
Kematian Letnan aldert membuat murka Kapten Dedrick. Apalagi ketika mendengar penuturan para serdadu yang berhasil melarikan diri yang mengatakan bahwa kirun yang di percaya oleh letnan aldert telah membelot, dan bahkan ialah yang telah menembak mati letnan aldert..
" godverdomme..!!!, Berani sekali mereka terhadap pemerintahan hindia belanda..!!. " Kapten Dedrick mengumpat.
" Braaak..!!" Ia memukul meja di hadapannya. " Dasar domme inboorling !!"
" Prajurit !!" sorak kapten Dedrick.
Seorang serdadu memasuki ruangan.
" Ada apa tuan..?!" Tanya serdadu itu setelah memberi hormat.
" Kamu panggil ' Si canti klewang', cari dia dan bawa menghadap kesini..!!" Perintah kapten dedrick kepada bawahannya itu.
" Siap..!!" Jawab si serdadu itu kemudian kembali memberi hormat, setelah itu ia berlalu dari ruangan itu.
Kapten Dedrick masih kelihatan geram di wajahnya, ia mondar mandir di ruangan itu...
" Siapa dia yang hanya memakai paku beracun mampu menghadapi para serdadu bersenjata..??!" gumam Kapten Dedrick...
Selang beberapa lama kemudian seorang laki-laki Pribumi memasuki ruangan dengan dikawal dua orang serdadu. Wajah laki-laki itu terlihat bengis, di pipi kanannya terlihat bekas luka memanjang, kira-kira sepanjang jari telunjuk. kumis dan jambangnya tumbuh tak beraturan...
__ADS_1
" Ada apa tuan kapten memanggil saya..?" tanya laki-laki itu dengan nada santai.
" Silahkan duduk dulu..!"
Laki-laki bertubuh tegap yang di perkirakan berusia 50 tahunan itu segera duduk di kursi yang ada di hadapan kapten Dedrick.
" Canti klewang.., Saya kali ini membutuhkan bantuanmu lagi.." ucap kapten dedrick serius.
" Apakah saya akan di utus kedesa cimpur mencari Orang yang telah Membunuh beberapa serdadu ?, termasuk menghabisi letnan aldert..?" tanya laki-laki yang bernama canti klewang itu.
" Benar.!, kamu sudah bisa membaca rencanaku rupanya."
Canti klewang tersenyum. " Tuan dalam masalah besar..., Pemuda yang menyerang para serdadu dengan paku beracun itu bukanlah jagoan sembarangan. dia memiliki senjata pamungkas rahasia yang gerak geriknya tak bisadi baca.."
" Dia adalah suto malin..!, Murid Haji Labai bahar di Nagari Kayu Meranting., Tak bisa di anggap remeh, tuan..!" terang canti klewang. " Asal tuan tahu.., Haji labai bahar adalah senior saya yang beberapa tinggkat tinggi ilmu kanuragannya dari saya. apabila semua ilmu beladirinya ia turunkan pada muridnya, maka suto malin sangat sulit saya kalahkan. di tambah lagi dua orang yang telah bergabung bersamanya.., si kirun dan si kancun.. mereka berdua adalah satu perguruan yang di bimbing oleh almarhum 'sutan sangguno alam', Pendekar ternama dari lereng gunung selasih di negri sungai sarik, Desa ujung gunung..!"
Kapten dedrick tercenung.
" Tuan.." lanjut canti klewang. " Menghadapi Mereka tak cukup mengandalkan senjata api saja,, karna mereka memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi... Andai saya di izinkan, maka bisa saja saya menemui para pendekar di daerah rantau piaman ini yang mau diajak bergabung. sangat banyak pendekar-pendekar yang haus akan uang dan kedudukan. asal tuan tahu, negeri saya ini di huni oleh para kesatria dan orang-orang hebat, mulai dari pesisir barat laut pariaman, hingga kepelosok desa perkampungan..., Di tandikat di kenal 'tuan sati pandeka rejoh' mendirikan perguruan silat 'Harimau Sani', di Negeri limpato kayu maranting berdiri perguruan silat' Harimau Cakrawala ' yang di gembleng oleh ' Tuan sati Dasman Angku mudo', di sungai ibur berdiri perguruan silat 'Pusako' yang di dirikan oleh 'Paduko Rajo elek'..., Semua perguruan silat itu memiliki lebih dari seribuan anak murid yang terus berkembang..., andai kita bisa mengajak satu perguruan silat saja bekerjasama dengan kita, maka kita bisa menang melawan para pemberontak yang terus bergerak di bawah tanah..,, tapi harus ada imbalannya, tuan.." Canti klewang menyeringai..
Kapten dedrick manggut-manggut. ia paham apa yang di maksud si canti klewang.
__ADS_1
" Kapan kau akan berangkat menemui mereka..?!" tanya kapten dedrick.
" Lebih cepat lebih baik.., agar cepat di kendalikan para pengkhianat yang sudah mulai mempengaruhi kampung-kampung dan pedalaman.., saya akan berangkat sekarang.." tegas canti klewang.
" Sangat bagus.., Akan ku suruh orang-orang untuk persiapkan semua keperluanmu berangkat. termasuk orang-orang yang akan kau bawa nanti.." kata kapten dedrick.
" Baiklah.." Jawab canti klewang.
...☆☆☆☆☆☆...
Suto malin mengumpulkan semua warga desa di surau. Ia tengah mempersiapkan membangun sebuah pertahanan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.
Suto malin, kirun dan kancun yakin kalau Belanda akan menuntut balas kematian letnan aldert dengan mencari dan menggempur desa mereka..
" Saya akan selalu ada di tengah-tengah masyarakat..., Mari kita tunggu kedatangan mereka dengan semangat berjuang yang tinggi. Kapan perlu kita usir mereka dari pulau perca ini..!" Suto malin mengobarkan semangat warga...
Seorang pemuda berdiri dan memberikan pendapatnya. " Apakah tidak akan sia-sia melawan serdadu belanda ??, mana kekuatan kita..?, kita hanya memiliki beberapa senjata rampasan dari para serdadu yang tewas. sedangkan mereka memiliki prajurit terlatih dengan jumlah yang banyak dan senjata lengkap."
" Jangan takut.!." Jawab suto malin. " Saya akan mengajak para pejuang-pejuang dan penentang-penentang pemerintahan belanda yang lainnya di Negri Pariaman ini untuk bergabung..., Kita tak sedikit, sangat banyak para pejuang yang secara bersembunyi melawan pemerintahan kolonial, namun sayang kita belum bersatu secara utuh.., apabila kita satukan kekuatan, maka penjajah akan cepat kita usir dari seluruh bumi minangkabau ini. mari kita belajar dari perjuangan saudara kita di Aceh yang bersatu padu dan memporak porandakan pertahanan kolonial. Mari kita berjuang bersama.., Ulama, Tokoh masyarakat, Pemuda, pemudi, penghulu dan cerdik pandai.., Mari satukan tekad kita mengusir penjajah..!!, Kita paksa mereka kembali ke eropa..!!"
" SETUJU....!!" Sorak semua yang hadir di surau itu sembari mengepalkan Tinjunya keudara.
__ADS_1
Suto malin manggut-manggut. Ia tersentuh dengan semangat juang para warga..
Sebuah senyum penuh harapan tersungging di bibirnya. harapan untuk membebaskan tanah airnya dari cengkraman penjajah seolah sudah mendekati kenyataan. sesuatu yang sudah lama ia inginkan...