
Pagi telah manyapa.. sementara dari bawah kelihatan puncak bukit selasih tampak samar-samar di selimuti kabut yang memutih di angkasa. Dinginnya suasana pagi itu merejam ketulang sunsum..
Mereka melanjutkan perjalanan mendaki bukit selasih, melewati jalanan curam dan cadas.
Kira-kira Di pertengahan bukit, mereka melihat kereta (Delman) yang tergeletak di pinggir jalan tampa kuda..
Suto malin dan kirun dan memeriksa kereta kuda itu..
"Sepertinya kereta ini sudah lama berada disini.., setidaknya sudah berhari-hari.. tapi kuda dan pemiliknya kemana ya?" suto malin seolah bertanya pada diri sendiri..
"Coba lihat ini.." kata kancun memegang sebuah keris yang ia temukan di semak-semak di pinggir jalan itu.
Mereka mengamati benda itu dengan seksama.
"Berarti disini sebelumnya telah terjadi perkelahian.." kata sutan sati dasman.
"Sepertinya begitu bang.." jawab suto malin.
Sutan sati dasman teringat akan sesuatu. "Apakah ini ada hubungannya dengan apa yang di ceritakan oleh khamir kemaren?"
Semua tersentak.
"Maksud tuan guru tentang kematian sutan saluak balingka?" tanya kirun.
"Iya.."
Suto malin, kancun dan kirun manggut-manggut..
"Bisa juga di pastikan.." gumam suto malin.
Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh Suara tapak kaki yang berlari di balik semak-semak..
"Apa itu?!" suto malin kaget.
"Siapa disana?!" teriak kancun.
"Jangan-jangan binatang buas.." ucap kirun.
Sementara sutan sati dasman segera melompat keudara dengan ilmu meringankan tubuh yang ia miliki. tubuhnya dengan cepat melayang ke semak-semak itu..
Tap..!
__ADS_1
Ia sudah mencekal pergelangan tangan seseorang yang tubuhnya di penuhi luka dan pakaian compang camping tak beraturan..
"Siapa kalian?!, kalian mau apa?!" teriak laki-laki yang berpenampilan seperti orang kurang waras itu.
"Jangan takut, kami tak berniat jahat pada anda.." kata sutan sati dasman menenangkan orang itu.
Sutan sati dasman memperhatikan wajah laki-laki yang seumuran dengannya itu. Ia merasa pernah bertemu orang ini dan sangat mengenali wajahnya.., tapi ia sendiri tak tak ingat entah dimana sutan sati dasman pernah bertemu orang gila ini.
"Saya pernah ketemu anda sebelumnya.., siapakah nama anda?, dan dimana kita pernah bertemu?" tanya sutan sati dasman.
Orang itu kebingungan. "Aku tak kenal kamu dan aku tak punya nama.."
Sutan sati dasman kembali mengingat-ingat. sementara kancun, kirun, suto malin dan para murid sudah berdiri disana memperhatikan wajah yang sama sekali tak asing bagi mereka..
"Aku ingat..!, tak salah lagi.., beliau adalah 'Sidi kurai tajun', pengurus padepokan 'macan putih'.." seru kirun.
Semua mengangguk dan tersenyum..
"Ya., aku baru ingat.., beliau memang sidi kurai tajun.." Timpal suto malin.
"Tapi apa yang terjadi dengannya?" kancun terus memperhatikan orang yang tak lain memang sidi kurai tajun yang sudah di anggap tewas oleh tarun limbano di tangan para serdadu belanda., mayatnya telah di buang kedalam jurang.., tapi kenapa masih hidup?
Sidi kurai tajun masih terlihat kebingungan. "Akun bukan sidi kurai tajun."
"Lantas anda siapa?" tanya sutan sati dasman.
"Aku.., aku tak tahu siapa diriku.., aku benar-benar tak mengerti kenapa aku bisa sampai ada disini.." Orang itu benar-benar kebingungan.
Ternyata sidi kurai tajun telah hilang ingatan, sehingga ia sendiri tak mengenal siapa dirinya.
"Abang.." kata suto malin pelan ke sutan sati dasman. "Sepertinya beliau hilang ingatan.."
