
Lima belas Orang serdadu mencari suto malin yang telah menghilang ke dalam rimba belantara perbukitan. Semua semak-semak belukar telah di periksa, namun jejak suto malin tak juga di temukan. Kemanakah ia bersembunyi..?
Suto malin tak pergi jauh dari lokasi surau, ia berada tepat di atas kepala para serdadu yang terus sibuk mencarinya. Suto malin mengamati mereka dari atas pohon beringin yang daunnya begitu rimbun, sehingga persembunyian suto malin tak terlihat oleh para mereka..
Para serdadu berpencar mencari keberadaan suto malin. Sedangkan pemuda itu hanya duduk santai mengamati dari atas dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Ia tak mau mengambil resiko dikarenakan para serdadu menenteng persenjataan lengkap yang bisa membunuhnya dari jarak jauh., yang ia pikirkan adalah kapan mulai bertindak dan menyerang..
Waktu yang di tunggu suto malin datang, ketika para serdadu berpencar dan berjauhan satu sama lain, salah seorang serdadu meneruka tepat dekat pohon beringin yang diatasnya suto malin tengah mengintai..
Suto malin merogoh sebuah kantong Dari Kain Suto di balik bajunya. Ia mengeluarkan beberapa paku.
Dan..
" Seeet..!"
" Aaaaakh...!!"
Dengan gerakan khusus, suto malin melemparkan beberapa paku ke arah si serdadu belanda itu, tepat mengenai dan menancap batang leher Si serdadu, ia melengking tertahan dan tergelepar ketanah...
" Paku beracunku ampuh juga " Gumam suto malin. Ia kemudian melompat turun dengan ilmu meringankan tubuh yang ia miliki, sehingga ketika kakinya menyentuh tanah tak terdengar bunyi gemerisik sedikitpun..
Ia segera mengambil senjata dari tangan serdadu yang tergelepar, kemudian dengan cepat ia mengendap-endap di balik semak belukar dan memperhatikan gerak gerik para serdadu di depannya yang tengah sibuk mencari dirinya..
Seorang Serdadu mendekat ke arah persembunyiannya.
" Seeet..!!" Paku andalan suto malin menancap di leher si serdadu. merintih tertahan dan langsung tergeletak..
Ternyata Rintihan tertahan dari serdadu tersebut di dengar serdadu yang lain, yang tak jauh dari tempat itu. Temannya itu berlarian Ke arah mayat kawannya. ketika melihat temannya sudah mergang nyawa, ia memanggil para serdadu yang lain..
" Hoooi.., kesini !!. dia di sekitar sini !! " teriak serdadu itu.
' Celaka !..' bathin suto malin, sebelum teman-teman serdadu itu datang ia harus bertindak..
" Seeeet..!!"
Suto malin kembali melemparkan paku beracunnya..
" Agh..!!"
tepat sasaran, paku itu menancap di leher si belanda dan roboh kebumi meregang nyawa..
Suto malin segera menghindar dan berlari ke arah belakang sebelum kedatangan serdadu yang lain.
Ia bersembunyi di balik pohon duren besar yang batangnya tak bisa di peluk dengan kedua belah tangan..
Sementara, lima orang serdadu yang lain berdatangan ketempat dimana temannya tergeletak tampa nyawa.
" Kurang Ajar..!!" Umpat salah seorang serdadu belanda itu geram. " Orang itu harus kita temukan dan langsung kita bunuh di tempat.."
" Kita harus hati-hati..., Ia memiliki senjata beracun.." Ucap temannya sembari mencabut paku beracun andalan suto malin yang tertancap di leher temannya..
" Orang itu sangat berbahaya."
" Ayo..." Intruksi salah seorang serdadu kepada teman-temannya. mereka kembali berpencar di area itu.
Dua orang serdadu mendekat kearah persembunyian suto malin.
__ADS_1
" Seeet..!!" empat paku beracun melayang ke arah dua serdadu.
" AAAKH ...!!" Dua orang serdadu itu tergelepar. Dua-duanya dapat bagian., dua tancapan paku beracun menancap tepat di urat nadi mereka.
Tiga orang serdadu berlarian ke arah itu, ia memanggil temannya yang lain. Tak lama kemudian 13 orang serdadu telah berkumpul di sana.
Suto malin merasa terdesak, ia harus menghindar dari tempat persembunyiannya sekarang, Karna 13 orang serdadu itu semakin dekat berjalan ke arah persembunyiannya..
" weeees..!!" Suto malin Melompat Ke atas dahan pohon duren, dengan mantap kakinya langsung mendarat di atas dahan duren.
" Itu dia..!!" Intruksi seorang serdadu kepada temannya.
" Dar, der, dor.." Tembakan bertubi-tubi mengarah ke tubuh suto malin,, dengan gesit suto malin bisa menghindar dengan melombat dari dahan kedahan. Sementara senjata yang di rampasnya dari tangan serdadu masih ia pegang..
Ia sendiri bingung entah bagaimana cara mempergunakannya. Akhirnya senjata itu ia lempar kebawah mengarah ke para serdadu dengan kuat..
" Plak..!!" Senjata itu tepat menghantam dengkul seorang serdadu belanda. Begitu kuat lemparan itu sehingga si belanda jatuh pingsan..
Tembakan semakin membabi buta..
" Seeeet..."
