
Sementara dirumah
Sudah dua hari ini bapak mengalami sesak nafas dan asam lambungnya naik, mam a terlihat sangat lelah, mata nya berkatung hitam dan sedikit berlinang. Sepanjang hari, mama terjaga hanya untuk melayani keperluan bapak, namun tidak banyak yang ia katakan, ia begitu tulus menjaga laki-laki yang di cintai nya itu.
Mama mendatangi Nina yang sedang duduk di bangku depan toko "Nin, tolong belikan obat maag untuk bapak ya di toko seberang jalan sana, di toko kita sudah habis, biar Rara yang menjaga sebentar"
Nina pun berjalan menuju toko dan membelikan obat maag
"Ma, pak, kak Ifah pulang hari ini, ia sedang di perjalanan" kata Nova
"Ya sudah, mama akan merapikan kamarnya, ia pasti akan senang dan lelahnya akan hilang jika kamarnya tidak berantakan"
Dengan senang hati, mama merapikan kamar Ifah, ia menyapu lantai yang sebenarnya tidak terlalu kotor, mengganti seprai kasurnya dengan warna yang cerah, menyusun buku-buku dan bingkai foto yang berada di meja kamar Ifah dengan detail dan sangat rapi.
Setelah selesai, Nova melihat mama masih berada di kamar Ifah sambil duduk memandangi hiasan-hiasan dinding yang ada di sana.
Entah apa yang ada di pikiran gadis itu, ia hanya berpikir bahwa saat ini sebetulnya ia cemburu melihat mamanya yang begitu perhatian dengan kakak nya. Namun ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, ia takut mama akan kecewa.
Setelah membeli obat maag, yang di dapatkan Nina adalah mama yang sedang duduk di kamar Ifah, ia juga merasa cemburu dengan yang di lakukan mama nya, kenapa hatinya tidak nyaman begitu melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Nina mengampiri mama dan duduk di samping nya "Ma, kak Ifah memang bener akan pulang malam ini?"
"Iya, Nova bilang ia sudah di perjalanan, jadi mama merapikan kamarnya agar dia tidak stress karena kecapean melihat kamarnya berantakan"
"Ya sudah kalau begitu, aku kembali ke toko lagi ya"
Nina berjalan keluar menuju toko, sore ini ia juga tidak menutup toko seperti biasanya untuk bergantian jaga, ia sudah memutuskan untuk shalat dalam toko.
Sekitar pukul 10 malam, Nina menutup toko dan kembali ke rumah. Mata nya mendapatkan orang-orang berada di ruang tengah dalam satu kerumunan, ternyata kakak nya itu sudah pulang, sontak ia langsung bergegas mendekati mereka.
"Tau gak Fah, bapak mu sepanjang hari ini benar-benar seperti orang kehilangan nyawanya, tapi setelah kamu pulang nyawanya kembali lagi, memang benar-benar merindukan anaknya" seru mama membicarakan bapak, bapak hanya terdiam mendengarnya.
Sambil tertawa bersama-sama, Ifah membuka tas dan koper miliknya yang berisi oleh-oleh dari Bangkok.
"Nih, untuk mang Oji, untuk Rara, ini untuk Nina dan ini untuk Nova" Ifah membagikan satu persatu bungkusan yang berisi baju dan tas pada mereka
"Mama dan bapak yang ini, spesial untuk kaliaaan!" seru Ifah
Waah
__ADS_1
"Yang ini untuk a Abim nanti akan aku kasih setelah ke pondok pesantren dan ini untuk bibi" Ifah memisahkan dua bungkus oleh-oleh ke samping badannya
Semua kembali berbincang-bincang mengenai pengalaman Ifah selama berada di sana, Ifah tidak banyak bercerita karena memang ia tidak melakukan apapun selain bekerja selama ia berada di Bangkok. Setelah selesai berbagi oleh-oleh dan bersenda gurau, semua orang kembali ke kamarnya masing-masing dan langsung memejamkan mata mereka.
Saat semua orang sedang terlelap, sekitar pukul 2 pagi, tiba tiba..
Traaangggg!
Nina tersontak kaget dari tidurnya dan berlari ke arah sumber suara, ternyata itu adalah mama yang sedang membuatkan sesuatu di kompor, terlihat juga bapak yang sedang duduk bersandar di dinding depan kamarnya, bapak kelihatannya kembali sesak nafas dan susah tidur.
Nina menghampiri mama "Ma, sudah biar Nina saja, mama istirahat saja"
"Sudah gak apa-apa biar mama saja, maaf mama sudah membangunkan mu" mama kembali mengaduk bubur yang ada di atas kompor. Setelah bubur matang, ia mematikan kompor dan menaruhnya di mangkuk untuk di berikan kepada bapak.
"Pa, hari ini ke rumah sakit saja ya" ucap mama sambil menyuapi bubur bapak
Namun yang di ajak bicara tidak berkata apa-apa, ia hanya bergerak mengontrol nafas nya yang terengah-engah.
To Be Continued👀
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment 😝