Macan Bumi Andalas

Macan Bumi Andalas
3. Kematian Letnan Aldert


__ADS_3

" Yaa.., semua ini karna takdir..!!, dan kau beserta warga kampung ini juga akan di takdirkan mati hari ini..!!" Kirun kembali menyeringai dan tertawa lebar..


" Ayo cepatan kirun..!!" Teriak letnan aldert memberi intruksi.


Kirun Berpaling ke arah letnan aldert sekilas, kemudian ia kembali menatap kancun dengan tatapan menantang. Kancunpun bersiap-siap hendak menyerang...


" Hiaaaat..!! " kirun melompat ke arah kancun sembari melayangkan pukulan telaknya.


Kancun sudah mempersiapkan diri untuk menangkis serangan kirun. dengan sekali bilas ia bisa menangkis pukulan kirun dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya di siapka menyerang kirun, sasarannya adalah bagian rahang kirun..


Namun pukulan kancun meleset, kirun bisa menghindar dengan menggeser posisi badan kesamping kiri.


" Seeeeet.. !!" Pukulan kancun melewati 3 centimeter jaraknya Dari rahang kirun.


Secepat kilat kancun merobah sasarannya, yaitu lambung kirun dengan sebuah tendangan kaki kanan, walau sedikit kaget namun kirun masih bisa menghindar dengan salto kebelakang. Tendangan kancunpun kembali mengenai sasaran yang kosong...


" Taaap..!" Dengan mantap kirun mendaratkan kakinya kebumi. Tampa membuang waktu ia segera kembali melompat keudara dengan tendangan bertubi-tubi ke arah Kancun...


Melihat hal itu kancun segera maju menyongsong lawan dengan serangan fatal di sertai teriakan keras..


" Dugh...!!! "


Serangan kirun meleset, sementara Tendangan Kancun tepat mengenai sasaran di lambung kirun, Ia terpental beberapa meter sebelum jatuh ketanah, darah segarpun mengalir dibibirnya...


Kirun kembali bangkit, baginya tak ada kata menyerah untuk kancun. Ambisi penuh dendam membangkitkan semangatnya untuk melenyapkan kancun berserta semua warga kampung yang di tudingnya punya dosa tak terampunkan pada almarhum keluarganya..


" Hiaaaat..." kirun melompat, kembali ia menyerang dengan tendangan cepat..


Lagi-lagi tendangan kirun tak mengenai sasaran. Dengan gesit kancun dapat menghindar, bahkan tampa di sadari kirun, ia telah mempersiapkan sebuah serangan balik, sebuah pukulan telak ia layangkan di dada kirun...


" Degh..!!" Serangan itu tepat mengenai sasaran.


Kirun terjerembab kebumi, ia terbatuk-batuk dan meludahkan darah segar dari mulutnya.


Kirun memegangi dadanya, bekas pukulan telak dari kancun, nafasnya terasa sesak. Tapi Kirun tetap berusaha bangkit melawan dan maju kembali...

__ADS_1


Melihat kirun tak bisa melumpuhkan kancun, letnan aldert sudah mempersiapkan rencana liciknya kembali... Ia segera mengeluarkan pistol kekang yang terselip di pinggangnya...


Suto malin yang memperhatikan gerak gerik letnan aldert segera bersiap-siap hendak menyerang letnan aldert dari jarak jauh. Ia mencabut golok dari sarung yang terselip di pinggangnya. Ia sudah membaca rencana si komandan pasukan belanda itu..


Apa yang di perkirakan suto malin ternyata betul. Letnan aldert mengangkat senjatanya tampa disadari kancun dan kirun yang masih fokus berduel.


Sasaran tembak letnan aldert adalah lambung kancun. Namun di karenakan posisi kancun di tutupi kirun, ia menunggu waktu yang tepat, hingga tak berapa lama kemudian...


" Dooor..!! " Letnan aldert menembakan senjatanya.


Tembakan letnan aldert bukannya mengenai kancun, tapi bahu atas bagian belakang kirun..


" Aaagh..!" Kirun Berteriak lirih, Darah segar mengalir di bahunya..


Melihat tembakannya tak mengenai sasaran, letnan aldert kembali hendak menekan pelatuk pistolnya yang di arahkan pada kancun.


tiba-tiba..


" Aghh....!!! " Letnan aldert melengking keras. Ia menatap tangan kanannya hampir putus, pistolnya terlepas. darah segar bercucuran. Seragam putih yang ia pakaipun berubah warna merah karna percikan darah dari urat nadinya terputus..


