MARRIED CAMUCHO

MARRIED CAMUCHO
13. Menghadiri Pesta Lajang


__ADS_3

Rebecca beringsut dari ranjang. Gaun tidur abu-abunya yang tipis kini jatuh mengikuti bentuk tubuhnya. Gerakan saat beringsut membuat ranjang bergerak sampai seorang lelaki telanjang setengah berselimut melenguh kecil di sela tidurnya.


Dinyalakannya sebuah pemantik untuk menyulut ujung rokok. Rebecca menyesap rokoknya dengan tenang seraya memandangi keadaan kota saat berdiri di balkon.


"Kenapa kau sudah bangun?" tanya lelaki telanjang tadi seraya memeluk tubuh Rebecca dari belakang.


Mulut Rebecca mengepulkan asap dari rokok ke udara. "Jangan melewati batas. Kau hanya mainan yang kubeli."


Lelaki itu mundur sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Wow. Tenang. Aku hanya sedikit terbawa perasaan saat melihat wanita yang tidur denganku sedang menikmati kesendirian di balkon."


Tubuh Rebecca berbalik sambil terus menyesap rokok. "Kau benar punya banyak bisnis di beberapa daerah?"


"Aku bukan seorang pebisnis biasa, Miss Harvey. Restoran yang ku punya tersebar di beberapa daerah di negara ini. Kau masih meragukan betapa tingginya kualitasku?"


Sebelah sudut bibir Rebecca terangkat. Dia menempelkan rokoknya yang tersisa setengah ke sela bibir lelaki itu untuk disesap.


"Baguslah. Adikku akan menyukaimu," monolog Rebecca tersenyum penuh intrik.


Keesokan harinya.


Miley keluar dari sebuah toko baju seraya menenteng beberapa tas belanjaan. Dia bersiap untuk mengikuti kompetisi America's Next Top Model yang diadakan 3 hari lagi, makannya dia membeli banyak pakaian hari ini.


Matanya tak sengaja mengarah pada sebuah restoran. Terlihat seorang lelaki dengan wajah tak asing keluar dari restoran tersebut. Sayangnya, dia tak sendiri melainkan merangkul seorang wanita berambut pirang.


"Is that... William Tunner?" gumam Miley terheran.


Pasalnya, Dayana bilang jika dirinya tengah pergi berlibur dengan William ke Hawaii. Namun lelaki itu malah terlihat bersama wanita lain di sini.


Miley segera menghubungi Dayana seraya mengamati William yang sudah masuk ke dalam restoran.


"Hello?" sapa Dayana dengan suara serak seperti habis bangun tidur.


"Day, kau masih di Hawaii?" tanya Miley.


Dayana mencoba membuka mata lalu sontak bangun setelah kesadarannya terkumpul. Ia menatap sekitar dengan panik, tapi sepertinya dia tengah berada dalam kamar hotelnya sendiri. Bahkan tubuhnya masih terbalut bikini kemarin.


"Y-ya. Aku masih ada di Hawaii. Kenapa?"


"Dengan William?"


"Sure," sahut Dayana tersenyum kaku.


"Okay, Day. Aku tidak tahu William membelah diri atau punya kembaran. Sekarang aku melihatnya di sini, masuk ke sebuah restoran bersama wanita lain, dan itu bukan kau."


"A-apa?" Dayana sontak beringsut dari ranjang. "Apa maksudmu?"


"Kau berbohong, kan? Tentang ke Hawaii bersama William. Dia masih ada di Seattle, Day."


Dayana sudah tertangkap basah. Ia berjalan mondar-mandir sambil memikirkan berbagai alasan agar Miley tak marah padanya karena telah dibohongi.


"Day, jujur padaku. Kau sedang di mana dan dengan siapa? Kau menyembunyikan sesuatu dariku?"


"Mile, aku akan menjelaskannya nanti. Tapi sekarang..." Dayana berkacak pinggang kesal. "... Apa William benar bersama wanita lain?"


"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dia merangkul mesra wanita itu."


"Okay. Aku akan bicara dengannya nanti."

__ADS_1


"Wait. Apa kau di sana bersama Thomas?"


"N-no. Dia masih ada di Spanyol untuk pekerjaannya."


"Lalu kau dengan siapa? Kau punya kekasih baru lagi?"


"It's complicated, Mile. Dia bukan kekasihku tapi dia punya ikatan denganku."


"Apa maksudmu?"


"Saat aku pulang, aku akan menjelaskannya padamu. Okay?"


"Baiklah." Miley pun menghembuskan nafas pasrah di sebrang sana.


Ceklek!


Suara pintu terbuka sontak membuat Dayana berbalik. Ternyata yang masuk adalah Arturo dengan setelan santai yang sudah rapi.


"Kau sudah sadar?" tanyanya dengan tatapan mengejek. "Kupikir kau akan selamanya tak sadarkan diri setelah semalam membuat kekacauan."


Dayana mencoba mengingat kejadian semalam saat dirinya mabuk. Dia hanya ingat mengikuti pesta, mabuk, dan...


"Aku menginginkanmu..."


Dayana batuk tersedak ludahnya sendiri saat dia menerima kilasan bayangan dalam kepalanya. Bayangan itu memperlihatkan Dayana yang sedang duduk di pangkuan Arturo saat mereka ada dalam mobil.


Kilasan lain muncul, memperlihtkan Dayana yang sedang berciuman tapi tiba-tiba berhenti karena muntah ke sisi tubuh Arturo saat itu juga.


"Oow!" Dayana berekspresi ngeri pada dirinya sendiri.


"Sepertinya kau ingat."


