Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir

Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir
BAB 07 Resonansi Masa Lalu


__ADS_3

Nadira dan Andra memiliki kenangan buruk tentang ayah mereka. Ayah mereka, Baskoro, adalah seorang musisi yang gagal dan selalu mengembara. Dia meninggalkan keluarga mereka ketika Nadira dan Andra masih sangat muda, dan sejak itu, mereka jarang mendengar kabar darinya.


Suatu hari, Baskoro tiba-tiba muncul di rumah mereka. Dia tampak lebih tua dan lebih lelah dari ingatan mereka, tetapi tatapannya masih sama - dingin dan tidak peduli.


"Saya mendengar tentang kecelakaan ibumu," kata Baskoro, suaranya kasar dan tidak ramah, "Saya pikir saya harus melihatnya."


Nadira dan Andra merasa marah dan bingung. Mereka tidak mengerti mengapa Baskoro tiba-tiba muncul setelah begitu banyak tahun menghilang. Namun, mereka memutuskan untuk membiarkannya bertemu dengan ibu mereka, berharap bahwa itu mungkin akan memberikan sedikit kenyamanan bagi ibu mereka.


Namun, kunjungan Baskoro tidak berjalan seperti yang diharapkan. Dia berbicara dengan ibu mereka dengan cara yang kasar dan tidak sensitif, membuatnya merasa tidak nyaman dan sedih. Nadira dan Andra merasa marah, tetapi mereka merasa tidak berdaya untuk melakukan apa-apa.


Setelah Baskoro pergi, Nadira dan Andra berjanji bahwa mereka tidak akan membiarkan dia merusak kehidupan mereka lagi. Mereka memutuskan untuk lebih kuat, untuk ibu mereka dan untuk diri mereka sendiri.

__ADS_1


Namun, meski mereka berusaha keras untuk melupakan Baskoro, kenangan tentang dia dan perlakuannya terhadap mereka masih menghantui mereka. Mereka berjuang untuk mengatasi rasa sakit dan amarah mereka, tetapi mereka merasa sulit untuk melupakan.


Untungnya, mereka memiliki satu sama lain. Mereka saling mendukung melalui masa-masa sulit, dan mereka menemukan kenyamanan dalam musik dan satu sama lain.


Suatu malam, setelah Baskoro pergi, Nadira dan Andra duduk di piano bersama. Mereka bermain lagu yang mereka ciptakan bersama, sebuah lagu tentang rasa sakit, harapan, dan cinta.


Saat mereka bermain, mereka merasa lebih dekat dari sebelumnya. Mereka merasa seolah-olah musik telah membantu mereka melewati masa-masa sulit, dan mereka merasa berterima kasih karena memiliki satu sama lain.


Nadira dan Andra merasa bingung dan bimbang tentang apa yang harus mereka lakukan. Mereka berbicara panjang lebar, berdebat tentang apa yang harus dilakukan. Mereka merasa marah dan sakit hati, tetapi mereka juga merasa bahwa mereka perlu menyelesaikan masalah ini, untuk diri mereka sendiri dan untuk ibu mereka.


Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengunjungi Baskoro. Mereka berjalan melalui koridor rumah sakit dengan hati berdebar-debar, tidak yakin apa yang akan mereka temui. Ketika mereka tiba di kamar Baskoro, mereka menemukannya terbaring lemah di tempat tidur, tampak sangat berbeda dari orang yang mereka ingat. Dia tampak tua dan rapuh, dan mereka merasa sedikit simpati melihatnya dalam kondisi tersebut.

__ADS_1


Baskoro, melihat mereka, tampak terkejut. "Nadira… Andra…" katanya dengan suara lemah, "Kamu berdua datang…"


Nadira dan Andra tidak menjawab. Mereka duduk di samping tempat tidur, merasa canggung dan tidak nyaman. Mereka tidak tahu apa yang harus dikatakan atau bagaimana merespons. Mereka hanya duduk di sana, menatap Baskoro dengan ekspresi yang sulit ditafsirkan.


Setelah beberapa saat, Baskoro berbicara lagi. "Saya minta maaf," katanya, suaranya hampir tidak terdengar, "Saya minta maaf atas semua yang telah saya lakukan. Saya tahu saya tidak pantas meminta pengampunan, tetapi saya benar-benar menyesal."


Nadira dan Andra terdiam. Mereka tidak tahu bagaimana merespons. Mereka merasa marah, bingung, dan sedikit lega. Mereka merasa seolah-olah beban yang telah mereka bawa selama ini sedikit terangkat.


Mereka menghabiskan beberapa saat di sana, duduk dalam diam, merenungkan kata-kata Baskoro. Mereka merasa bingung dan tidak yakin tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Namun, mereka juga merasa bahwa mereka telah mengambil langkah penting untuk menyelesaikan masalah masa lalu mereka.


Akhirnya, mereka berdiri dan pergi, meninggalkan Baskoro sendirian di kamar rumah sakit. Mereka berjalan pergi dengan perasaan campur aduk, tetapi mereka juga merasa seolah-olah mereka telah melepaskan beban yang telah mereka bawa selama ini.

__ADS_1


__ADS_2