guru.., Melawan pemerintah bukan di anggap kebenaran..!"


" Lantas memenjarakan para ulama, mengekang para ulama untuk berdakwah itu apakah di anggap benar..?!. Membumi hanguskan perkampungan ?, hanya satu orang yang di anggap berkhianat Namun sebagai balasannya mereka membakar rumah-rumah penduduk, membunuh semua pria yang di curigai..., apakah begitu pemerintah yang harus di taati..??. Kita orang minang punya pepatah..., Raja alim raja di sembah,, raja zhalim raja di sanggah. " Pernyataan Tuan Sati dasman angku mudo kian menohok.


Wajah Si canti klewang tersirat penuh kekecewaan. " Tuan guru...., Pihak pemerintahan hindia belanda akan memberikan tunjangan setiap bulan buat kemajuan perguruan silat 'harimau cakrawala' Jika tuan mau di ajak bekerjasama."


Tuan Sati Dasman Angku mudo tertawa lebar. " Maaf kisanak.., Saya tak meminta bantuan apapun dari pemerintah kolonial,, Saya tulus membantu para pemuda yang ingin belajar ilmu agama dan beladiri.."


Si canti klewang benar-benar kecewa,, Ia telah putus asa, segera ia berdiri di ikuti oleh para anak buahnya.


" Tuan guru.., Jika kebetulan kedapatan bekas murid Harimau cakrawala ikutan memberontak melawan pemerintah, Saya tak bisa membantu tuan menyelamatkan perguruan ini dari kehancuran yang di akibatkan oleh gempuran para serdadu.." Pernyataan canti klewang penuh ancaman.


Tuan Sati dasman angku mudo hanya menjawab dengan tersenyum tenang.


" Saya permisi dulu..!" Kata canti klewang ketus sembari membalikan tubuh dan melangkah kepintu gerbang, di ringi oleh anak buahnya.

__ADS_1


Tuan Sati Dasman angku mudo hanya tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya..


__ADS_2