Mama, Aku Mencintaimu!

Mama, Aku Mencintaimu!
Pengamen Bencong


__ADS_3

Hari sudah menjelang petang, mama dan Nina masih setia menjaga toko.


"Ma, bapak mau minum air jeruk" Tanya bapak yang tiba-tiba muncul dan membuka pintu Soft Case toko yang berisi minuman-minuman dingin didalamnya.


"Jangan ah! Bapak ga boleh minum, ada-ada saja" Kata mama sambil menutup pintu Soft Case yang sudah terbuka.


"Iya pak, kan ini juga buat kebaikan bapak juga"


"Lagi juga bapak ngapain sih kesini? Tiduran aja di dalam, jangan sampai kecapean" Tambah Nina


"Bapak bete dirumah, kan bapak gak ngapa-ngapain dirumah, mau kesini aja, hehe"


"Hahaha bete, bapak ini ada-ada saja" kata mama


Tiba-tiba ada dua orang muncul, separuh wanita separuh pria, mereka berdandan seksi sekali lebih seperti wanita jahil, memakai sepatu High Heels, lipstik merah pekat, dan kepalanya di hiasi dengan Wig panjang. Salah satu dari mereka menepuk-nepuk ujung bawah galon dan yang satu lagi menepuk-nepuk kecrekan bulat gemericing, seolah untuk mengiringi mereka bernyanyi.


Aku tak mau di kala aku di madu, set set


Pulangkan saja kepada orang tuaku, set set


cekecrek cekecrek


"Misi Pak haji, Bu haji, neng geulis, mohon bantunnya yaaah" Ucap si bencong yang membawa kecekrekan


Aku tak mau di kala aku di madu, set set


Pulangkan saja kepada orang tuaku, set set

__ADS_1


cekecrek cekecrek dung dung dung dung


Tidak lama, mama langsung mengambil uang sejumlah 2000 dan memberikannya kepada si pengamen bencong tersebut. Lalu pengamen itu pergi meninggalkan toko.


"Terima kasih bu hajiiiii..."


Sambil tertawa mama meragakan lagu yang dibawakan oleh si pengamen tadi


"Hahaha... Aku tak mau di kala aku di madu, set set.. Pulangkan saja kepada orang tuaku, set set.. lucu banget tadi itu bencong segala nyanyi itu"


"Hahaha mama ada ada aja" ucap bapak


Kami bertiga masih tertawa lepas, entah kenapa Nina merasa tawa mama nya itu begitu senang, dia begitu menikmati tawa yang menghiasi mulut mama dan bapaknya.


"Tuh bencong kalo jadi cewek beneran mah cakep ya, Ma" kata Nina


Tiba-tiba kendaraan bermotor muncul di depan toko sambil membawa wanita berhijab dan membawa tas punggung, wanita berkulit putih dan terlihat lelah, wanita itu adalah Nova. Dia baru saja pulang kuliah menggunakan ojek online. Nova berjalan ke arah mama dan bapaknya yang duduk di bangku depan toko.


"Assalamu'alaikum.." Nova mencium tangan mama dan bapaknya


"Wa'alaikumussalam" Jawab mereka bertiga


"Tumben pulang, biasanya nginep" Ketus Nina


"Emangnya kamu mau aku nginep terus? Lagi pula aku sudah tidak pernah menginap lagi kan" jawab Nova


"Hahaha iya iya, yaelah canda keles" seru Nina.

__ADS_1


Mereka memang sudah seperti saudara kembar, sifat Nina yang jahil dan keras kepala membuatnya sering menjahili suadara-saudaranya, sedangkan Nova lebih dingin dan cuek, dia akan tertawa dan bercanda apabila dia memang ingin bercanda. Nova lebih jarang sekali mengobrol dengan orang tuanya, membuat dia tidak berlama-lama di depan toko.


"Mama lagi ketawain apa sih? Kayanya seru banget" tanya Nova penasaran karena melihat mama dan Nina masih tertawa


"Eh itu tadi ada pengamen bencong, nyanyi kocak banget, hahaha" Seru mama.


"Oalah.. Coba aja tadi aku melihatnya, hmm" Kata Nova yang menyesal karena tidak bisa ikut dengan keseruan mama nya.


"Udah ah aku masuk dulu, gerah banget mau mandi"


Tapi sebelum meninggalkan toko, mama memanggilnya.


"Nova, tolong masak nasi, buat mang Oji dan bapak makan ya"


"Iih mama, memangnya yang makan cuma mang Oji dan bapak saja? Nanti dia masaknya dikit tau" Ucap Nina yang tidak terima mendengar ucapan mama nya


"Iya iya, aku juga tau kali mau masak agak banyakan, mang Oji juga pasti makannya banyak, dia kan nguli" ketus Nova sambil membalikkan badan dan berjalan menuju rumah.


#eh hampir lupa soal mang Oji itu, maaf ya guys, hihi#


Mang Oji adalah paman anak-anaknya mama, dan juga adiknya bapak, beliau sedang bekerja di rumah mereka untuk renovasi rumah yang telah direncanakan mereka, sedikit-sedikit yang dilakukan mang Oji, karena biaya nya yang belum cukup.


Karena tidak mampu untuk membayar tukang dari luar, dan kebetulan mang Oji sedang tidak ada pekerjaan lain, jadi bapak meminta mang Oji untuk membantunya.


Tapi tetap ada bayaran untuk mang Oji, karena telah membantu, bayarannya pun setara dengan bayaran tukang dari luar, dia juga mendapat kamar untuk tinggal agar tidak bulak-balik pulang kerumahnya karena rumahnya lumayan jauh, serta mendapat makan gratis tentunya.


To Be Continued👀

__ADS_1


Jangan lupa like & comment ya😋


__ADS_2