
Setelah saling bertemu, Nina dan mama memasuki ruang tunggu pasien, mereka mencari lapak untuk menjadi tempat mereka beristirahat.
"Ma, sudah makan belum?" tanya Nina sambil merapikan barang-barangnya
"Sudah, mama belum lapar"
"Emang mama makan apa tadi?"
"Tuh! Masih ada sisanya di tas" kata mama sambil menunjuk ke tas yang ia bawa, Nina pun melihat ke dalam tas itu ternyata benar ada roti yang masih utuh, Nina pikir mama pasti beli banyak"
"Ya sudah, oh iya sebentar lagi kak Ifah datang setelah pulang kerja"
Mama tersenyum setelah mendengar Nina. Sambil menonton televisi yang sudah tersedia di ruang tunggu pasien, kak Ifah pun datang menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum, Ma" Ifah mencium punggung tangan mama
"Wa'alaikumussalam, kamu ga capek, Fah? Kenapa gak langsung pulang dulu?" tanya mama khawatir
"Gak apa-apa ma, aku gak capek kok" Ifah tersenyum "Eh, kok mama pucet banget? Pasti belum makan ya?"
"Kelihatannya sih belum, tapi tadi aku ajak katanya sudah makan" sambung Nina
"Mama jangan bohong, ayo pokoknya mama harus makan!" sambil menarik tangan mama perlahan mama akhirnya mengiyakan ajakan Ifah
"Ya sudah, di belakang saja ya"
Mereka pun beranjak pergi dan berjalan kaki menuju kantin, karena kantin berada lumayan jauh dari gedung yang mereka duduki, dalam perjalanan adzan maghrib berkumandang. Mama dan Nina menuju masjid sedangkan Ifah membeli makan untuk mereka bertiga, karena ia sedang datang bulan.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan shalat, Nina, mama dan Ifah bertemu di point center, dan berjalan menuju ke ruang tunggu pasien UGD.
"Dulu selama bapak sering di rawat di sini, mama ingat sekali betapa lelahnya mondar mandir di sini, makanya mama begitu hafal mengenai seluk beluknya rumah sakit ini" ucap mama sambil berjalan menatapi setiap gedung rumah sakit yang menjulang tinggi, banyak koridor-koridor kosong, para suster yang berkeliaran, juga para pengunjung pasien, ada yang terlihat panik berlarian, ada juga yang berjalan santai.
"Mama juga ingat, sewaktu mengantar bapak pindah ke ruang ICCU gedung gedung itu" mama menunjuk ke gedung sebelah kanannya yang berwarna biru putih "Mama berlarian dari gedung garuda, melewati gedung cendrawasih hingga ke gedung rajawali, mama mengejar suster yang mendorong kasur dorong bapak agar tidak tertinggal" lirih mama, lalu menunduk.
"Sudah lah ma, tidak usah di ceritakan lagi, mama juga sudah pernah ceritakan itu kemarin" seru Ifah
"Mungkin mama memang benar-benar teringat kak, biarkan saja lah" sahut Nina
Mereka pun terus berjalan, menuju ruang tunggu pasien, lalu datang seorang pemuda yang terlihat ke bingungan.
Buukkk
Pemuda itu menabrak punggung mama.
"Aduh.. Iya, iya sudah tidak apa-apa dek"
"A anu buk.. Maaf saya mau tanya, gedung ini dimana ya buk?" tanya pemuda itu sambil menunjukkan handphone di tangannya kepada mama
"Oh ini, adek balik lagi ke belakang, lurus belok kanan, di sana ada lift sebelah kiri, lalu masuk saja itu sudah sampai" mama sambil menunjuk arah jalan yang di tanyakan si pemuda
"Oh di sana, baik bu, terima kasih! Mohon maaf sebelumnya" pemuda itu tersenyum kepada ketiga wanita itu, lalu ia berjalan meninggalkan mereka.
Mereka pun melanjutkan langkahnya lagi hingga sampai di ruang tunggu pasien. Di sana sudah semakin banyak orang yang berdatangan, hingga mereka harus duduk di lantai.
Ifah membuka makanan yang telah ia beli.
__ADS_1
"Kenapa makannya sedikit sekali, ma? Habiskan dong!" seru Ifah
"Sudah di bilang mama tadi sudah makan, perut mama sudah penuh" sahut mama
Teng neng neng nengngng
Selamat malam, kepada keluarga pasien, atas nama bapak **** harap ke ruang UGD lantai satu, terima kasih.
Teng neng nengg
Tiba-tiba suara dari arah speaker berbunyi menyebut nama bapak. Mama tersontak kaget, lalu beranjak berdiri dan berlari menuju ruang UGD. Di dalam, bapak meminta mama menyuapinya dan memijat punggung bapak.
Di luar Nina bersama Ifah sedang menonton televisi, Ifah meminta Nina membelikan minuman dingin, Nina beranjak ke luar untuk membeli, namun di perjalanan tiba-tiba Nina terjatuh, pandangannya kabur dan pikirannya sontak teringat kepada kedua orang tuanya.
"Astagfirullah, ada apa ini? Sakit sekali." gumam Nina lirih, sambil mencoba membangkitkan badannya yang tersungkur, ia kembali berjalan ke arah kotak besar yang berisi banyak minuman dingin.
Setelah selesai membeli, Nina segera kembali ke ruang tunggu, disana Ifah masih asyik menonton televisi. Sambil mengelus kakinya yang masih terasa sakit, Nina hanya melamun, entah apa yang dipikirkannya.
Mama pun datang menghampiri mereka "Kak Ifah belum pulang?" tanya mama
"Nunggu mama dulu, sekarang aku baru mau pulang" Ifah tersenyum
"Ya sudah, tidak baik juga anak gadis membawa motor sendiri, sudah larut malam"
"Ya sudah, aku pulang ya, ma." Ifah mencium tangan mama dan segera pergi meninggalkan nya.
To Be Continued👀
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment 😝