
Malam tiba, angin malam yang dingin memasuki sela-sela jendela. Suasana mulai sepi hingga heningnya malam terasa begitu ramai.
Malam ini sekitar pukul 20.45 tapi rasanya sudah seperti pukul 00.00 saja, tapi tidak dengan keluarga Nina. Meski malam sudah sepi, mereka selalu menciptakan suasana riang.
"Hahaha kasihan deh loh, makanya belajar yang rajin neng, hahaha" Seru Nina, membalas cerita yang sedari tadi Rara ceritakan, mereka bersenda gurau di depan toko bersama mama mereka.
"Iihh kakak, aku tuh udah belajar tau tapi memang pertanyaan nya saja yang sulit, hehehe" kata Rara, tidak terima.
"Yee tetap saja kamu itu tidak bisa menjawab pertanyaan yang gampang begitu Ra, kalau aku jadi kamu, aku malu sekali karena punya jawaban konyol seperti itu, hahaha" Lagi-lagi Nina meledek Rara, Rara hanya memoncongkan mulutnya karena malu.
Mama menggeleng "Sudah sudah, bercanda terus, Rara lain kali kamu harus bisa menjawab pertanyaan guru mu, kamu harus fokus memperhatian guru mu ketika belajar" seraya mama tersenyum memisahkan kedua kakak beradik itu yang sedang beradu argumen, lalu beliau masuk ke dalam toko untuk melayani pembeli.
*Malam ini rasanya aku tidak ingin jauh-jauh dari mama, ku ingin terus dekat dengan mama. Ma, mama meninggalnya umur 60 aja ya. Nenek sudah meninggalkan kita di usianya 70 tahun, aku sangat menyayangi mama, tapi aku tidak bisa mengatakannya*
"Kak.."
"Kak"
"KAKAK!!"
"E eh, kenapa sih kamu?" Nina sontak kaget karena tiba-tiba ia melamun, dan memandangi jalan yang dilalui kendaraan.
*kenapa aku tiba-tiba melamun seperti itu ya, ih mikirin apa sih aku ini*
Meski tidak tahu apa yang ia pikirkan Nina
"Issh ngelamun lagi. Kak, kakak tau gak...."
"Gak tau..." ucap Nina memotong pembicaraan adiknya, lalu pergi masuk ke dalam toko menjauhi adiknya.
__ADS_1
"Iissh kakaaak!!!"
Rara berlari mengejar kakaknya dengan wajah penuh kesal. Belum sempat sampai duduk, Nina ditarik Rara, lagi-lagi mereka membuat keributan dan menciptakan tawa hingga terdengar sampai ke rumah dan tetangga sebelah.
"Woooy! Tawa mulu, ajak-ajak lah"
Tiba-tiba datang suara wanita yang mendekati Rara dan Nina, dia adalah Sefia, saudara sepupu Nina dan Rara, anak dari adiknya mama.
"Nih kak, kak Nina nyebelin banget, aku lagi mau cerita udah dipotong aja, aku kan jadi malu, mana ada orang beli yang ngeliatin aku lagi" Ketus Rara mendorong tubuh Nina
"Eh Ra, aku bukannya gak mau dengerin, cerita kamu itu pasti yang kocak lagi kayak tadi, jadi aku malas mendengarnya, lagi tidak mau tertawa aku, hahaha" Ledek Nina kepada Rara
"Emang Rara cerita apa kak?" tanya Sefia duduk disamping Nina
"Eh nggak, gak ada ko! Kak Nina bohong!"
"Yee apa sih Ra, hahaha jadi gini sef...."
Ketika Rara kembali ke sekolah sehabis pulang mengambil buku dan pianika nya, ia terlambat masuk kelas karena waktu istirahatnya sudah habis.
Sampai di kelas Rara di tegur oleh guru, karena pelajaran sudah berjalan guru pun melemparkan pertanyaan yang membuat Rara tertegun, tidak bisa menjawab.
"Rara, dari mana saja kamu? Kenapa jam segini baru datang?" Tanya pak Dodi dengan mata tajamnya
"Eh i.. itu.. anu pak, saya tadi kerumah sebentar"
"Ngapain?"
"Aku...emmm..."
__ADS_1
"Ya sudah, kamu kembali ke tempat dudukmu, jangan di ulangi lagi, kalau tidak bapak akan menghukum mu berdiri di depan kelas" Ketus pak Dodi
"Baik pak.." Rara menunduk dan berjalan ke arah tempat duduknya. Teman sebangkunya, Putri, menahan malu karena temannya ketahuan telat. Ia pun berbisik kepada Rara "Kamu sih Ra, sudah ku bilang, dari awal ambil buku mu setelah bel berbunyi, kamu malah makan mie gaul dulu, jadi telat kan"
"Iya iya, aku salah, aduh.."
"Sebelumnya bapak sudah memberikan pertanyaan pada kalian masing-masing, sekarang tinggal Rara yang belum mendapatkan pertanyaan, apakah yang dimaksud metamorfosis? Dan hewan apa saja yang memiliki metamorfosis tidak sempurna?" Tanya pak Dodi dengan suara lantangnya sambil menatap ke arah Rara yang jelas-jelas tidak mendengarkan gurunya.
"Rara..!"
"Ra! Itu pak Dodi manggil, astaga nih anak!" bisik Putri memukul punggung Rara dan menutup muka nya dengan buku karena malu melihat semua teman-temannya memandang ke arah bangku mereka.
"Eh i.. iya itu.. emm gajah, semut, kuda, eh apa pak?" ucap Rara gelagapan dengan nada seperti membuat nyanyian. "E eh.. apa yang salah?"
Semua murid didalam kelasnya tertawa mendengar jawaban Rara, Putri pun sampai menepuk punggung Rara karena tertawa hingga terpingkal-pingkal, bahkan guru nya pun menahan mulutnya untuk tidak tertawa menjaga image nya. Sementara pipi Rara memerah dan tertawa dengan cengiran kudanya menutupi rasa malu.
"Rara, jadi kamu tidak mendengarkan bapak dari tadi?" tanya pak Dodi yang masih menatap Rara dengan tajam.
"I.. iya pak maaf :(" Rara menunduk menjawab pertanyaan pak Dodi dan meminta gurunya untuk mengulangi pertanyaan nya kembali.
Cerita Nina membuat Sefia dan mama yang mendengarkan membuka tawanya kembali pecah, pipi Rara kembali memerah karena merasa malu, dan membuat Rara berlari ke rumah untuk menutupi rasa malunya.
"Nin, bantu mama tutup toko dulu sini" ajak mama, karena malam sudah menunjukan pukul 10.00 mama tidak ingin berlama-lama di toko karena besok harus buka toko lagi pagi-pagi. Sementara Sefia pun meninggalkan toko.
"Nina, begini ya kalau mau tutup toko, semua barang dimasukan seperti ini, jangan sampai ada yang tersisa, ini juga harus dimasukkan agar tidak dimakan tikus" jelas mama sambil memasukkan barang ke dalam kotak etalase
"Iya ma, Nina mengerti" sambil membantu mama nya, Nina memasukan barang lainnya ke dalam toko. Setelah selesai memasukkan semua barang, mama menutup Rolling Door dan menguncinya dari luar.
Mereka berdua berjalan menuju kerumah, dan menuju kamar masing-masing untuk beranjak tidur.
__ADS_1
To Be Continued👀
Jangan lupa like & comment ya😋