Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
Bab 14


__ADS_3

Para tamu yang hadir disana tertawa lebar, Mereka beramai-ramai mengerubungi sutan saluak yang jatuh tersungkur ketanah dari tempat duduknya. darah segar semakin banyak ia muntahkan dari bibirnya.


Kharudin dan rosiah berlari mengejar ayahnya.


" Ayaah...!!" dua bocah itu berbarengan memanggil ayah mereka dengan wajah yang penuh ketakutan dan kekhawatiran.


Canti klewang dan tarun limbano hadir di hadapan sutan saluak sembari menyeringai.


" Bajingan kau tarun !!" Geram sutan saluak, ia ingin sekali menghajar adik seperguruannya itu, tapi sama sekali ia tak berdaya, nafasnya kian sesak memburu, sedangkan jantungnya serasa kian lemah berdetak. " Apa salahku padamu..?!"


Tarun tertawa lebar. " Hahahahaha..., Kesalahanmu adalah kau terlalu sombong, Sutan saluak..!!. Ha ha ha.., aku dan istrimu akan memimpin Macan putih secara tunggal. semoga kau tenang di neraka, Saluak balingka..!!!,, ha..ha...ha...!"


Tarun limbano memeluk rosna. sutan saluak kaget..


" Kurang ajar!!, jadi kalian sudah merencanakan ini sebelumnya??, kalian telah menghianatiku..!!" Tampak kekcewaan tersirat di wajah sutan saluak.


Rosna hanya tertunduk. Sementara tarun limbano, canti klewang beserta anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal. mereka merasa telah berhasil dengan rencana untuk menghabisi sutan saluak balingka. Sedangkan kaharudin dan rosiah menangisi ayahnya dengan tersedu.


Tarun memberi isyarat pada canti klewang dengan sudut matanya, canti klewang mengangguk. kemudian ia menyeret Kaharudin dan rosiah ke pinggir jurang dengan paksa tampa perduli jeritan tangis kedua anak itu yang semakin menyayat hati.


" Kalian bawa kemana anak-anakku..?!, lepaskan dia..?!" Sutan saluak ingin berontak menolong anak-anaknya. namun malang,, sutan saluak sudah tak berdaya lagi berdiri, bahkan setelah berteriak segumpal darah ia muntahkan di mulutnya. beliau sangat berharap di saat seperti ini Sidi kurai datang menolongnya. namun yang di tunggu belum juga datang..


" Ayaaaah...!!" teriak kaharudin dan rosna yang diseret kepinggir jurang.


Tarun limbano mencabut goloknya. Ia mendekati sutan saluak pelan, bibirnya menyeringai..


" Aku akan mempercepat kematianmu, Saluak..!! " Kata tarun dengan senyum kemenangan.


" Berdebah kau Tarun..!!, Sebentar lagi Sidi kurai akan datang menghajarmu..!!"

__ADS_1


Tarun Terbahak.


" Hahahaha..., Apa kau bilang?,, Kau harus tahu ya.., Sidi kurai nasibnya di perjalanan sama persis dengan nasibmu saat ini. Para serdadu belanda telah menghabisinya !!, mayatnya telah di buang di dalam jurang..!!, Ha..ha..ha...!!"


" Apa..?!!" Sutan saluak menggeram hebat. " Sungguh biadab !!"


Tarun limbano mengayunkan goloknya. pas menancap tubuh sutan saluak dari belakang. Sutan limbano meregang nyawa oleh kebiadaban adik seperguruannya sendiri.


Di saat-saat terakhir ajalnya menjemput, ia bergumam lirih..


" Kaharudin,, Rosna.., Ma..Maafkan ayah tak bisa me..melindungimu.." Gumamnya berat. Kemudian ia mengucap dua kalimah syahadat, di ringingi hembusan nafasnya yang terakhir. guru besar persilatan macan putih itu telah tiada..


Sementara itu, Canti klewang yang menyeret kaharudin dan rosiah sudah sampai di pinggir jurang. Canti klewang mengikat kedua anak itu dengan seuntai tali. kemudian tubuh kedua anak itu di bungkus dengan karung.


Hal yang sadispun berlaku. Kekejaman yang sangat mengerikan dan luar biasa biadabnya. Canti klewang mencabut goloknya dan menghujamkan kedalam karung itu berulangkali.


" Aaaaaaaakh..!!"


