
" Heaaat..!!"
Tarun limbano menerjang kearah tubuh sutan sati dasman. serangan tarun bagi sutan sati dasman hanyalah serangan ringan yang begitu ringan untuk patahkan. dengan menggeser badannya kesamping, serangan tarun hanya berbuah kekosongan.
"Ciiwaat..!!"
Tarun kembali melancarkan serangan, sebuah tendangan yang mematikan. namun hanya dengan melakukan salto kebelakang tiga kali, serangan tarun tak mengenai sasaran.
Wajah tarun limbano memerah. ia begitu geram karna serangannya tak satupun mengenai sasaran..
Sutan sati dasman menyeringai. "Tarun, kemampuan anda masih sangat jauh di bawah sutan saluak balingka. bagaimana bisa anda mempertahankan posisi kehebatan perguruan silat macan putih sperti dulu kalau guru besarnya saja cuman segini kehebatannya..?!"
Mendengar pernyataan sutan sati dasman, tarun limbano menjadi geram. "Jangan sombong kau dasman..!, kesombonganmu akan membawa kemudaratan bagi dirimu sendiri..!"
"Ha..Ha..Ha.., kau yang sombong tarun limbano..!. demi harta dan kedudukan biarlah kau bunuh sendiri orang-orang yang telah membesarkanmu!, dan demi uang kau rela menjilat p••••atnya penjajah..!, sangat kasihan sekali dirimu tarun..!, kau mati akan di ingat sebagai tokoh penghianat oleh anak cucumu kelak..!"
"Belum tentu..!, andaikan belanda masih menguasai negeri ini jikalau ku mati, akan di ingat sebagai pahlawan nasional oleh mereka.!"
Sutan sati dasman tertawa lebar. "Belanda takkan bertahan lama di negeri ini wahai kacung..!. sebentar lagi semua orang eropa di negeri ini akan angkat kaki..!"
"Kalau itu terjadi, negeri ini akan kembali menjadi negri mati,, semua fasilitas di negeri ini buatan belanda pak tua tolol...!, apa yang masyarakat pribumi bisa buat?"
Sutan sati dasman tertawa lebar. "dasar penjilat lebih memilih hidup dibawah jajahan ketimbang hidup sederhana dengan hasil jerih payah sendiri..!"
"jangan banyak bacot lah kau pak tua..!, heaaat...!" tarun limbano mengeluarkan kerisnya dari balik baju. "Sekarang tamat riwayatmu.., lihatlah.. padepokanmu sudah di obrak abrik.., anak muridmu sudah banyak yang bergelimpangan..!, hua..ha..ha.."
Sutan sati dasman melihat sekelilingnya. apa yang dikatakan tarun benar, para murid sudah banyak yang tewas bersimbah darah. ia harus cepat bertindak agar tak jatuh korban nerikutnya. dengan satu hentakan, pendekar itu menerjang ke arah tarun limbano.
"Hiaaaat..!"
Sebuah tendangan secepat kilat bersarang di dagu tarun limbano. pemuda itu tersungkur ke lantai. namun ia segera bangkit dan mengejar sutan sati dasman dengan keris terhunus..
Sementara itu dari dalam ruangan, suto malin, kancun dan kirun saling pandang.
"Kita tak bisa kabur dari sini.., kita harus membantu sutan sati dasman menghadapi orang-orang itu.." ucap suto malin.
__ADS_1
Kancun dan kirun mengangguk. "ayo..!"
Ketiga pemuda itu melompat keluar, suto malin segera menghadang tarun limbano. tampa perkataan apapun ia melancarkan tendangannya ke pada guru muda itu.
Serangan tampa di duga itu mengenai tengkuk tarun limbano.
"Akh..!!" Tarun limbano kaget, ia sudah terlambat untuk menghindar. lagi ia tersungkur ketanah.
Tarun limbano sedikit bergidik juga, menghadapi sutan sati dasman saja ia sudah kewalahan, bagaimana pula ia akan menghadapai kedua orang ini?
Namun sebagai seorang kesatria, tarun limbano pantang mundur. ia akan terus memberikan perlawanan pada kedua pendekar mumpuni ini.
Tampa aba-aba, tarun limbano maju kembali, saat ini serangannya mengarah pada suto malin.
"Hiaaat..!!"
