Mama, Aku Mencintaimu!

Mama, Aku Mencintaimu!
Pergi ke Rumah Sakit (Part 2)


__ADS_3

Di perjalanan, Nina mengimbangi tas nya yang begitu berat dan segulung karpet plastik berukurang sedang di lengannya yang berada di punggung ojek online yang ditumpanginya.


Nina melihat sekeliling jalan, banyak gedung-gedung megah yang di bangun di kota dekat rumah sakit yang akan ia tuju, selain gedung-gedung megah juga masih terdapat pepohonan yang membuat pengguna jalan menikmati perjalanannya.


Seketika motornya terhenti di depan tiang traffic light. Nina kembali membetulkan tas nya yang sudah bergeser, tiba-tiba mata Nina sontak tertuju pada seorang wanita paruh baya dengan membawa 2 orang anak, yang satu berada di gendongannya karena masih bayi dan yang satu lagi berada di gandengannya. Wanita itu terlihat lusuh dengan pakaian seadanya, anak nya yang di gendong sudah tertidur pulas dan yang satu lagi begitu kurus dan lemas. Tanpa menggunakan alas kaki mereka berjalan menyebrang ketika lampu merah. Lalu tiba-tiba sesuatu terjadi..


UWAAAAAA


Ibuuu...


Eh a awaaas!


*KRIIIIGGGG BRAAGGG!


Tin tin tin tin tiiin*


Mata Nina terbelalak melihat apa yang terjadi di hadapannya, orang-orang di pinggir jalan tiba-tiba bergerombol mehampiri korban yang tertabrak mobil tersebut. Ketika mereka akan menyebrang karena lampu merah, ada satu mobil sedan menerobos masuk ke jalan, mobil itu melaju begitu cepat hingga tidak bisa mengendalikan mobil nya, dan menabrak seorang wanita tua dengan anaknya, banyak darah berceceran di jalan, membuat siapapun tidak ada yang berani mendekat, hanya seorang anak kecil yang masih berada di genggaman wanita itu yang terus menangis memanggil ibunya meski berlumuran darah. Kejadian itu membuat jalan menjadi semakin macet.


Lalu datang seorang pemuda berkaos putih dengan kemeja tidak terkancing menghampiri korban. Pemuda itu terlihat rapih, tapi dia lah si penabrak itu.


Pemuda itu terlihat frustasi. Lalu segera ia memanggil ambulans dan membawa anak kecil tadi ke dalam mobilnya. Akhirnya setelah bermacet-macetan selama setengah jam, ojek online yang ditumpangi Nina kembali berjalan dengan normal.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Nina masih terbayang-bayang dengan kejadian tadi. Gadis itu terduduk di ruang pengunjung dan meletakkan barang-barangnya.


Nina mendengus


*Huffft, hari yang sungguh dramatis, mulai dari taxi online yang terserempet, bapak tidak mau ikut, berangkat di tunda karena hujan lebat, nyari obat ga ketemu, tadi malah di perlihatkan kecelakaan yang begitu tragis*


*O iya, ngomong-ngomong gimana caranya ngabarin mama kalau aku sudah sampai* Nina mengecek handphonye nya, dan menelfon ke nomor bapak, tapi sayang pulsanya tida mencukupi, berulang-ulang ia mengirim pesan pada nomor tersebut, namun percuma tidak ada yang terkirim.


*Aduh, bagaimana ini, aku tidak tahu lagi ruangan bapak dimana*


*O iya aku minta kirimin pulsa deh sama Putra*


Selang 10 menit, handphone Nina mendapat notifikasi bahwa pulsa telah masuk. Kemudian segera ia mencari nomor yang akan ia telfon.


"Mama di ruangan pengunjung, kamu dimana?"


"Ih aku tadi sudah kesana, tapi mama gak ada"


"Mama ke depan ruang zona kuning, tempat bapak, kamu ke depan saja!"


"Hmm.. Oke"

__ADS_1


Nina mematikan telfonnya, dan mengambil barang-barangnya kembali, ia beranjak pergi ke tempat yang di sebutkan mama.


Sampai di depan ruang zona kuning, mama sudah berdiri di depan pintu masuk, Nina tertegun melihatnya, saat ingin menghampirinya entah kenapa hati Nina begitu senang dan terasa api yang membuatnya kesal karena menunggu telah padam karena melihat wajah mama nya.


"Ya ampun tadi aku disini lho ma, sudah setengah jam sebenarnya aku sampai disini, tapi aku bingung ngehubungin mama karena tidak ada pulsa" keluh Nina melepaskan barang bawaanya ke bawah


"Mama sedari tadi di dalam terus kok, seharusnya kamu langsung masuk saja"


"Iih takut, nanti di usir sama satpam karena bawa barang bawaan ini"


"Gak apa-apa, lewati saja" sahut mama dengan santai


"Yee mama, memangnya aku anak sultan" Nina memanyunkan bibirnya


"Tidak, kamu anak mama, ya sudah yuk masuk, kita cari lapak" mama tersenyum merangkul Nina dan memasuki ruangan zona kuning, dan benar saja mereka berdua melewati security yang berjaga, dan tidak di tegur sama sekali.


*Hmm, biasanya di tegur lalu di usir kalau masuk barengan gini, apalagi bawa barang, memang mama sultan ini mah*


pikir Nina


To Be Continued👀

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment 😝


__ADS_2