Mama, Aku Mencintaimu!

Mama, Aku Mencintaimu!
Gigi Copot


__ADS_3

Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali seperti biasa, mama selalu membelikan sarapan untuk keluarganya, dengan uang hasil pendapatan toko, ia gunakan untuk membeli beberapa gorengan dan lontong, yang paling ia utamakan sebenarnya adalah suaminya, karena ia tidak ingin suaminya sakit maag karena telat makan.


Didepan rumah terdapat meja dan bangku seadanya yang digunakan untuk berkumpul, saat ini semua sedang asik menikmati sarapan.


"Kalau ada kak Ifah pasti tambah rame" seru Nina memulai pembicaraan, karena semua orang terlalu fokus dengan makanan mereka masing-masing


"Iya, a Abim juga lagi gak ada, jadi kangen sama mereka berdua, gak bisa kumpul lagi seperti dulu, kita selalu sarapan bersama seperti ini setiap pagi" Sahut Rara, sambil asik mengambil makanan dipiringnya


"Tapi kak Ifah pasti sedang makan enak disana, kan dia keluar kota, dan tinggal dihotel, disini kita hanya makan lontong" sambung Nova sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya


"Eh tapi jangan salah loh, dia juga pasti kangen kayak gini, disana tidak akan menemukan saat-saat seperti ini bersama keluarga meski makan enak" sahut Nina


"Tapi jadi kasian mereka kak, aku jadi kangen kak Ifah dan a Abim, dia sedang apa ya disana?" sahut Rara


"Sudah, tidak usah di sebut-sebut nanti dia tersedak makanan, sekarang kan waktunya sarapan" kata mama sambil merapihkan piring bapak yang sudah selesai makan.


Rara mendekati Nina "Kak, besok kalau mau jenguk a Abim aku ikut ya!"


"Kenapa nih anak? Kangen? Hahaha, jauh kangen, dekat berantem, hahaha" goda Nina


Rara mendengus kesal "Ya sudah deh, aku gak jadi ikut!"

__ADS_1


"Eh iya iya, nanti kamu ikut, gitu aja ngambek, kangen yaa sama abangmu? hahaha"


"Bodo ah kak" Rara masuk ke dalam rumah, karena sudah kesal digoda oleh kakaknya, dia pun mencuci piring yang telah ia pakai dan mengambil tas untuk berangkat ke sekolah.


Setelah Rara pergi, Nina membersihkan bekas-bekas makanan dan piring yang ada di meja sarapan mereka. Terlintas dalam pikiran Nina tentang mimpinya semalam tentang gigi copot. Saat bapak dan mama nya masih duduk didepan rumah, Nina memberanikan diri untuk bertanya.


"Ma, semalam aku mimpi gigi copot" ucap Nina ragu-ragu


Keduanya pun terdiam, dan beberapa saat bapak mulai mengangkat suara


"Sebelah mana gigimu yang copot?" tanya bapak


"Aku lupa pak, tapi sepertinya sebelah sini" menunjuk ke bagian dalam mulutnya, yaitu gigi geraham bagian atas.


"Tidak apa-apa, itu hanya mimpi" sahut bapak tertunduk


Nina masuk ke dalam kamar, dan mengambil handphone di kasurnya, lalu mengetikkan sesuatu untuk seseorang, yang tidak lain adalah kekasihnya, Putra.


-Putraaaaa sayaaaang-


-Iyaa Nina ku-


-Kamu sudah berangkat kerja ya?-

__ADS_1


-Belum sayang, kenapa?-


-Hmm, aku mau video call :p


-Jangan sekarang ya sayang. Banyak saudara aku lagi datang ke rumah, kamu gak beres-beres rumah?-


-Nggak! Yaudah kalau kamu mau aku beres-beres, bye!-


-Hmm lantas deh, masih pagi udah marah-marah aja. 'read'


-Nina. 'read'


-Sayang. 'read'


Begitulah akhir percakapan kecil mereka yang di akhiri dengan ribut dan itu semua selalu karena ego Nina, karena dia hanya bisa manja dan menjadi anak kecil di depan Putra, kepada siapa lagi dia bisa menjadi anak kecil, jika di depan orang tua nya dia berlaga sepwrti wanita dewasa dan periang, namun disisi lain dia rapuh dan memerlukan sosok yang lebih dewasa seperti Putra untuk selalu menemaninya.


Sebenarnya Nina tidak benar-benar ingin membereskan rumah, dia masih memegangi handphone nya, dia hanya menghindari chat dari Putra.


Karena penasaran dengan arti mimpi gigi copot yang dia tanyakan tadi, dia langsung mengklik aplikasi pencarian dihandphone nya dengan kata kunci arti mimpi gigi copot menurut ahli.


Nina sontak kaget dengan hasil yang ia temukan, dia tidak menyangka dengan tulisan yang berada di layar itu. Nina masih terus scroll down untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan, tapi yang ia dapat semua hasil yang terdapat di layar benda di tangannya itu sama semua.


"Mati? Meninggal? Tidak mungkin. Tapi mungkin saja tetangga atau kerabat sih, disini tertulis orang yang disayangi kan. Tentu saja aku tidak hanya menyayangi keluarga ku, aku juga menyayangi kerabat dan saudara ku yang lain" gumam Nina bermonolog sambil terus scrolling layar handphone nya di atas kasur dengan posisi tengkurab, sesekali dia merubah posisi terlentang, miring, duduk lalu tengkurab lagi.

__ADS_1


To Be Continued👀


Jangan lupa like & comment ya😋


__ADS_2