"Cragh..!" Terdengar bunyi tulang yang patah.
Ternyata tulang Punggung tarun limbano mendapat hantaman yang kuat oleh suto malin..
"Dasar penjilat..!" maki suto malin. "ilmu mu belum seberapa tapi sudah berlagak mau jadi guru besar..!"
Sutan sati dasman tersenyum sinis. setelah tarun limbano lumpuh dan tak sanggup menopang tubuhnya lagi, suto malin dan sutan sati dasman segera melompat membantu para murid dalam melawan para serdadu.
Sedangkan kirun dan kancun tengah bergulat menghadapi canti klewang. Kancun dan kirun terlihat kewalahan, karena canti klewang bukanlah orang sembarangan, ia mempunyai seni beladiri yang harus di perhitungkan. sebagai orang kepercayaan belanda, ilmu beladiri canti klewang jauh lebih hebat ketimbang seni beladiri yang di punyai tarun limbano, guru muda yang sudah merasa hebat itu.
Dengan mudah canti klewang bisa mematahkan serangan kancun dan kirun, bahkan sepanjang perkelahian yang terdengar hanya gelak tawa canti klewang yang meremehkan ilmu beladiri kancun dan kirun.
Sudah dua kali dua pemuda itu di buatnya ambruk ketanah, sedangkan serangan mereka tak satupun mengenai tubuh canti klewang.
"Kalian harus berguru lagi jika ingin menghadapiku. sepuluh orang seperti kalian ini akan dengan enteng aku hadapi... huahahaha..!"
"Tapi kau belum menghadapiku..!" suto malin sudah berdiri di sana.
Canti klewang terkesiap, ia memang belum pernah menghadapi suto malin secara langsung, namun jika mendengar kata-kata orang pemuda ini cukup hebat. benarkah?.
__ADS_1
Canti klewang menyeringai. "Kau ingin celaka juga?, kalau begitu majulah kau penghianat negara..!"
Suto malin tersenyum. "Kau yang penghianat, bukan aku."
"Hiaaaat..!" canti klewang menyerang duluan. sebuah tendangan ia lancarkan..
"Tap..!" pergelangan kaki canti klewang ditangkap oleh suto malin, kemudian ia membanting tubuh canti klewang keudara.
"Heaat...!!"
Tubuh canti klewang berputar di udara sebelum mendaratkan kakinya di bumi dengan begitu mantap. Namun baru saja canti klewang mendarat di bumi, suto malin sudah memburunya dengan sebuah hantaman yang melesat begitu kencang..
"Hiaaaat..!" Serangan suto malin yang bagaikan kilat itu tak mengenai sasaran. suto malin melakukan salto limakali kebelakang.
Tapi, tampa membiarkan canti klewang mengambil nafas, suto malin melompat lagi ke udara dan..
"Seeeet...!" Tendangan membabi buta dari udara memburu kearah canti klewang.
Akan tetapi serangan suto malin masih tak mengenai sasaran, canti klewang menghindar dengan melompat keudara, bahkan sebuah serangan siap ia hadiahkan buat suto malin..
"Ciaaaat...!!"
"Agh..!!" Kaki kanan canti klewang bersarang di tengkuk suto malin.
Suto malin terpelanting jatuh kebumi.
"Huahahahaha...!" Canti klewang tertawa terbahak. "apa kataku??!, kalian bukan tandinganku..!"
Darah segar mengalir dibibir suto malin. sementara melihat hal itu, kancun dan kirun segera menyerang canti klewang dengan sejata golok di tangan mereka masing-masing...
Serangan yang membabi buta tak satupun melukai tubuh canti klewang. dengan gesit ia menghindar begitu mudah, sementara tawa lelaki itu masih terdengar menggelegar mengejek serangan kancun dan kirun..
"Hihhahahaa..., Siapa guru kalian??, suruh ia berguru padaku sebelum mengajari kalian ilmu beladiri..!,, huahahaa..." teriak canti klewang sembari menghindar dari serangan dua pemuda itu.
Sementara itu, sutan sati dasman yang tengah sibuk membantu para muridnya dalam menghadapi para serdadu, menjadi perhatian kapten dedrick.
__ADS_1
Sudah banyak para serdadu yang tergelepar oleh serangan sutan sati dasman. dari balik pagar, kapten dedrick mengeluarkan pistol kekangnya...