Mama, Aku Mencintaimu!

Mama, Aku Mencintaimu!
Rencana


__ADS_3

Mama yang lelah masih setia menjaga tokonya, terlihat garis-garis mata dan raut wajahnya, sebenarnya umur mama masih muda, hanya saja mungkin karena pikiran dan kegiatan selama ini yang membuat ia terlihat tua.


Selama bapak sakit, mama telah membagi tugas untuk anak-anaknya, ada yang membersihkan rumah dan menjaga toko, tapi karena semua anak-anaknya masih sibuk dengan sekolah dan kuliahnya, ia sendiri yang menjaga toko. Namun, karena kuliah Nina tidak terlalu padat, dia masih bisa membantu kedua orang tua nya dirumah.


"Ma, tadi Rara kan pulang, nyebelin banget! Masa aku disuruh bantuin nyariin pianika dia, terus langsung pergi gitu aja ngeledekin, emang dasar adik nyebelin!" gerutu Nina, yang tiba-tiba muncul di depan toko sambil duduk disamping mama dan memainkan handphone di tangannya.


Sontak mama kaget dan menghentikan pijatan kakinya "Emang seperti itu adik mu, jangan berantem mulu ah" mama mengelus punggung Nina untuk meredakan amarahnya.


"Nin, kamu kapan sih lulusnya? Mama udah gak sabar, Nova juga lama banget lulusnya perasaan udah lama kalian kuliah" Tanya mama


"3 tahun lagi mah, aku juga baru masuk 1 tahun kuliah karena kerja tahun kemarin" Jawab Nina dengan senyuman tulus di wajahnya.


Mamah menghela nafas nya "Hmmm jangan 3 tahun lagi, kmu harus lulus 3,5 tahun kuliah, kak Ifah saja bisa, kenapa kamu nggak?"


Nina tersenyum senang mendengar kata mama nya, bagaikan do'a di telinga nya dan mengaminkan apa yang dikatakan mama nya dalam hati.


Tujuan Nina ke toko adalah untuk menemani mamanya, tapi karena melihat mama nya sudah kelihatan lelah, Nina tidak menghentikan mama nya yang berjalan ke arah rumah, dia tahu kalau mama nya ingin pulang ke rumah untuk istirahat.


Waktu zuhur sudah masuk, saatnya toko ditutup karena tidak ada yang ingin menjaga saat waktu solat, Nina segera menutup Rolling Door tokonya dan berjalan ke arah rumah, ketika ingin masuk ke kamar mama menghampirinya.


"Nin, antar mama belikan bapak buah ya ke perempatan, bapak mau makan buah" Pinta mama pada Nina


Nina mendengus "Iya ma, tapi Nina mau shalat zuhur dulu"

__ADS_1


Setelah selesai shalat zuhur, Nina mengeluarkan kendaraan beroda dua dari dalam rumahnya. Mama dan Nina akhirnya pergi ke arah perempatan sekitar 1,5 km dari rumahnya untuk membeli buah. Setelah membeli buah, mereka pun pulang kerumah dan membawa sekantong buah jeruk dan duku ditangannya.


"Pak! Gak ada buah naga nya, mama beliin jeruk aja nih, makan ya, bapak mau makan apa? mama gak masak, beli di warteg saja ya" tanya mama menghampiri bapak sambil menyodorkan buah ditangannya.


Tanpa ada jawaban, mama berdiri dan berjalan ke depan rumah untuk membeli makanan.


Nina keluar dari kamarnya melihat kedua orang tuanya duduk di lantai ruang tengah depan televisi, mama terlihat begitu tulus menyuapi makanan kedalam mulut bapak yng bersandar ke dinding. Tidak ada keterpaksaan dimatanya, bapak hanya diam dan terlihat dari badannya mengatur nafasnya yang berat karena sesak.


"Udah mah.. huh huh.. bapak ga kuat" Ucap bapak dengan suara terengah-engah sambil menghempaskan tangan mama yang disodorkan ke mulutnya.


Mama meletakan sendok di piring, karena sudah tahu kalau bapak tidak akan menghabiskannya.


"Si Oji mana mah? Kak Ifah kapan pulang?" Tanya bapak lagi


Kedua orang tua itupun terlihat sedih mendengarnya, mungkin karena ia sudah merindukan anaknya itu. Kak Ifah sudah pergi ke kota Bali untuk dinas, karena pekerjaannya, dia bekerja di Kementrian Luar Negeri dan harus sering bekerja di luar kota maupun luar negeri selama beberapa hari.


"Udah, nanti juga pulang anakmu pak, tidak usah khawatir, dia kan hanya bekerja disana" Ucap mama seraya tersenyum untuk menenangkan suaminya.


"Tapi ma..."


"Pak, nanti kalo bongkar rumah, mama mau rumah baru ya, yang ada dua pintu dan di kamar Nina kita bongkar saja jadi ruang tv, mama juga mau punya taman didepan rumah, agar nanti kita bisa main suatu saat sama cucu kita" Ucap mama memotong pembicaraan bapak, karena tidak ingin membuatnya merasa sedih.


"Iih kok kamar aku di bongkar? Terus aku tidur dimana?" Tanya Nina mengernyitkan alisnya

__ADS_1


"Dikamar sebelah yang sudah kosong bertahun-tahun, itu juga akan di rapihkan" Sahut mama, sambil berdiri membawa piring makan bapak


*Hmm jadi itu keinginan mama, andai saja aku bisa mewujudkannya dengan uang ku sendiri* harap Nina dalam hati


"Ma, ayok buka toko lagi!" Ajak Nina


Kembali membuka toko


"Nin, kamu gak kuliah?" Tanya mama sambil menulis sesuatu di buku catatan tokonya


Nina menggeleng "Nggak, aku kan masih libur ma"


"Masuknya kapan?"


"Hmm.. Akhir Februari ini paling"


"Ma, kapan ya rumah kita di renovasi? Aku ingin membawa teman-temanku kesini tapi malu, hehehe" tanya Nina sambil tertawa dan memainkan handphone di tangannya.


"Februari Nin, kamu gak sabar banget ya nanya mulu" Jawab mama meletakan kacamatanya yang dipakai untuk menulis.


Nina tersenyum lebar mendengar jawaban mama nya.


To Be Continued👀

__ADS_1


Jangan lupa like & comment ya😋


__ADS_2