
Tarun mengendap-endap lewat pintu belakang yang memang sengaja tak dikunci rosna. Sementara rosna sendiri sudah menunggu di dalam kamarnya.
" Kenapa lama sekali?" tanya rosna setengah berbisik, ketika tarun sudah muncul di balik daun pintu kamarnya.
" Ramai di luaran..., nunggu waktu yang tepat.."
Rosna segera mengejar tarun dan mendekapnya. ia merebahkan kepalanya di dada bidang tarun limbano.
" Rencana kita sudah berhasil.., aku sangat senang sekali. kau akan jadi milikku selamanya, dik.." ucap tarun pelan sembari membelai lembut rambut rosna.
" Tapi ros merasa berdosa bang..."
Tarun tersenyum. " Jangan takut, ros.. siapa yang tak punya dosa?. semua manusia itu punya dosa. sejarah telah mengajarkan pada kita, untuk menggapai seseuatu yang di inginkan itu kita mesti mengorbankan sesuatu juga.."
" Termasuk orang-orang terdekat yang sangat baik dengan kita??!"
" Ya.., itulah politik,, jika ingin berkuasa terkadang kita harus melupakan saudara atau kerabat dekat kita.." kata tarun menyeringai.
Rosna menyentuh pangkal lengan tarun, ia tersenyum.
" Perban ini belum abang buka rupanya?"
Tarun terkesiap. " Oh iya..?!, Aku sampai lupa.."
Tarun segera menyingsingkan lengan bajunya. membuka ikatan kain putih yang sudah berubah warna merah darah yang melilit pangkal lengan kanannya. ia tertawa kecil.
" Ternyata darah ayam yang ku cipratkan ke kain putih perban ini sangat manjur untuk mengelabui anak-anak itu.."
__ADS_1
Rosna ingin tertawa lepas, tapi takut kedengaran para murid yang sedang berlatih di luar, ia tutupi mulutnya dengan telapak tangan kanan.
" Bagaimana rencana abang selanjutnya?, Apakah kita harus ikut aturan belanda?" tanya rosna.
" Kalau demi kemajuan perguruan macan putih apa salahnya?. aku sudah memikirkan semuanya sebelum bertindak. kau tenang saja,, kita akan kaya sedangkan perguruan silat macan putih akan menjadi satu-satunya perguruan silat yang terbesar di seantero ranah pariaman ini. saat ini saingan kita dalam wilayah ini hanyalah perguruan silat Harimau cakrawala di ranah kayu maranting, pimpinan sutan sati dasman. kita tahu, dia paling tak bisa di ajak kompromi oleh hindia belanda..., inilah kesempatan kita mendekati belanda untuk menghabisi perguruan silat itu, dan menangkap hidup atau mati sutan sati dasman. Setelah perguruan harimau cakrawala di lenyapkan, maka para pelajar yang haus ilmu beladiri akan beramai-ramai datang belajar ketempat kita, Maka keuntunganpun mengalir pada kita... sementara, kita juga pasti akan dapat bayaran dari kapten dedrick karna telah membantunya..., kau akan bahagia bersamaku, ros..!,, kita akan kaya..!"
Rosna tersenyum senang penuh harapan.
" Tapi apakah Nanti Kapten dedrick tidak akan menghianati kita?" tanya rosna kemudian.
" Kau tenang saja.., aku sudah merencanakan sesuatu.., aku sudah menyusun skenarionya sedemikian rupa.., Jika mereka menghianati kita, maka mereka sendiri yang akan dirugikan terlebih dulu..." terang tarun.
Rosna kembali tersenyum. " Abang memang pintar dan..."
" Dan apa?"
" Licik..!" Rosna tertawa kecil sembari memencet hidung tarun limbano. lelaki itu meringis.
Deru nafas sepasang sejoli yang sedang di rasuki setan terdengar hingga kebalik dinding rumah anjungan itu., sementara di balik dinding, sepasang telinga sedang merapatkan daun telinganya kedinding kamar. sepertinya sudah sedari tadi orang itu mendengarkan apa yang lakukan Tarun limbano dan rosna di dalam kamar tersebut...
☆☆☆
Malin suto berdiri diatas bukit sembari berpangku tangan. Memandang para pemuda yang latihan silat di halaman surau yang cukup luas itu. Terlihat kancun dan kirun sedang memperagakan berbagai jurus silat dan kedigdayaan di depan para pemuda yang mereka bimbing.