"Iya, aku juga mengira begitu.. kasihan dia, mungkin sudah beberapa hari belum mendapatkan makanan.." kata sutan sati dasman yang kemudian memanggil salah seorang muridnya untuk memberikan sedikit persediaan makanan.
Sidi kurai tajun sangat senang menerima makanan itu. ia kemudian makan dengan sangat lahap..
"Apakah tuan benar-benar tak ingat dengan segala kejadian yang telah menimpa tuan?" tanya sutan sati dasman lagi.
"Aku tak tahu dan tak ingat apa-apa.." jawab sidi kurai sembari melanjutkan makannya.
Sutan sati dasman menarik nafas dalam.
__ADS_1
"Aku rasa ada benturan hebat di kepala tuan guru ini. tubuhnya penuh luka-luka yang sudah mengering.., tapi syukurlah beliau masih bisa selamat.." kata kirun pada suto malin pelan.
"Sepertinya beliau di serang lebih dari satu orang..." kata suto malin.
"Apakah anda tak ingat jalan pulang?" tanya kancun.
Sidi kurai tajun menggeleng. "Bahkan kenapa aku bisa sampai berada disini seorang diripun aku masih bingung.."
"Sebaiknya tuan ikut dengan kami.." ajak sutan sati dasman.
"Kemana kalian akan bawa aku?" sidi kurai mengernyitkan dahinya.
"Tuan.., anda kehilangan ingatan. andaikan anda tahu kalau sebenarnya nayawa anda sedang di incar oleh serdadu belanda. tuan tak aman disini seorang diri.., sebaiknya tua ikut kami ke atas.., kami bernasib sama dengan tuan.." terang sutan sati dasman.
Sidi kurai tertegun. "Siapa belanda?,, ada urusan apa mereka denganku?"
"Tuan,, anda dulu adalah pejuang.., belanda adalah penjajah." suto malin menimpali. "Jadi, mereka mengincar nyawa anda.., bahakan saya yakin kalau yang mencelakai tuan ini adalah mereka.."
"Dan tuan adalah seorang pendekar juga guru persilatan. apakah tuan masih ingat dengan jurus silat yang pernah tuan perdalami?" Sidi kurai termangu, kemudian ia mengelengkan kepalanya pelan.
Sutan sati dasman dan suto malin sama-sama mendesah. kasihan sekali sidi kurai, tak ada satupun yang ia ingat tentang siapa ia yang sebenarnya..
Bahkan, ilmu kanuragan tinggi yang pernah ia kuasaipun lenyap dari ingatannya.
Selesai sidi kurai makan, maka mereka membawa ikut serta bekas guru macan putih itu menuju puncak bukit selasih yang tinggi menjulang.
¤¤¤¤¤
Canti klewang dan kapten dedrick mengumpulkan semua para murid macan putih di lapangan..
Di hadapan para murid, canti klewang memberikan pidatonya. sementara para serdadu berjaga-jaga mengelilingi lapangan..
"Saya mengabarkan kabar duka pada kalian semua.., bahwasanya guru silat Macan putih, yaitu tuan guru tarun limbano sudah tewas ketika membantu kami dalam upaya penangkapan dan penyerbuan ke perguruan harimau cakrawala.."
"Apa?!,, innalillahiwainnalillahi roojiun.." ucap para murid kaget.
"Ya,, sebuah pukulan yang berat untuk perguruan silat macan putih..., baru saja kehilangan dua orang guru tua, sekarang harus kehilangan guru muda pula.. ini semua karena mereka, perguruan harimau cakrawala yang memang ingin perguruan macan putih hancur tampa ada lagi guru terkuat yang akan melindungi perguruan macan putih..., tujuan mereka tentu saja hendak memporak porandakan perguruan macan putih yang kita cintai ini.., tapi sebelum niat mereka sempat di jalani, kami sudah duluan membumi hanguskan padepokan macan putih..., namun sangat di sayangkan karena sutan sati dasman dan CS nya berhasil kabur.."
Semua murid mendengarkan dengan serius.
"Tapi kalian harus hati-hati, bisa saja mereka akan datang menyerang kesini. jadi kalau kalian tahu atau mendengar informasi dimana keberadaan mereka secepatnya beritahu kami atau serdadu,, agar kedamaian dan keamanan kita semua terjaga. mereka itu orang-orang yang sangat berbahaya.."
__ADS_1