
Hari ini aku berniat untuk pergi ke asrama Chely. Tapi, tiba-tiba saja aku melihat sekumpulan profesor yang tengah berdiskusi dengan serius. Tidak ingin mengganggu kesibukkan mereka, aku pun berjalan memutar untuk sampai ke asrama Chely.
"Lia, kau datang?"
"Tentu saja. Apapun untuk temanku."
Aku dipersilahkan masuk olehnya. Chely dengan cepat menutup pintu kamar. Dia pasti khawatir di introgasi oleh profesor diluar sana. Aku mengeluarkan buku kuno yang sempat tertinggal di asramaku kemarin.
"Ehm, Lia. Bolehkah aku meminta sedikit bantuan darimu?"
"Bantuan apa?"
"Aku ingin kau menyimpan buku ini sementara waktu. Bisa, kan?"
Aku sedikit ragu dengan permintaannya itu. Cukup berat bagiku untuk menyetujuinya, tetapi jika buku itu sampai ketahuan oleh profesor bisa berbahaya.
"Lia, kumohon. Tolong aku untuk kali ini saja."
"Bukan aku tidak mau, tapi.."
"Ayolah. Kemarin aku sudah membantumu untuk mengerjakan tugas, kan?"
Baru kusadari, bahwa Chely itu ternyata adalah orang yang hitung-hitungan. Seingatku, kemarin yang membantuku untuk mengerjakan semua tugas itu bukan hanya Chely. Tetapi, Hedro juga ikut membantu.
Tok.. tokk.. tok..
Tiba-tiba saja dari luar terdengar suara ketukan pintu. Aku pun beranjak dari atas kursi untuk membukakan pintu. Tapi, Chely menahan tanganku.
"Ada tamu diluar sana. Akan kubukakan pintunya untukmu."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Chely, aku langsung memegang gagang pintu dan membukanya.
"Selamat pagi."
Terkejut dengan siapa yang ada didepan pintu, aku pun segera menutupnya kembali.
"Siapa??"
"Profesor Jon."
"Kenapa kau tutup lagi?"
"A-aku.."
Chely memintaku untuk bergeser supaya dia bisa melihat keluar pintu. Perasaan bersalah dan takut semuanya bercampur aduk dalam jiwa Chely. Ia pun membuka pintu itu untuk menyambut tamu.
"Selamat pagi. Maaf mengganggu."
Tanpa dipersilahkan untuk masuk, Pak Jon langsung menerobos kedalam asrama Chely. Sadar dengan apa yang akan terjadi setelahnya, Chely hanya bisa terdiam didepan pintu. Aku jadi merasa iba padanya.
"Kenapa kau ada disini?"
"Ah, a-apa kau bicara padaku?"
Terkejut dengan pertanyaan dari profesor, aku pun menjadi gelagatan saat menjawabnya. Pak Jon hanya memperhatikanku dengan tatapan tajam.
"Oh, kau pasti Fisilia dari Lv 1."
"Iya. Itu aku."
__ADS_1
"Ehm, Nak. Kau pasti tidak tahu."
"Apa yang tidak kuketahui?"
"Begini. Sekolah melarang setiap muridnya untuk berkunjung ke asrama murid lain."
"O-oh, maafkan aku."
Tiba-tiba saja dari luar muncul seseorang yang menghampiri kami dengan tergesa-gesa.
"Pak, kabar baik. Kami menemukan jejak pencurinya di perpustakaan."
"Apa kau membawanya kemari?"
"Aih. Tentu saja tidak, Pak. Kami hanya menemukan jejak kaki misterius dekat rak yang menyimpan buku kuno itu."
"Bawa aku kesana."
Mereka pun akhirnya keluar dari asrama Chely. Lega rasanya ketika mereka tidak memeriksa satu pun barang yang ada disini.
"El, sepertinya aku harus segera kembali ke asramaku."
"Kenapa terburu-buru begitu?"
"Aku harus menaati peraturan dengan tidak sering-sering berkunjung kemari."
Aku memberikan buku kuno yang sebelumnya tengah dicari oleh profesor tadi kepada Chely.
"Eh, tapikan.."
__ADS_1
"Sudahlah. Aku yakin kau bisa menjaga buku itu baik-baik. Kalau bisa kembalikan ke perpustakaan dengan segera. Sebelum yang lain tahu."
Aku pun pamit untuk kembali ke asramaku. Akhirnya, hari ini tidak terjadi hal buruk. Tapi, aku tidak tahu bagaimana dengan esok harinya.