Semua serdadu belanda yang berada disana segera berlarian mencari dari arah mana golok itu di lemparkan. Sedangkan Dua orang serdadu yang lain segera merangkul letnan aldert...


Suto malin keluar dari persembunyiannya dengan melompat dari balik semak-semak..


" Dar..!!!, Dooor...!! "


tembakan para serdadu tak ada yang fokus mengarah ke tubuh suto malin, tak satupun peluru serdadu menyentuh tubuhnya..


" Cari dan bunuh di tempat orang itu..!!" Teriak letnan aldert. Sementara itu dua orang serdadu segera memperban pergelangan tagannya..


Melihat kekacauan, disaat semua serdadu sibuk mencari suto malin, kancun segera memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan ikatan para tawanan.


Kirun membiarkan tindakan kancun, karna ia sendiri Telah geram dengan serangan letnan aldert yang bahkan telah melukai bahu atasnya..


Kirun berjalan dengan cepat mendekati letnan aldert yang masih mengerang kesakitan..

__ADS_1


" Kenapa ini semua tuan lakukan..?" Tanya kirun tajam menatap letnan aldert.


Melihat hal itu, dua serdadu menodongkan senjata laras panjangnya ke dada kirun, Mereka khawatir kirun akan mencelakai atasannya itu..


" Kau terlalu lama menghabisi si kunyuk itu..!!, tujuanku adalah membunuhnya !!, namun tembakanku mengenaimu tampa ku sengaja !!" Teriak letnan aldert.


" Aku sudah katakan kalau aku sanggup menghabisinya dengan cara kesatria..!!" Tegas kirun.


" Lupakan ambisimu kirun..!!!, sekarang kau cari orang yang telah melukaiku ini..!!" Perintah letnan aldert.


" Bagaimana bisa aku mencari orang dengan todongan senjata ini..!" Jawab kirun.


Letnan aldert memberi isyarat pada bawahannya untuk menurunkan senjata. Tapi tak disangka, ketika dua orang serdadu telah menurunkan senjatanya, dengan gesit kirun menyerang mereka berdua.


Kirunpun merampas salah satu senjata si serdadu, selepas itu ia bergulingan di tanah sembari melepaskan tiga tembakan. Dua tembakan untuk dua orang serdadu dan satu lagi untuk letnan aldert..


Tak ayal.., Tembakan kirun tepat mengenai jantung tiga orang berkulit putih itu.


Selama bekerja dengan belanda ia telah banyak belajar mempergunakan senjata api itu pada para serdadu, apa yang telah di pelajarinya ternyata ampuh untuk membunuh orang-orang belanda itu sendiri..


Letnan aldert dan dua bawahannya tergelepar di tanah, menghembuskan nafas terakhirnya detik itu juga.


Sementara, melihat komandan mereka dan dua orang temannya terkapar, para prajurit yang mengejar suto malin terbagi dua, 10 orang berbalik arah mengejar kirun, dan 17 orang lainnya melanjutkan menangkap suto malin yang sudah menghilang di semak-semak perbukitan..


Sementara, Semua tawanan sudah di lepaskan kancun, namun meski sudah di lepaskan mereka tak mau pergi dari tempat itu, Mereka ikut memberikan perlawanan walau hanya menggunakan kayu Atau apapun senjata yang dapat mereka pergunakan...


Kancun sendiri yang berlarian membantu kirun..


" Daar..!!" kirun mulai kewalahan menghindar dari tembakan para serdadu yang membabi buta. ia melompat kebalik dinding surau sembari sesekali melepaskan tembakan kearah lawan dari senapan yang ia rampas..


Melihat para tawanan yang ikut melawan, para serdadu belanda melepaskan tembakan ke arah mereka..


" Door..!!, Door..!!" beberapa tembakan terdengar di iringi teriakan kesakitan yang melengking ke udara. korban berjatuhan, beberapa orang penduduk tewas bergelimpangan...


Kancun melompat menyambar pistol letnan aldert yang tergeletak di samping mayat Perwira itu. secepat kilat ia juga mengendap endap dan bersembunyi di balik dinding surau sebelah barat, sedangkan kirun bersembunyi di sisi sebelah timur..

__ADS_1


Pasukan belanda masih menembak membabi buta, sesekali kirun dan kancun membalas tembakan mereka. melihat kancun dan kirun juga memakai senjata api, para pasukan kompeni lebih was-was dan hati-hati, merekapun banyak yang mengendap-endap, bersembunyi di balik semak-semak dan pohon-pohon di sekitar area surau..


__ADS_2