
Sreekkk
Sreekk
Srekkk
"Kak, hati-hati disana, jaga diri, semoga selamat sampai tujuan" seru mama
"Iya ma, doain aku saja, lagi pula aku tidak untuk liburan tapi untuk bekerja kok" kak Ifah tersenyum dan menarik koper kosong yang akan ia isikan baju-baju serta keperluan untuk tinggal beberapa hari di Bangkok
Bapak hanya bisa terdiam dan melihat anaknya begitu sibuk merapihkan barang-barang yang ia masukkan ke dalam koper. Terlihat di wajahnya sebenarnya banyak yang ingin ia katakan, namun tidak dapat ia sampaikan.
Kegiatan pengemasan pun selesai, sudah pukul 8.00 pagi, Ifah harus segera berangkat, sambil melirik arloji di tangannya, ia menambah kecepatan tangannya untuk menutup tas dan koper yang masih terbuka.
Di depan rumah sudah berada seorang pria tinggi, berbadan besar menaiki kendaraan bermotor yang cukup tinggi untuk ukurannya, pria itu adalah Wira, kekasih Ifah, dia sudah sering sekali ke rumah untuk menemui Ifah, makanya bapak dan mama tersenyum saat kedatangan laki-laki itu. Wira mengucapkan salam dan mencium tangan orang tua Ifah. Ia sedikit mengobrol dengan bapak, lalu obrolannya di akhiri karena Ifah sudah menarik kopernya keluar dan menaruhnya di atas motor Wira.
"Ma, pah.. aku berangkat dulu ya, kalian jangan kangen, hehehe"
"Hmm paling kamu yang kangen sama mama dan bapak" ketus mama
__ADS_1
"Itu pasti lah ma, aku bakal kangen sama kalian untuk seminggu ini aku berada di negeri orang" lirih Ifah
"Ya sudah, berangkat dulu ya ma, pah, assalamu'alaikum" Ifah mencium tangan mama dan bapak, di ikuti dengan Wira yang berpamitan dengan kedua orang tua Ifah. Wira sengaja datang untuk menjemput Ifah dan mengantarkannya ke bandara, ia tidak ingin wanita yang di cintainya itu berangkat sendiri ke bandara, meski hanya menggunakan motor, Wira harus melakukan yang terbaik untuk wanita itu.
"Wa'alaikumussalam... jawab mama, bapak, Nina, Nova dan Rara yang sedari tadi hanya melihatnya dalam diam.
Ifah dan Wira sudah berada di atas motor dan mulai melajukan kendaraannya, tiba-tiba mama teriak "Hati-hati di jalan kak, jangan lupa baca do'a!" mama senantiasa membacakan do'a untuk keberangkatan anaknya, seakan dia takut anaknya lupa membaca doa, diikuti dengan Nina yang membacakan doa dalam hatinya.
Setelah selesai upacara perpisahan, semua kembali pada aktifitasnya masing-masing, mama yang sedari tadi sudah memegangi kunci toko di tangannya, langsung berjalan menuju toko, ia tidak mau berlama-lama berada di rumah, karena harus membuka toko. Bapak masih duduk di depan rumah, pandangannya hanya ke depan memandangi jalan aspal dilalui kendaraan yang berada jauh beberapa langkah dari rumahnya. Nova memasuki kamarnya untuk mengerjakan skripsi yang yang sedang ia susun, karena targetnya adalah tahun ini dia harus sudah menyelesaikan studinya. Rara menonton televisi, sedangkan Nina mengambil handphone di kamarnya dan segera ke toko untuk menemani mama.
Mama menghampiri Nina yang sedang memainkan handphone nya
"Buat apa ma?"
"Nanti kita kesana sama Lydia dan Sinta, kalau kak Ifah sudah pulang"
"Eh nih, tante Lydia dan kak Sinta habis dari sana hari minggu kemarin" Nina menunjukkan foto-foto tante Lydia dan Sinta di akun sosial media Lydia, namun tiba-tiba ia menyesal kenapa harus memberitahukan ini kepada mama nya.
Wajah mama langsung memucat dan terpancar kesedihan di mukanya, sontak Nina semakin hancur melihatnya, ia tahu perasaan mama nya saat ini.
__ADS_1
1 menit tidak ada respon mama
2 menit tidak ada respon mama
Akhirnya mama angkat bicara dan menghela nafas nya berat
"Biarkan saja, minggu depan kita akan kesana dengan kak Ifah" mama seraya tersenyum menutupi kekecewaan nya lalu berdiri untuk melayani pembeli.
Nina tahu kalau mama selalu mengajak kedua tante nya itu ke taman insani, tapi melihat postingan tadi, membuat hati mama kecewa, dan Nina tidak bisa menerimanya, meskipun Nina yakin kedua tantenya itu tidak bermaksud membuat mama nya kecewa.
Meskipun saat ini mama tersenyum, tapi hati Nina terasa begitu sesak, ia merasa mama nya masih menyembunyikan kekecewaannya.
*Andai saja aku sudah bekerja, aku akan membawa mama kemanapun mama mau, aku akan membuat mama puas tersenyum bahagia dengan uang ku sendiri, aku tidak akan menunggu kakak ataupun yang lain mengajak mama, aku akan membawa mama pergi jalan-jalan sampai puas, ya Allah kenapa ini sesak sesak sekali*
Sambil memegang dada nya, Nina memandangi mama yang masih melayani pembeli, karena tidak ingin mama mengetahui isi hatinya, Nina membantu mama nya melayani pembeli.
To Be Continued👀
Jangan lupa like dan comment ya😝
__ADS_1