Mawar De Haas

Mawar De Haas
Bab 29 : Dappere Bekentenis


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan? berani-beraninya menggoda kekasihku," Cecilion berujar tegas dengan tatapan tajam bagai sepasang belati, mengingatkan kepada para pemuda itu untuk tidak mengganggu Mawar.


Para pemuda itu kontan terpaku, kaget mendengar pernyataan mengejutkan dari Cecilion van der Linen sang putra gubernur Batavia yang sangat tersohor di segala penjuru kota itu.


Mereka sangat tidak menyangka kalau keluarga Van Marwijk juga mengundang keluarga Van Der Linen di pesta pernikahan ini.


Disamping keterkejutan mereka, ada juga rasa kagum setelah melihat ketampanan milik Cecilion yang amat luar biasa dan tidak banyak dijumpai itu. Surai lebat sekelam sayap gagak yang berkilauan dipadu dengan fitur wajah rupawan yang sangat sempurna dengan hidung mancung nan runcing serta bibir ranum, mata bersorot tajam lengkap dengan sepasang alis tebal nan tegas memang sangat mencuri perhatian orang-orang di sekitar Cecilion van der Linen.


"Bagaimana bisa ada manusia yang setampan itu?" bisik salah seorang gadis kepada gadis lainnya setelah mengamati sosok Cecilion yang kini sedang merangkul bahu Mawar untuk menjauh dari kerumunan pemuda tadi.


"Oh, entahlah. Dia memang tampan sekali, apa benar dia itu putranya gubernur?"


"Tentu saja benar! Apakah kamu lihat tadi para pemuda itu langsung terdiam setelah dia bilang kalau gadis itu adalah kekasihnya. Kalau dia hanya laki-laki biasa, mana mau mereka berhenti mengganggu gadis itu."


Begitulah kehidupan sosial pada zaman itu, semuanya beredar dari satu mulut ke mulut lainnya. Tak mempedulikan status sosial orang yang menjadi topik panas pembicaraan, mereka terus bertukar gosip satu sama lain.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Cecilion dengan nada yang lebih lembut kepada Mawar setelah mereka menjauh dari para pemuda itu.


"Aku baik-baik saja, tanpa kamu datang pun sebenarnya aku bisa menghadapi mereka sendiri," sahut Mawar santai setelah meneguk tegukan terakhir dari sodanya kemudian menaruh gelasnya pada nampan kosong yang sedang dibawa oleh pelayan yang sedang berkeliling.


Cecilion tergelak. "kamu jangan terlalu tangguh begitu, aku 'kan juga harus melindungi kamu."


Mawar tersenyum manis. "Papa dan Mama bilang padaku untuk selalu tangguh menghadapi segala hal. bukankah kamu tahu betapa kejamnya dunia ini?"


Cecilion setuju dengan ucapan kekasihnya itu. Dalam hati ia jadi ingin berjumpa langsung dengan Tuan dan Nyonya De Haas yang sangat luar biasa dalam mendidik putri semata wayangnya itu.


"Orang tuamu sangat bijak dalam mendidik, aku jadi iri. Sangat berbeda dengan orang tuaku yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing," balas Cecilion sambil tersenyum masam.

__ADS_1


"Setiap orang tua punya cara mendidik yang berbeda kita mana bisa memukul rata soal itu," Mawar menyahut dengan bijak, semakin membuat Cecilion terpana.


"Wah lihat, ada sepasang burung yang sangat romantis di sudut ruangan pesta," goda Greg yang entah datang dari mana dengan senyuman lebar khasnya.


"Selamat atas pernikahanmu, Kak. Aku sebenarnya sejak tadi mencari kamu tapi baru bisa bertemu sekarang," sapa Mawar setelah menyadari keberadaan sang pemilik acara yang nampak memukau dengan setelan putih.


Greg masih mempertahankan senyumnya.


"Terima kasih sudah datang, Mawar. Ya, aku tahu. Tadi Mamaku bilang kalau kamu sedang mencari aku. Tapi bisakah kamu perkenalkan kepadaku siapa pemuda tampan ini?"


"Ah, dia Cecilion van der Linen," Mawar menyahut cepat, mengedikan dagunya sebagai kode kepada Cecilion agar menjabat tangan Greg.


