
Kapten dedrick tertawa terbahak.
"Kita akan tangkap atau bunuh suto malin itu malam ini.., dia sendiri yang mengantarkan nyawanya untuk kita habisi..!"
"Mereka sangat gegabah, tuan.. mereka sudah merasa kuat walau hanya memiliki beberapa pucuk senjata laras panjang.. Orang-orang kampung yang bodoh, mudah di rasuki dan di pengaruhi oleh suto malin.." Kata laki-laki bercadar yang menghadap kapten dedrick itu.
Kapten dedrick kembali tertawa keras. "Malahan ini lebih bagus.., ketika mereka sendiri yang datang kesini, langsung kita porak porandakan rencana mereka..ha...ha...ha.."
"Perbanyak serdadu di gudang senjata malam ini tuan. kudengar mereka akan datang menjelang subuh."
" Tentu saja!, malam ini kesempatan kita menghajar mereka!" Kata kapten dedrick menyeringai.
...☆☆☆☆☆...
Malam terus merangkak. Para Laskar yang sudah di atur oleh suto malin siap-siap hendak bergerak. mereka memakai pakaian hitam-hitan agar tak begitu terlihat di kegelapan malam.
Sebelum bergerak mereka terlebih dahulu melafaskan doa bersama. berharap tuhan akan membantu perjuangan mereka.
Pas tengah malam, mereka mulai bergerak ke arah selatan dengan berjalan kaki, dimana tujuan mereka adalah gudang senjata belanda yang berjarak kira-kira 10 kilometer dari surau. Jalan yang di putuskan untuk di lewati adalah jalan pintas. melintasi bukit curam dan semak-semak belukar.
Tiga orang yang berjalan paling depan adalah suto malin, kirun dan kancun. kurang dari dua jam perjalanan, mereka sudah berada dekat dengan gudang senjata yang mereka tuju. Suto malin mengintruksikan dengan isyarat pada para pejuang untuk mengendap-endap di balik semak-semak.
Suto malin melihat kegudang senjata itu, setelah di amati ternyata hanya tampak dua orang serdadu yang sedang berjaga dekat pagar masuk.
'Aneh.., kemaren ketika aku mengadakan pengintaian disini mereka begitu ramai jaga malam..' Suto malin bertanya-tanya dalam hati.
" Bergerak sekarang, tuan?" bisik kirun.
"Tunggu dulu.., aku sangat heran,, ketika aku mengintai kemaren malam kulihat banyak yang jaga-jaga disini. tapi kenapa malam ini hanya yang terlihat dua orang?!" jawab suto malin pelan.
"karena sudah hampir pagi, berkemungkinan mereka tengah istirahat dan gantian jaga-jaga, tuan.." timpal kancun yang mengendap-endap di sebelah kiri suto malin.
__ADS_1
"Ada benarnya juga, tapi sepertinya kita harus merubah siasat. aku dan tuan kancun akan menyusup ke Belakang gudang di sebelah utara untuk mencari celah buat masuk gudang. sementara anda tuan kirun, bawa sebagian orang-orang ke selatan untuk mengarahkan senapannya kepintu gerbang apabila nanti ada tambahan pasukan belanda yang datang. pancing mereka dengan tembakan. sementara sebagian orang-orang tetap disini untuk mengontrol keadaan..., tunggu intruksiku untuk menyerang..., kita bergerak sekarang.." Kata suto malin, selesai bicara ia segera Mengendap-endap kearah utara di ikuti kancun.
Di gerbang pintu gudang sebelah utara, dua orang serdadu tengah berjaga-jaga sembari berkelakar dalam bahasa belanda. suto malin mengeluarkan kantong pakunya di balik baju.
" Seeet...!!"
Dua penjaga itu langsung terkapar dengan rintihan kecil. Suto malin dan kancun segera mengendap-endap dan melompati pagar. mereka menginjakan kakiknya di halaman gudang. tak ada terlihat penjag lain yang datang, sehingga dengan mudah kancun dan suto malin masuk kedalam gudang.
Suto malin merasa keheranan, ketika di amati tak ada satupun serdadu yang berada dalam ruangan. ia tak habis pikir, mustahil gudang persenjataan besar ini tak ada penjagaan ketat.
Bahkan ketika suto malin dan kancun semakin dalam memasuki ruangan, di dapati begitu hening. mereka mengendap di balik tumpukan kotak-kotak yang berisi senjata.
'Mustahil..., Kemana mereka?' suto malin bingung sendiri. tiba-tiba ia ingat sesuatu.
"Celaka..!, ternyata kita sudah masuk perangkap mereka, tuan kancun..!!" bisik suto malin, Kancun terkesiap. "Ada yang membocorkan rencana kita rupanya.."
