Mama, Aku Mencintaimu!

Mama, Aku Mencintaimu!
Persiapan Pulang


__ADS_3

Seminggu kemudian


Di Bangkok sore hari, Ifah keluar dari sebuah ruangan besar yang dipenuhi orang dari berbagai negara di Asia, wanita itu telah menyelesaikan pertemuan bersama dengan delegasi lain dari berbagai negara tersebut. Bersama dengan rekan kerjanya, Ifah berjalan menuju hotel tempatnya melepaskan penat.


"Fah, besok kamu langsung pulang ke Indonesia atau masih ingin menikmati liburan di sini? Mumpung masih ada waktu 1 hari, lho" tanya Merry


Ifah menghela nafasnya berat, dan memeluk bantal ke dadanya "Gak tau kak, sepertinya aku hanya akan membeli oleh-oleh saja lalu langsung terbang ke Indonesia"


"Memang ada apa dengan orang tua mu? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini, biasanya kamu yang paling semangat lho"


"Entah kenapa rasanya... aku kangen sekali dengan orang tua ku di rumah, sudah lebih dari seminggu aku tidak mengabarinya, bahkan aku tidak memberi kabar kalau ada penambahan hari, karena sebelumnya aku bilang hanya seminggu di sini" Ifah tertunduk bersalah, lalu membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya, ia pun tersenyum seakan merasa seperti ada bayang-bayangan mama dan bapaknya di atas sana.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan menemani mu belanja oleh-oleh besok" ucap Merry


Ifah menengok ke arah Merry "Eh e.. tidak perlu kak, aku sendiri saja, kakak kan mau jalan-jalan disini"


"Gak apa-apa, membeli oleh-oleh juga jalan-jalan kok, tapi setelah kamu selesai, aku akan melanjutkan perjalanan ku nanti, aku akan mengajak Sisca juga"


Ifah mengiyakan perkataan Merry, dan segera mengajaknya beristirahat karena sudah larut malam.


Keesokan harinya


Ifah membuka matanya melihat arloji di samping kasurnya, matanya terbelalak karena hari sudah menunjukkan pukul 8.00 pagi, ia tertidur masih menggunakan mukena setelah menyelesaikan shalat subuh, ia pun membangunkan temannya untuk segera bersiap. Ifah melepaskan mukena nya ia berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah semua selesai dan temannya juga sudah rapi, mereka berdua bergegas untuk keluar.


Kali ini, ia akan ke pusat perbelanjaan yang berada di kota Bangkok, yaitu MBK Center (Mah Boon Krong Center) yang menjadi salah satu surga wisata belanja murah di Thailand. Tempat itu tidak jauh dari hotel. Mereka memilah milih barang yang akan di bawa, ternyata tidak hanya Ifah yang membeli, Merry pun tergiur dengan barang-barang yang ada di sana, karena tidak hanya indah di mata namun juga indah di dompet.


Dengan barang bawaan yang begitu banyak, mereka kembali lagi ke hotel untuk packing.


"Fah, kamu yakin tidak mau ikut kami?" tanya Merry


"Tidak kak, lihat oleh-oleh ku saja sudah banyak sekali, kalau aku ikut yang ada aku tidak bisa membawa pulang semua baju-baju ku karena penuh dengan oleh-oleh" sahut Ifah sambil memasukkan semua barang-barangnya ke dalam koper


Merry tergelak dan tertawa kecil mendengar jawaban Ifah, ia paham karena telah mengetahui kehidupan Ifah lebih dari seorang teman, ia menganggap wanita yang ada di hadapannya itu seperti adiknya sendiri.


"Hmmm ya sudah kalau begitu, aku titip salam dengan ibu dan bapak mu di rumah yah" Merry memegang lengan Ifah "Oh iya, ini aku berikan untuk ibu mu di rumah, Fah. Sengaja aku beli tadi untuk ibu mu, melihat kamu seperti ini, rasanya aku ingin sekali melihat wanita hebat yang telah melahirkan anak seperti mu, bahkan adik-adik mu juga yang begitu luar biasa" ucap Merry


"Ya ampun, apa sih kak? Berlebihan banget deh ngomongnya, mama memang hebat, tapi anak-anaknya tidak begitu kok" Ifah menangkis ucapan Merry


"Kak Merry, aku baru kali ini punya kakak, karena selama ini aku hanya memiliki adik, tapi bersama kak Merry aku seperti adik. Kak Merry itu kakak yang sangat baik buat aku sekaligus ibu & istri yang hebat buat keluarga kak Merry, karena kakak masih saja mau bekerja keras meskipun penghasilan suami sudah ada" Ifah tersenyum membalas pujian Merry


"Hmm terima kasih lho, Fah. Aku jadi terbang nih, hahaha"


Mereka tertawa bersama dan ketika Merry melirik jam tangannya, mereka menambah kecepatan tangannya untuk segera bersiap ke bandara.


Ifah berangkat sendiri menuju bandara menggunakan taxi. Sesampainya di bandara dan melakukan registrasi, wanita itu duduk di sebuah bangku panjang untuk menunggu, ia terus memijat benda kecil di tangannya, lalu suara handphone bergetar dari dalam tasnya.

__ADS_1


Drrrttt


Drrrrttt


Drrrttttt


"Halo, assalamu'alaikum"


Ya, wa'alaikumussalam, kamu sudah di mana?


Kata pria dari sebrang telfonnya


"Aku masih di bandara" Ifah mengecek aroji di tangannya, menunjukkan pukul 4 sore. "Kita bertemu pukul 8 malam ya di sana"


Kenapa dari tadi handphone mu gak aktif aku telfonin? Aku khawatir


"Oh iya, tadi aku kesiangan, jadi aku buru-buru dan belanja oleh-oleh hingga tidak sempat membuka hp, maaf yah, hehe"


Ya ampun, ya sudah nanti kalau sudah sampai, kabarin aku deh, aku on the way ke bandara sehabis magrib


"Okay boss!"


Tidak sempat mengucapkan salam, Ifah menutup telponnya dari Wira, karena suara announcer bandara sudah terdengar, ia berdiri dan langsung bergegas menuju petugas bandara untuk pengecekan tiket dan naik ke pesawat.

__ADS_1


To Be Continued👀


Jangan lupa like dan comment😝


__ADS_2