Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
22. Rencana pembebasan suto malin


__ADS_3

Di padepokan silat harimau cakrawala, malam itu mereka berkumpul di ruang pertemuan. salah seorang tamu yang di bawa oleh sutan sati dasman, yang tak lain adalah murid perguruan macan putih itu ikut menghadiri.


"Oh ya.., aku lupa menanyakan siapa namamu anak muda?" Tanya sutan sati dasman pada pemuda itu.


"Perkenalkan, orang biasa memanggil nama saya 'Khamir'." jelas pemuda itu.


"Baiklah khamir, ceritakan pada kami apa saja yang kamu ketahui tentang kematian gurumu?. terus terang kabar ini sangat menbuatku terkejut, aku tahu kemampuan sutan sati saluak balingka, tak akan semudah itu beliau akan di kalahkan. ia mempunyai pikiran yang sangat matang dalam bertindak..." kata sutan sati dasman.


Khamir mulai bercerita. "Saya semenjak awal guru muda tarun datang pagi-pagi ke padepokan dari bukit selasih sudah mulai curiga. Permainan mereka terlalu kentara.., para bocahpun tak bakalan langsung percaya. kenapa demikian?,, tarun mengundang kedua guru ke bukit selasih untuk menghadiri pesta ulang tahunnya, kenapa mesti jauh-jauh mengadakan pesta?, bukankah di padepokan juga bisa?"


Sutan sati dasman dan tarun manggut-manggut.


"Sebelumnya ketika guru menghadiri pertemuan para pesilat di luhak nan bungsu, saya sudah mulai memperhatikan gerak gerik tarun limbano di padepokan. ia jarang melatih kami, ia sering menghilang. tampa mereka sadari, saya melewati rumah guru itu, saya mendengar kelakar dan gelak tawa rosna dan suara seorang laki-laki, padahal ketika itu guru tua belum kembali dari luhak nan bungsu.., karna penasaran saya merapatkan telinga saya kedinding papan rumah anjungan itu.., yah.. suara tarun limbano. tapi saya tidak berani untuk mengrebek mereka, karna ilmu beladiri saya sangat jauh di bawahnya., kalau saya masuk, nyawa saya terancam.. rahasia ini hanya saya yang tahu dan belum pernah memberitahukan pada yang lain selain kita yang hadir disini malam ini.."


"Kecurigaan kita berarti sama..., aku ketika datang kesana sudah merasakan kalau ada yang tak beres di padepokan macan putih..., terutama kedekatan istri sutan saluak dan tarun limbano. secepat itu mereka menikah, padahal sutan saluak balingka belum lama meninggal..?!" sutan sati dasman manggut-manggut.

__ADS_1


"Mereka berdua adalah para penipu. jangankan seratus hari, sehari saja setelah menghilangnya tuan guru besar, mereka sudah berani memamerkan kedekatan mereka pada kami. sudah seperti suami istri, urat malu mereka sudah putus. tak ada guratan kesedihan di wajah mereka, malah sebaliknya mereka seperti bahagia tampa adanya guru besar di padepokan..., Mereka sudah merasa hebat membodohi para murid, padahal tak semua yang percaya dengan cerita tarun limbano, tapi sebagai murid yang mesti patuh pada guru, kecurigaan itu tak kami perlihatkan.." wajah khamir memerah, memendam amarah yang tertahan.


"Kamu sudah yakin kalau menghilangnya sutan saluak dan gurumu Sidi kurai tajun memang si tarun yang punya ulah?" tanya kirun.


"Sangat yakin, apalagi setelah saya berhasil memantau apa yang di bicarakan oleh Tarun dan si canti yang datang kepadepokan dua hari setelah kejadian. saya mengintip di balik rumah tarun.., melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka..!" jawab khamir.


"Maksudmu si canti klewang?" tanya kirun lagi.