" Kalu begitu kita beritahu mereka di luar, tuan.. kita harus cepat menyingkir!!"
"Mau kemana kalian?" terdengar sebuah suara dari belakang. sementara, di balik tumpukan kotak dan peti penyimpanan senjata, muncul sekitar 20 orang serdadu belanda dan kapten dedrick sendiri yang mengacungkan moncong senjata kearah mereka. suto malin dan kancun terperangah.
Kapten dedrick menyeringai. " Tamat riwayat kalian semua..!!,, He...he....he.."
Kekecewaan Tersirat di wajah suto malin dan kancun. mereka tak berkutik lagi, 24 moncong senjata laras panjang mengarah pada tubuh mereka.
Suto malin benar-benar geram. ia tak habis pikir siapakah diantara orang-orangnya yang berkhianat atau yang membocorkan siasatnya?.
"kau yang bernama suto malin itu?,, yang mengumpulkan para warga untuk memberontak?, yang telah membunuh begitu banyak para serdadu?. hidupmu sekarang terancam di hukum gantung!!". ujar kapten dedrick.
Suto malin tersenyum sinis. "Kau kira aku takut dedrick?. kami tak pernah takut mati demi membela tanah 'wilayat' dan warisan nenek moyang kami!!"
Usai bicara, Suto malin di kejutkan suara tembakan yang bertubi-tubi dan lengkingan suara kesakitan yang menyayat hati di luar Gudang.
__ADS_1
Kapten Dedrick Tertawa lebar. "Kau dengar itu suto malin!!. Para anak buahmu sudah di kepung dari berbagai arah. merka akan meregang nyawa menjadi sasaran empuk para serdadu,,, Kalian sudah masuk perangkap kami!!!. Ha...ha...ha...ha..!!"
Suto malin dan kancun saling pandang, penuh kekhawatiran bercampur rasa geram.
"Bajingan!!, siapakah diantara orang-orangku yang telah menjadi penjlatmu!?" Geraham suto malin mengarah ke kapten dedrick.
Kapten dedrick semakin melebarkan tawanya. "Kau itu manusia bodoh. jangan kau sangka semua orang-orang yang kau rancang untuk memberontak bisa sepenuhnya bisa kau percaya...!"
Suto malin dan kancun terperangah.
"Ikat mereka berdua!" Seru kapten dedrick pada bawahannya.
Kedua pergelangan tangan mereka di ikat kebelakang, kemudian di gelandang ke dalam sebuah ruangan gelap tampa cahaya. Kedua serdadu mengunci pintu masuak keruangan itu dari luar, setelah suto malin dan kancun berada di dalamnya.
Sementara di luaran sana suara tembakan kian bertubi. para pemuda pejuang telah di kepung dari berbagai arah oleh serdadu belanda dengan senjata yang lengkap.
Kirun terperangah. semua serdadu berdatangan dari berbagai arah dengan jumlah besar, dari belakang, samping kanan, kiri dan depan.
"Celaka!!. matilah kita!!. Ayoo!!!,, bagi yang bisa mencari celah untuk kabur silahkan secepatnya melarikan diri!!. Sepertinya kita telah di jebak!!. kita telah masuk perangkap mereka!!" teriak kirun pada para pemuda pejuang. Korban dari pihaknya sudah banyak yang bergelimpangan meregang nyawa.
"Lantas bagaimana dengan tuan suto malin beserta kancun?" tanya salah seorang pemuda.
"Yang jelas kita selamatkan diri dulu ke cimpur. nanti kita susun lagi rencana!. Percuma kita menolong mereka ke dalam, ini adalah perangkap!. korban akan semakin berjatuhan jika terus bertahan!!" Teriak kirun disela suara tembakan senjata serdadu yang membabi buta.
Untuk kembali kecimpur bukan hal yang mudah. semua arah sudah di kepung oleh para serdadu yang entah dari mana saja datangnya. Sudah lebih dari seratus para pemuda yang berjuang tewas terkena tembakan para serdadu.
Kirun dengan ilmu kanuragan meringankan tubuh yang ia punya, melesat cepat keatas pohon untuk mengamati dari atas, mencari celah yang bisa di lewati untuk jalan kabur. Ia sangat kesulitan dikarenakan malam begitu gelap tampa cahaya rembulan yang menyinari. kirun hanya memperhatikan dari arah mana saja yang agak sepi suara tembakan, di pastikan dari arah itulah jalan yang akan mereka lalui untuk kabur.
" Cepat menyingkir kearah timur!!, disana kurang penjagaan!!" teriak kirun.
Sisa-sisa para pejuang mendengarkan intruksi dari kirun. mereka segera berlarian menyingkir ke arah timur.
__ADS_1