Mama, Aku Mencintaimu!

Mama, Aku Mencintaimu!
Antara Hutang dan Pergi Haji


__ADS_3

Di toko tidak ada yang Nina dan mama nya bicarakan lagi. Nina yang sibuk scrolling layar handphone nya, mama yang sibuk menulis barang dan penjualannya, sesekali mereka melayani pembeli yang datang.


Namun, seketika mata Nina mendapatkan mama nya sedang membuka sebuah kotak cokelat, tidak terlalu besar, sedikit bernoda dan rapuh di bagian pinggirnya.


Mama mengambil sesuatu dalam kotak tersebut, Nina menghampiri mama yang sedang duduk di pojok belakang etalase toko "Kotak apa itu ma?" tanya Nina.


Namun yang di tanya tidak memberikan jawaban.


"Mama menabung di sini?" Nina menambah pertanyaan karena penasaran melihat banyak uang di dalam sana.


Mama mendengus "Iya, ini celengan pribadi mama, tapi mama tidak menggunakan uang toko untuk mengisi celengan ini, mama pakai uang pribadi"


"Memang mama buat apa? Uang toko juga milik mama ko" Nina mengernyitkan alisnya

__ADS_1


"Tidak, bapak dan kak Ifah selalu tidak percaya dengan mama, padahal kadang mama gunakan uang toko untuk membayar hutang yang mama pinjam karena banyak orang yang berhutang di toko kita jadi mama pinjam uang untuk menutupi kerugian toko ini" jelas mama.


Nina sedih mendengar apa yang di ucapkan mamanya "Terus uang ini untuk apa?"


"Sebenarnya uang ini sudah mama simpan untuk pergi haji, tapi karena hutang di toko masih banyak, mama akan pakai uang ini untuk membayarnya, itu juga kesalahan mama kenapa harus berhutang"


Nina paham apa yang di ucapkan mamanya, sontak ia pun bersimbah lutut nya di depan mama nya yang sedang duduk.


"Ma, jangan lakukan itu, ini adalah uang pribadi mama untuk berangkat haji, walau bagaimana pun hutang di toko ini adalah tanggung jawab kita semua. Apakah kakak tahu tentang uang ini dan hutang di toko?" lirih Nina


Nina yang melihat hal itu tidak menyangka kalau mama akan benar-benar memberikan uang miliknya. Setelah bertransaksi, pria paruh baya itu pun pergi, mama kembali ke dalam toko dan mengambil sebuah buku merah beserta kacamata.


"Ma, aku akan membantu mama mengisi kembali celengan itu" lirih Nina sambil memegang punggung tangan mama

__ADS_1


Mama melirik Nina dan tersenyum "Memangnya kamu sudah bekerja? Ongkos saja kamu masih dari mama, lho."


"Hmmm, mama kenapa selalu mematahkan semangat ku sih?" gerutu Nina "Aku akan berusaha ma, aku sudah biasa berdagang di kampus, uang hasil penjualan akan aku masukkan ke dalam celengan"


"Baiklah, tapi jangan beritahu siapapun soal ini ya, sudah 3 tahun mama simpan kotak itu, baru kamu yang mama beritahu"


"Baru aku? Kenapa? Apa mama takut uangnya akan di ambil?" tanya Nina dengan polosnya


"Haha tidak, mama hanya tidak ingin hal seperti ini terjadi, buktinya saja kamu yang baru tahu sudah mau membantu mama mengisinya, apalagi kalau yang lain tahu, mereka pun akan melakukan hal yang sama sepertimu"


*MAMA I LOVE YOU!!! KENAPA MAMA SELALU SEPERTI INI, MEMBUAT KU SEMAKIN TERSANJUNG SETIAP HARI. DEMI APAPUN ENGKAU ADALAH MAMA TERHEBAT YANG AKU PUNYA*


Hati Nina meledak-ledak karena mendengar ucapan mama nya, entah kenapa setiap hari mama nya melakukan sesuatu yang membuat dirinya bangga. Namun, Nina benar-benar tidak bisa mengatakannya di depan mama, ia hanya tersenyum dan bersandar di punggung mama.

__ADS_1


To Be Continued👀


Jangan lupa like dan comment😝


__ADS_2