Perkumpulan para pejuang muda yang di motori suto malin, kirun dan kancun ini secara berangsur-angsur mulai mempengaruhi para pemuda yang lainnya di luar 'Cimpur'. Sudah terhitung hampir 200 orang pemuda yang sudah bergabung, dari hari kehari jumlah mereka terus bertambah.
Sambutan masyarakat sekitarpun begitu antusias. Tak sedikit warga yang menyumbangkan uang, makanan, peralatan perang dan senjata tajam yang akan bisa di pergunakan nanti buat modal berjuang.
__ADS_1
Walau keberadaan Para pemuda yang akan di siapkan menjadi pejuang ini di lapangan terbuka, tapi masyarakat berusaha menutup-nutupi keberadaan gerakan itu dengan tidak menyebut-nyebutnya di tempat umum, agar tak terpantau oleh pemerintahan hindia belanda.
Namun, Tampa di ketahui suto malin, kancun maupun kirun, gerakan dan perjuangan mereka sudah di ketahui oleh kapten dedrick sendiri lewat informasi dari orang-orang yang telah ia utus. Salah seorang dari pemuda yang bergabung dengan mereka adalah mata-mata belanda. Ia bertugas mengamati gerakan perkumpulan ini dengan berpura-pura ikut berpartisipasi pada perkumpulan suto malin.
Suto malin, kirun dan kancun benar-benar tak menyadari hal itu.
Sebab itulah kapten dedrick belum bertindak menyerang cimpur. Kapten dedrick belum terlalu menghawatirkan gerakan suto malin, karna menurut laporan mata-matanya gerakan ini masih berjumlah sangat kecil dan sangat minim senapan laras panjang.
Tujuan utama pemimpin serdadu belanda itu adalah menguasai perguruan silat ' Macan putih' dan Perguruan silat ' Harimau cakrawala', Atau salah satunya. Kemudian politik adu dombapun di jalankan di antara perguruan silat yang besar ini. Kapten dedrick akan bertepuk tangan di belakang layar menyaksikan para pribumi menghabisi pribumi itu sendiri nantinya.
Berkat bantuan canti klewang, mengantarkan tarun limbano ganjang ke tampuk pimpinan tunggal perguruan silat Macan cakrawala. Taktik belanda telah berhasil, kapten dedrick akan menjadikan tarun limbano sebagai bonekanya, memanfaatkan perguruan silat besar itu sebagai alat untuk mempengaruhi maupun menghabisi perguruan silat lainnya yang tak mau tunduk dengan pemerintahan hindia belanda.
Suto malin masih berdiri di atas bukit. senyum menggulung di bibirnya.
' alhamdulillah.., Warga begitu pendukung perjuangan ini. aku tak sabar ingin melihat negeriku bebas dari para penjajah.' gumam suto malin dalam hati.
Semua pemuda yang suto malin persiapkan untuk memberontak rata-rata sudah mahir dalam menguasai beberapa jurus silat maupun cara Berperang menggunakan senjata tajam dan senjata laras panjang.
Suto malin tinggal menunggu waktu yang tepat. sasaran utama suto malin adalah gudang senjata serdadu belanda atau yang mereka sebut wapenkamer, yang terletak di kantor tugas wilayah kapten dedrick di pusat kota Pariaman kala itu.
Meski hanya dengan kekuatan yang masih terbilang kecil, tapi suto malin yakin tuhan akan menolong perjuangan mereka.
Ia memutuskan untuk merundingkan dengan semua pemuda di dalam surau nanti malam, menentukan langkah dimulainya perjuangan mereka.
Tampa terasa waktu zhuhur telah datang. suto malin segera bergegas menuruni bukit hendak melaksanakan sholat berjamaah dengan para pemuda yang sedang latihan di halaman surau tersebut.
Kancun dan kirunpun segera berniat hendak mengambil wudhu. di ikuti para pemuda yang menghentikan sejenak latihan mereka.
__ADS_1
Sementara itu, mentari mulai bergulir ke arah barat, terik sinar cahayanya membuat rerumputan berubah warna. hampir dua minggu hujan tak menyirami bumi cimpur.
👨💻 Lanjut Bab berikut yaaa..!!