
Setelah berbicara tentang masa depan mereka dan apa yang terbaik bagi keduanya, Nadira dan Raka memutuskan untuk berpisah. Itu adalah keputusan yang sulit, tetapi mereka tahu itu yang terbaik. Mereka memahami bahwa masing-masing memiliki jalan yang harus mereka tempuh dan impian yang harus mereka kejar.
Pada hari perpisahan, mereka bertemu di taman tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama. Udara dingin dan langit mendung mencerminkan suasana hati mereka. Mereka duduk di bangku, berpegangan tangan, menikmati kebersamaan mereka untuk terakhir kalinya.
"Nadira," kata Raka dengan suara yang penuh emosi, "Aku akan merindukanmu."
Nadira menatap Raka, air mata menggenang di matanya. "Aku juga akan merindukanmu, Raka," jawabnya, suaranya hampir tidak terdengar.
Raka merangkul Nadira dan mereka berdua duduk dalam diam, mencoba menahan air mata. Mereka tahu ini adalah perpisahan yang perlu, tetapi itu tidak membuatnya lebih mudah.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Nadira berdiri dan menghadap Raka. "Raka," katanya, "Aku ingin kita berdua mengejar impian kita. Aku ingin kita berdua bahagia. Aku akan selalu mencintaimu, dan aku berharap yang terbaik untukmu."
Raka menatap Nadira, matanya juga berkaca-kaca. "Aku juga mencintaimu, Nadira," katanya, "Dan aku juga berharap yang terbaik untukmu. Kamu adalah cinta pertamaku, dan kamu akan selalu ada di hatiku."
Mereka berpelukan satu kali lagi, menangis dan berbisik perpisahan. Kemudian, dengan hati berat, mereka berpisah. Raka berjalan pergi, meninggalkan Nadira di taman dengan kenangan indah mereka.
Nadira menatap Raka pergi, merasa hancur tetapi juga lega. Dia tahu ini adalah awal dari bab baru dalam hidupnya, dan dia siap untuk menghadapinya.
Nadira juga mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-temannya, mencoba untuk mengalihkan pikirannya dari Raka. Dia mulai mengeksplorasi hobi dan minat baru, mencoba untuk menemukan dirinya sendiri lagi. Meskipun dia merasa sedih dan kesepian, dia juga merasa semakin kuat dan mandiri.
__ADS_1
Suatu hari, saat Nadira sedang bermain piano, dia mulai menciptakan melodi baru. Melodi ini berbeda dari yang pernah dia mainkan sebelumnya - lebih matang, lebih kompleks, dan lebih emosional. Dia merasa seolah-olah melodi ini adalah representasi dari perjalanannya, dari rasa sakit yang dia alami dan kekuatan yang dia temukan dalam dirinya sendiri.
Nadira memutuskan untuk mengembangkan melodi ini menjadi sebuah komposisi, sebuah lagu yang akan menceritakan kisahnya. Dia bekerja keras pada lagu ini, menulis lirik yang penuh makna dan memainkan melodi yang menggugah hati.
Sementara itu, Andra mendengar tentang perpisahan Nadira dan Raka. Dia merasa sedih untuk adiknya, tetapi dia juga merasa lega. Dia merasa bahwa Nadira telah membuat keputusan yang tepat, dan dia berharap bahwa dia akan menemukan kebahagiaan lagi.
Setelah beberapa minggu bekerja pada lagu barunya, Nadira memutuskan untuk mempersembahkannya di sekolah. Dia merasa gugup, tetapi dia juga merasa bersemangat untuk membagikan karyanya yang baru dengan orang lain.
Pada hari pertunjukan, Nadira naik ke panggung dengan percaya diri. Dia mulai memainkan melodi barunya, mengekspresikan perasaannya melalui musik. Ketika dia mulai bernyanyi, suaranya mengisi ruangan, menyentuh hati semua orang yang mendengarkan.
__ADS_1
Setelah pertunjukan, Nadira dibanjiri oleh pujian dan dukungan dari teman-temannya. Mereka semua terkesan dengan bakat dan keberaniannya. Nadira merasa bangga dan bahagia, merasa seolah-olah dia telah menemukan suaranya lagi.