Mobil milik Arturo yang harusnya ia gunakan untuk jalan-jalan selama di Hawaii masih disimpan untuk dibersihkan setelah semalam Dayana muntahi. Alhasil, dirinya mengganti mobil dengan atap terbuka sehingga angin berhembus kencang dan pemandangan bisa terlihat begitu jelas.


"Kau mau membawaku ke mana?" tanya Dayana dengan rambut tergerainya yang berkibar ke belakang.


Arturo hanya menyetir santai menggunakan sebelah tangannya. Kacamata hitam bertengger di hidung mereka berdua untuk meminimalisir sinar matahari yang cukup cerah siang itu.


"Menghadiri sebuah pesta. Kau suka pesta, bukan?" sahutnya tanpa menoleh.


"Pesta?"


Setelah cukup lama melakukan perjalanan, mereka berdua sampai di sebuah vila yang begitu luas. Bukan hanya ada mereka, melainkan ada begitu banyak orang yang sedang menikmati suasana di sana dengan iringan musik yang diputar cukup keras.


"Pesta apa ini?" gumam Dayana menatap ngeri ke arah beberapa pria dan wanita yang berpakaian seksi hampir telanjang tengah berciuman bahkan saling menggoda dalam kolam.


"Arturo!" panggil seorang lelaki berambut coklat yang datang menghampiri.


Kedua lelaki itu bersalaman lalu saling berpelukan khas lelaki. Sementara Dayana hanya celingukan mengamati keadaan sekitar.


"Aku senang kau datang ke sini." Lelaki itu melirik Dayana yang berdiri di samping Arturo.


"Siapa ini? Kau tak pernah membawa wanita ke pesta begini. Apa dia kekasihmu, huh?" godanya menyikut Arturo.


Dayana tersentak saat sebelah tangannya digenggam oleh Arturo.


"She's my wife," cetusnya tenang.

__ADS_1


Dayana melotot memberi isyarat, sementara lelaki di depan mereka mematung cukup lama.


"ATTENTION, EVERYBODY! ARTURO CAMUCHO SUDAH MENIKAH!" teriaknya membuat semua orang yang ada di sana melempar perhatian pada Arturo dan Dayana.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau--" Bisikan Dayana pada Arturo terpotong oleh lelaki itu.


"What the hell, man? Kau menikah tanpa memberitahu dan mengundang kami?" katanya menepuk lengan Arturo cukup keras.


Temannya yang lain pun datang menghampiri untuk meminta penjelasan Arturo, sampai-sampai Dayana terdorong keluar dari kerumunan itu.


"Gosh! Dia benar-benar bodoh!" rutuk Dayana pada Arturo.


"Sejak kapan kau melakukan ini?"


"Kenapa tidak ada undangan pernikahanmu pada kami?"


"Apa yang terjadi? Apa dia hamil duluan?"


"Kenapa kau menyembunyikannya, Art?"


Mata Arturo berpendar mencari sosok Dayana yang kini tak terlihat. Dia mengabaikan pertanyaan teman-temannya itu yang penasaran alasan dirinya tiba-tiba sudah menikah.


"Hei," sapa seorang wanita berambut sebahu yang datang menghampiri Dayana.


"Hei," sahut Dayana setelah meneguk Tequila-nya.


"Jadi kau istrinya Arturo?" tanya wanita itu melempar senyum ramah. "Aku tadi mendengar teriakan Sam."


"Ah, dia berteriak cukup keras." Dayana tersenyum kaku.


"Arturo tidak pernah terlihat membawa seseorang ketika berkumpul bersama kami. Berita tentangnya yang tiba-tiba sudah menikah membuatku cukup terkejut."


"Aku juga terkejut," gumam Dayana yang masih syok.


"Aku Madison Peach," ucap Madison mengajaknya berkenalan.


Dayana membalas perkenalan itu. "Dayana Harvey."


"Okay, Dayana. Mau bersenang-senang di pesta lajang ini?" ajak Madison mengangkat gelas Tequila-nya dengan senyuman.


Dayana ikut mengangkat gelas hingga menimbulkan dentingan dari gelas yang saling beradu sebelum diminum.


"Here you are." Arturo merangkul pinggang Dayana begitu saja, membuat Madison melirik tangan itu saat minum.


"Aku mencarimu ke mana-mana."


Dayana mengerutkan kening heran pada tingkah Arturo.


"Bukankah seharusnya kau pergi bersama para lelaki, Mr. Camucho?" Madison menggenggam sebelah tangan Dayana. "Tenang saja. Istrimu bersamaku."


"ART, COME ON!" ajak Sam yang sudah berkumpul dengan para lelaki yang ada di pesta lajang itu.


Arturo menatap Dayana sejenak lalu memajukan wajah untuk mencium bibir merahnya. Namun Dayana yang kaget sontak menahan dada Arturo padahal bibir mereka sudah saling berhadapan dalam jarak dekat.


"Ada apa denganmu?" bisik Dayana sambil melirik canggung ke arah Madison yang santai minum.


"Just kiss me," sahutnya berbisik.

__ADS_1


Dayana menelan ludah lalu dengan pasrahnya mencium bibir Arturo duluan. Puas dengan apa yang diberikan Dayana, Arturo pun melenggang pergi bersama semua teman lelakinya untuk menghabiskan waktu di kapal pesiar yang tersedia.


"Well, kita akan bersenang-senang tanpa ada gangguan dari semua lelaki itu lagi." Madison merangkul bahu Dayana akrab untuk mengajaknya berjalan pergi dari sana ke kapal pesiar lainnya khusus para wanita.


__ADS_2