Khamir mengangguk. "Ya.., awalnya kedatangannya saja di sambut sangat ramah oleh tarun, beda dengan guru besar yang sangat kesal melihat para serdadu dan para antek belanda datang ke padepokan.., yang membuatku penasaran, tarun menerima tamu belanda itu dengan cara di bawa kedalam rumah, kemudian pintu di kunci..., padahal siapapun yang bertamu ke padepokan selalu di layani di balai-balai. hal inilah yang membuat saya semakin curiga, sehingga saya beranikan diri mendengar dan mengintip pembicaraan mereka di dalam..., saya lihat si canti memberikan sekantong koin emas pada tarun.., bahkan ada kata yang di ucapkan sicanti klewang yang mebuat saya semakin yakin, katanya ' Kapten dedrick sangat berterimakasih dan mengcapkan selamat atas diangkatnya tarun limbano sebagai ketua satu-satunya di persilatan macan putih. bukan hanya penghianat, tapi juga penjilat..!" terang khamir. "Jadi tak di ragukan lagi, tarun lah yang mecelakai guru besar kami beserta anak-anak beliau yang masih kecil., mereka benar-benar biadab..!"


"Pertanyaan ini juga yang ada dalam pikira saya.." ucap khamir.


"Kalau sudah sampai di tangan belanda, saya yakin mereka sudah mencelakai sutan saluak dan anak-anaknya. saya sudah tahu bagaimana karakter Canti klewang, karna saya sudah mengenal bahkan sama-sama mengabdi pada belanda dulu..." Sambung kirun.


"Saya mohon, tolong selamatkan perguruan macan putih..., anda berdua adalah orang-orang hebat di dunia persilatan tanah minang, hanya tuan guru berdua yang saya yakin bisa mengalahkan tarun limbano." Ucap khamir.

__ADS_1


"Khamir.., dua orang rekan kami tertangkap oleh belanda ketika mengadakan serangan ke gudang senjata belanda kemaren malam. mereka di jatuhi hukaman gantung oleh belanda jahannam itu. besok mereka akan melaksanakan hukumannya. apakah kamu punya saran bagaimana caranya bisa membebaskan mereka?" tanya kirun pada khamir.


Khamir berpikir sejenak. "Tuan., menurut saya, membebaskan mereka bukanlah hal mudah. banyak penjagaan apabila sudah sampai di lapangan tempat mereka di hukum gantung. kalau ingin membebaskan mereka sebaiknya sebebelum mereka di bawa kelapangan., saat yang tepat adalah di perjalanan,, kita cegat para serdadu yang membawa mereka sebelum sampai di tempat penghukuman."


Kirun dan sutan sati dasman menganggukan kepalanya.


"Betul juga.., jarak antara tempat penahanan dengan lapangan sekitar lima kilo, jadi kita ada banyak peluang untuk menempatkan orang-orang di sepanjang jalan untuk menghalangi dan mencegat mereka.." kirun setuju dengan pendapat khamir. "Bagaimana dengan pendapat tuan guru Dasman?"


Sutan sati dasman menggulung senyuman. "Saya setuju.., ide ini bagus.. kita habiskan para serdadu itu di perjalanan. mau tak mau, anak-anak juga kita libatkan.."


Akhirnya kesepakatan malam itu sudah bulat. rencana sudah di susun dengan matang dan akan di laksanakan setelah shubuh sekitar jam lima pagi. mereka tak sabar lagi untuk menunggu waktu.


Segala sesuatunya di persiapkan, mulai dari beberapa senjata laras panjang yang mereka punya, hingga senjata-senjata tajam yang akan mereka pergunakan besok.


Sutan sati dasman juga memilih bebrapa orang para murid perguruan harimau cakrawala yang akan di libatkan membantu mereka besok pagi. sekitar 50 orang para murid senior akan di tugaskan mencegat para serdadu belanda yang membawa suto malin dan kancun sebelum sampai di tempat pelaksanaan hukuman gantung.

__ADS_1


Sedangkan khamir malam itu tak kembali ke padepokan macan putih, ia ikutan menginap di padepokan harimau cakrawala. ia sendiri telah memutuskan untuk ikut berjuang bersama merek dalam membebaskan suto malin dan kancun besok pagi...


__ADS_2