Greg menjabat tangan Cecilion dengan senyuman ramah, sementara Cecilion tersenyum formal seperti yang biasa ia lakukan ketika bertemu dengan jajaran petinggi pemerintahan yang bekerja dengan sang Papa.


Bahkan diusia semuda itu, Cecilion sudah biasa menghadapi pertemuan resmi dan kaku seperti itu.


"Namaku Greg van Marwijk, senang bertemu denganmu," Greg berujar ramah, dibalas dengan anggukan oleh Cecilion.


Cecilion tersenyum penuh arti, meraih tangan mungil milik Mawar ke dalam genggamannya.


"Wah, kamu ternyata cepat memahami, Kak. Iya, aku dan Mawar memang sedang berkencan. bagaimana menurutmu?" ujar Cecilion membuat Mawar menyikut pelan rusuk pemuda itu.


Greg tidak tahu apa-apa soal pertikaian Tuan De Haas dan Tuan Van Der Linen, membuat Mawar jadi was-was kalau sampai Greg menceritakan hal ini kepada Mama dan Papanya.


Bisa gawat kalau sampai kedua orang tuanya tahu bahwa Mawar berkencan dengan Cecilion!


"Kalian sangat cocok, aku harap kalian juga bisa segera menikah," Greg menyahut dengan senyuman, berharap adik perempuan kesayangannya itu juga bisa segera menemukan belahan jiwanya.

__ADS_1


"Tapi, bisakah untuk sementara ini Kakak tidak bilang kepada Papa dan Mama dulu?" pinta Mawar dengan sorot memohon, membuat Greg menjadi bingung.


Sebenarnya apa yang sedang Mawar pikirkan sampai dia berniat merahasiakan hubungan asmaranya dengan laki-laki yang sangat tampan ini? Terlebih, Greg juga tahu kalau Cecilion adalah putra semata wayang dari gubernur Batavia itu tentu saja bisa menjadi peluang yang sangat bagus untuk bisnis keluarga De Haas.


"Memangnya kenapa?" tanya Greg yang tak dapat menyembunyikan kebingungannya.


"Kami ingin memberikan kejutan kepada mereka, lagi pula kami berdua masih sama-sama harus sekolah dan mendapatkan pekerjaan sebelum menikah. Bukankah itu benar?" Cecilion cepat-cepat menyusun jawaban yang masuk akal setelah melihat Mawar nampak kesulitan menjawab pertanyaan dari Greg.


Greg mengangguk setuju. "keputusan kalian memang bijak, tetapi kalau begitu kalian harus berkencan dengan hati-hati."


"Iya, aku dan Cecilion akan menjalani hubungan ini dengan sangat hati-hati," jawab Mawar dengan tenang, merasa berhasil berdalih berkat bantuan Cecilion.


"Kalau begitu aku permisi dulu, ada banyak tamu lain yang harus aku sapa," pamit Greg dibalas dengan anggukan oleh Mawar dan Cecilion.


"Apa kamu sudah gila?" tanya Mawar penuh penekanan kepada Cecilion.


Pemuda itu terkekeh, santai menghadapi Mawar yang kini sedang melotot sebal kepadanya.


"Iya, aku gila karena terlalu mencintai kamu, Mawar De Haas."


"Lalu aku harus bagaimana kalau Greg sampai keceplosan bilang kepada Mama dan Papaku?" Mawar bertanya dengan khawatir, takut kalau Greg lupa dan malah menceritakan hal ini kepada orang lain.


"Ya sudah, kalau sampai terjadi hal yang diluar dugaan kita aku akan langsung menghampiri kamu bagaimana pun caranya," tegas Cecilion dengan penuh kesungguhan.


"Tapi--"


Cecilion menempelkan jari telunjuknya di bibir Mawar, menatap gadis cantik itu lamat-lamat membuat Mawar menghentikan kalimatnya yang sudah ada diujung lidah.

__ADS_1


"Sudahlah, sayangku. Kamu tidak perlu mencemaskan hal seperti itu, pokoknya apa pun yang terjadi aku akan menjemputmu tak peduli siapa pun yang harus aku hadapi," ucap Cecilion penuh tekad.


Demi apa pun, Cecilion rela melakukan apa saja asalkan ia tidak dipisahkan dari Mawar sang terkasih.


__ADS_2