Bahkan setelah itu, Canti klewang melempar karung yang didalamnya terikat kaharudin dan rosna yang bersimbah darah itu ke dalam jurang. Di iringi tawanya yang mengelegar. kekejaman laki-laki ini sungguh di batas normal standar kekejian yang di miliki manusia umumnya.


Malam Itu adalah malam yang tragis untuk keluarga Sutan saluak.. Mereka jadi korban ke angkara murkaan, Kebiadaban dan Ke munafikan orang terdekat yang bahkan sudah di anggap oleh sutan saluak sebagai saudaranya sendiri.


Lantas Bagaimanakah Nasib Sidi kurai tajun?, Apakah betul ia telah di bunuh serdadu belanda di tengah perjalanan seperti yang di ucapkan oleh tarun pada Sutan saluak??


Apa yang di Di Sampaikan Tarun itu adalah benar. ketika sidi kurai di perjalanan yang terjal dan curam, Disisi kanan jurang dalam sepanjang jalan menuju bukit selasih. Ketika sidi kurai memacu Kereta kudanya sendirian, Tiba-tiba tampa ia duga, 10 orang serdadu belanda mencegatnya. tampa perkataan apapun, para serdadu itu melepaskan tembakan ke arah sidi kurai tajun.


Secepat kilat sidi kurai tajun melompat dari kereta kudanya. Ia segera menghindar ke kiri jalan, menyusup ke semak-semak. Namun ia kaget, ternyata di balik semak tersebut lima orang serdadu belanda juga muncul mengarahkan tembakan, para serdadu sudah mengatur sedemikian rupa model penyergapan ini. Sidi kurai tak sempat lagi mengelak.


Satu tembakan mengenai perutnya, kemudian beruntun lima tembakan mengarah dada dan kepalanya, sementara dari sisi lain 3 tembakan mengenai punggung sidi kurai. 15 orang serdadu itu dengan mudah menghabisi sidi kurai.

__ADS_1


Sidi kurai tajun tewas seketika. Mayatnya di buang oleh serdadu kedalam jurang. Satu-satunya guru silat dan pemimpin perguruan macan putih yang tersisa hanya tinggal Tarun limbano ganjang,, Sang penyusun skenario pembunuhan yang biadab yang telah menggapai ambisi terkutuknya.


...☆☆☆☆☆...


Mentari baru saja muncul di ufuk timur. Suara kicauan murai bak nyanyian biduan yang terlatih, Seolah Mereka tak perduli dengan tragedi berdarah yang terjadi malam tadi di puncak bukit selasih.


Anak-anak murid perguruan macan putih sedang menunggu para gurunya datang, Karna seperti biasanya,setelah sholat subuh berjamaah, mereka sudah di rutinkan latihan silat hingga menjelang Tengah hari. kemudian siap dzuhur di lanjutkan lagi hingga sore.


Sebuah kereta kuda memasuki gerbang dan langsung menuju halaman. para murid mengamati siapa yang datang, setelah dekat tampaklah sepasang manusia di atas kendaraan yang di tarik kuda itu, Tarun limbano ganjang dan rosna.


" Kemana Tuan guru besar kita?, kok yang pulang hanya istri dan Tuan guru tarun..?, Anak-anak beliaupun tak ikut?" tanya seorang murid pada temannya heran.


" Aku juga tak tahu.." jawab temannya itu. " Semoga saja tak terjadi apa-apa.."


Tarun dan rosna turun dengan wajah yang sangat sendu. mata mereka berkaca-kaca..


Para murid semakin keheranan dan penasaran, rasa khawatir menghinggapi pikiran mereka..


" Ada apa tuan guru?, kenapa tuan guru dan Ibu terlihat sedih?, Apa yang terjadi?" tanya salah seorang murid.


Rosna dan tarun tak menjawab.


" Ceritakanlah, tuan guru.., apakah ada kejadian yang tak di inginkan menimpa tuan guru besar sutan saluak?" desak murid yang lain.


Rosna menangis sejadi-jadinya. sementara tarunpun ikut menangis.


" Saya sangat berat menceritakan ini..., Saya tak kuasa apabila mengingat kejadian semalam..." Kata tarun limbano ganjang sembari menggeleng-gelengkan kepalanya berulangkali, terlihat kesedihan luar biasa di wajahnya.


 

__ADS_1


👨‍💻.." Hello.., terimakasih telah membaca Karya saya.., 📖 Lanjut Bab berikut, yaaa..?!"


__ADS_2