Magic School

Magic School
Schedule 3


__ADS_3

"Apa?"


Seseorang mulai mendekat kearahku. Kalau dia sampai berjongkok bisa gawat. Aku pun bergeser kearah lain supaya tidak terlihat olehnya.


"Kertas ini terjatuh. Darimana asalnya, ya?"


Ia terlihat akan mengambil selembar kertas itu. Tapi, alhasil yang terjadi tidak sesuai dengan perkiraanku.


"Profesor Jon memanggil kita. Dia menyuruh kita untuk segera kembali ke ruangan."


"Oh, tapi.."


"Ayo, cepat!"


Syukurlah, pemilik alam semesta masih berpihak padaku. Saat aku melirik kearah Chely, tiba-tiba saja dia menghilang.


"El, kau dimana?"


Terasa sebuah tangan menyentuh pundakku. Jangan-jangan aku ketahuan.


"Lia. Diluar sudah aman."


"Eh, Chely?"


Oh, tenyata dia sudah keluar lebih awal. Aku pun segera keluar dari bawah meja dan meregangkan otot.


"Ah, lega rasanya bisa keluar."


Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Aku kewalahan mencari tempat persembuyian. Akhirnya, Chely pun menarikku kebelakang rak buku.


"...dan tidak ada yang lain."


"Hei, lihat itu."


"Ada apa?"

__ADS_1


"Kertas ini kusam sekali."


"Hanya selembar kertas bodoh. Apa bagusnya?"


"Tidak. Bukan itu. Lihatlah!"


Terdengar suara samar-samar dari luar. Aku mengintip sedikit untuk melihat apa yang terjadi disana.


"Apa yang mereka lakukan..?"


Aku berbisik sembari menarik Chely mendekat kearahku. Ia hanya menggeleng tidak tahu. Kami pun mulai memantau mereka dari kejauhan.


"Ini bukannya.."


"Iya. Itu benar."


"Hei, aku bahkan belum selesai bicara."


Aku mengamati gerak-gerik mereka yang terlihat mencurigakan. Kelihatannya kertas itu adalah bagian terpenting dari buku itu.


"Apa?? Tapi, bukankah isinya.."


"Sudahlah. Tidak akan terjadi apa-apa juga."


Saat ada kesempatan, aku merangkak melewati beberapa meja dan kursi untuk mengambil buku kuno itu. Padahal, tujuan utama kami adalah untuk mengembalikan buku itu ke tempat asalnya. Tapi pada akhirnya kami terjebak dan tidak ada jalan keluar dari sini. Daripada hanya berdiam diri disini, lebih baik kami membaca buku saja.


"Aku akan segera memberitahukan ini pada profesor dan kau tetap disini."


"Aih. Menyebalkan sekali."


Salah seorang profesor pun pergi akhirnya pergi.


"Aku merasa sangat bosan. Apa tidak ada hiburan yang bisa kumainkan disini?"


Ia terlihat sedang terduduk diatas meja penjaga sembari memperhatikan sekitar. Tak lama kemudian, ia pun pergi keluar perpustakaan. Aku meraih buku di rak itu dengan cepat. Tanpa sengaja aku menyenggol salah satu kursi hingga terjatuh.

__ADS_1


"Suara apa itu?"


Profesor tadi kembali kedalam. Dia mendekat kearahku dengan perlahan.


"Cit.. citt..."


"A-apa? Ada tikus didalam perpustakaan?"


Profesor itu mengambil sebuah tongkat sihir dan mengarahkannya pada tempat dimana Chely berada. Aku yakin, suara itu pasti dibuat-buat olehnya.


"Hei, dimana kau? Keluarlah, tikus sialan!"


Ini gawat. Kalau sampai Chely ketahuan, dia akan berada dalam masalah besar. Aku pun mengambil sebuah buku saat profesor itu tidak melihat. Kemudian, buku itupun kulemparkan kedekatnya hingga ia terkejut.


BRUKK..!!


"WAAA!!!"


Profesor itu mengarahkan tongkat sihirnya dengan asal keberbagai arah. Semuanya terlihat begitu kacau balau. Aku merasa puas bisa melakukan kenakalan dalam sekolah, seperti di masa lalu


"*Minggir!"


BRUKK..!!


"Aww.. Kuedro, kau sangat kejam!"


"Sudah kubilang juga apa...!!"


DUAKK..!!


"Hahah.. apa kau bilang? aku tidak dengar."


"Fisilia, kau ini.."


"Dasar lemah! Minggir sana! Keela, apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


"Iya. Terima kasih*."


__ADS_2