Enam paku melayang mengarah ke enam serdadu yang sedang berdekatan.
" Agh..!!" Teriakan tertahan dari enam orang serdadu melengking.. kemudian mereka mati tergelepar..
Tinggal enam orang serdadu yang tak henti-hentinya melepaskan tembakan ke atas pohon duren.
Namun suto malin bukanlah lawan yang seimbang bagi mereka, meski sudah puluhan peluru di muntahkan dari ujung senapan mereka, tak satupun mampu menyentuh tubuh suto malin yang masih gesit melompat dari dahan satu kedahan yang lain, bahkan sekarang ia sudah berdiri di cabang ujung pohon yang paling atas..
Lagi, Sepuluh paku melayang secepat kilat dari atas pohon duren, lima paku tepat mengenai sasaran telak di urat nadi para serdadu... mereka tergelepar.
Tinggal satu orang serdadu yang masih tersisa hidup.., melihat temannya yang sudah terkapar, ia segera melarikan diri. Suto malin melompat di udara..
" Taaap..!!"
Tiba-tiba suto malin sudah berdiri di depan serdadu yang ingin melarikan diri itu..
" Aaaa... ampun.." Serdadu itu menggigil ketakutan.
Suto malin menyunggingkan senyum kecut di bibirnya.
" Kau takut mati..?!" Tanya suto malin.
" I...iya.." Jawab serdadu itu.
Suto malin tertawa geram. " Tapi kenapa kalian membunuh sanak saudara kami dengan begitu mudah..??!, tampa memikirkan ketakutan mereka..?!" Tanya suto malin santai sembari berpangku tangan..
" Sa...saya hanya menjalankan tugas.." ucap serdadu itu terbata-bata. Keringat dingin mengucur di tubuhnya. "Tolong lepaskan saya..."
"Ooh,, kamu menjalankan tugas ya?" Suto malin sepertinya hendak mempermainkan serdadu itu.
"I-iya pak.., eh tuan.."Jawab serdadu itu gemetaran..
"Kenapa kamu mau menjalankan perintahnya?"
__ADS_1
"Kalau nggak mau,, ma-maka a-ku bisa di tampar.."
"Masa??, kayak mana dia nampar kamu?"
"Ka-kayak gi-gini.."
Plaaak..!!
Si serdadu menampar pipinya sendiri..
"Be-begitu.." Terang si serdadu itu..
"Oooh.." Suto malin manggut-manggut..
" Dar !!" Tiba- tiba sebuah tembakan mengarah ke suto malin, namun ia cepat menghindar dengan melompat keudara.
" Wuus..!" Peluru itu hanya berjarak setengah centimeter melewati celana bagian pahanya.
Ternyata serdadu yang pingsan yang ia hantam dengan senjata tadi sudah siuman. Dialah yang melepaskan tembakan ke arah suto malin..
"Seeet...!!" Suto malin kembali melepas paku beracunnya.
" Agh..!!" Tepat mengenai nadi serdadu kompeni, dan meregang nyawa.
Ketika suto malin menoleh lagi ke belakang, serdadu yang ingin melarikan diri tadi sudah menghilang kabur. Suto malin kebengongan..
Ia melangkah ke arah halaman surau. tak ada terdengar lagi suara tembakan. ternyata kancun dan kirun dengan di bantu warga desa sudah berhasil mebantai para serdadu, sisanya melarikan diri meninggalkan jasad kawan-kawan mereka.
tanah di area itu berubah merah, mayat-mayat bergelimpangan, perang kecil sudah usai. warga desa segera menggali kuburan beramai-ramai untuk memakamkan para korban..
" Bagaimana kabar ki sanak..?" sambut kancun menjabat tangan suto malin. " Terimakasih telah membantu kami dan warga desa., perkenalkan nama saya kancun."
" Saya suto malin.., Saya kebetulan lewat..." jawab suto malin menerima jabatan tangan kancun.
"Memang tuan mau kemana?" tanya kancun.
"Saya adalah pengembara dan suka berkelana kemana saja.." jawab suto malin tersenyum.
" Ooooh.., Saya ingat, sepertinya saya sering dengar nama ki sanak.., salah satu dari Orang yang paling di cari oleh Para serdadu belanda. saya sangat merasa terhormat sekali bisa ketemu kisanak."
" Saya juga sangat merasa senang bisa ikut membantu warga desa ini melawan belanda." Suto malin tersenyum.
Sementara itu kirun hanya tertunduk di halaman surau. ia duduk bersimpuh.. entah apa yang ada dalam pikirannya.
Suto malin mendekatinya pemuda itu dan menepuk pundaknya berulangkali..
" Saya sedari tadi melihat apa yang terjadi dari atas bukit sana.., dan saya melihat dan mendengar sendiri dari awal pertarungan ki sanak.." Kata suto malin.
Kirun menoleh ke arah suto malin, kemudian ia berdiri.
" Sudah berapa lama ki sanak bekerja pada belanda..?" tanya suto malin.
" Untuk apa ki sanak tanyakan itu..?" kirun balik bertanya.
Suto malin tersenyum. " Ingatlah ki sanak.., jangan pernah percaya pada penjajah, walau seberapapun setianya ki sanak mengabdi pada mereka, pada suatu ketika mereka akan tetap mengkhianati ki sanak,.."
__ADS_1
Mendengar pernyataan suto malin, kirun memalingkan wajahnya.