Magic School

Magic School
Schedule 2


__ADS_3

"Lia, cepat keluar!"


Hari masih begitu pagi dan sudah ada teriakan dari luar kamar. Dengan malas, aku membuka pintu untuk menyambut sang tamu.


"Selamat.. eh!"


Belum sempat menyapa, Chely sudah langsung menarik lenganku keluar dari asrama. Kurasa dia ingin bercerita mengenai masalah kemarin.


Sesampainya di tempat yang dituju oleh Chely, kami berhenti beberapa menit untuk beristirahat. Aku mencoba untuk menenangkannya yang terlihat sedang terengah-engah.


"Aku.. ingin.. memberi.. kau... itu.. tahu.."


Setiap kata yang ia ucapkan sama sekali tidak masuk akal. Katanya memang jelas, tapi jika dijadikan sebuah kalimat akan menjadi suatu kalimat yang tidak bersatu padu.


"Aku tidak tahu maksud dari perkataanmu itu."


"Lihat saja sendiri.."


Chely menunjuk kearah perpustakaan sekolah. Disana terlihat ada banyak orang yang tengah berkumpul.


"Apa yang sedang terjadi disana?"


"Huftt.. perpustakaannya telah ditutup!"


"Apa?!"


Terkejut dengan apa yang diucapkan Chely, aku pun segera menerobos semua orang disana.


"Hei, Nak. Kau dilarang masuk kemari."

__ADS_1


Ternyata, aku telah salah sangka. Mereka bukanlah pengunjung, melainkan profesor yang tengah melakukan penelitian. Aku pun mundur darisana dan kembali menghampiri Chely.


"Bagaimana ini?"


"Hm, kurasa kita harus masuk dengan cara mengendap-endap."


"A-apa kau gila? Tidak bisa begitu, Lia."


"Bisa. Aku yakin. Ayo, ikut denganku!"


Aku pun bergegas ke pintu belakang perpustakaan diikuti dengan Chely. Aku pernah dengar mengenai pintu rahasia menuju ke perpustakaan sekolah. Memang aku tidak pernah kesana, tapi aku tahu dimana letak pintu itu berada.


"El, lewat sini."


"Apa kau berniat untuk masuk lewat pintu tersembunyi?"


Kami pun berjalan dengan mengendap-endap kedalam sebuah lorong gelap. Lorong itu menembus langsung ke belakang rak buku didekat meja penjaga.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Aku akan keluar ketika mereka tidak melihat. Kau pergi ke rak dimana buku itu ditemukan sebelumnya."


"Ehm. Hati-hati, Lia."


Aku pun berjalan dengan perlahan menuju kolong meja. Aku memberi isyarat pada Chely agar dia melemparkan buku itu padaku. Saat ada kesempatan, buku itu tertangkap olehku.


"Stt.. Lia."


Ketika Chely sudah mendekati rak buku, aku mengembalikan buku itu padanya. Tapi tanpa kusadari, buku itu tidak bertengger di tempat yang seharusnya.

__ADS_1


"Oops.."


Buku itu pun bergeser kearah lain dan menyentuh meja penjaga.


"Gawat.."


Aku pun memberi tanda pada Chely untuk mengambil buku itu dengan segera. Tapi, dia terlihat ketakutan saat tiba-tiba seseorang berdiri tepat disampingnya.


"Jangan bergerak.. jangan bergerak.."


Aku melambai-lambaikan tangan padanya supaya tidak membuat gerakan sedikitpun. Masih dengan posisi yang sama, orang itu sama sekali tidak beranjak darisana.


"El, apa yang kau lakukan?"


Kulihat Chely mengeluarkan tangannya dari bawah meja untuk meraih buku itu. Aku berusaha untuk melarangnya tapi dia tetap tidak mau menarik kembali tangannya.


"El, berhenti."


Aku pun menutup mata, berharap tidak terjadi apapun yang berakibat buruk.


"Stt.. Lia."


Akhirnya, Chely berhasil mengambil buku itu. Aku merasa lega sekarang.


"Hei, lihatlah. Apa itu?"


Salah seorang profesor terlihat mendekat kemari. Aku melirik kearah meja dimana buku itu terjatuh. Selembar kertas terlihat tergetak disana. Itu pasti salah satu dari halaman buku kuno itu. Kalau dia sampai mengambilnya, maka keberadaanku disini akan ketahuan olehnya.


"Aduh, bagaimana ini..?"

__ADS_1


__ADS_2