
Setelah beberapa hari merenung, Nadira dan Andra memutuskan bahwa mereka harus berbicara dengan ibu mereka tentang perasaan mereka. Mereka merasa perlu untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mencari dukungan dari ibu mereka.
Mereka mengatur waktu untuk bertemu dengan ibu mereka di rumahnya. Ketika mereka tiba, ibu mereka menyambut mereka dengan senyum hangat dan pelukan erat.
"Ayo duduk, anak-anak," kata ibu mereka, mengajak mereka ke ruang tamu.
Setelah mereka duduk, Andra mengambil inisiatif untuk memulai percakapan. "Ibu, kami ingin berbicara tentang sesuatu yang penting," katanya, suaranya serius.
Ibu mereka menatap mereka dengan perhatian, merasakan kekhawatiran dalam suara Andra. "Apa yang terjadi, anak-anak? Apakah ada masalah?"
Nadira mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Ibu, sejak kami mengetahui bahwa kami bukan saudara kandung, kami merasa... bingung tentang perasaan kami satu sama lain."
Andra melanjutkan, "Kami mulai menyadari bahwa perasaan kami mungkin lebih dari sekadar kasih sayang antara saudara. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, Ibu."
Ibu mereka terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi ini. Setelah beberapa saat, dia berbicara, "Anak-anak, aku tahu ini adalah situasi yang sulit dan membingungkan. Tapi yang terpenting adalah kalian berdua bahagia dan saling mendukung, tidak peduli bagaimana hubungan kalian berkembang."
__ADS_1
Nadira dan Andra merasa lega mendengar dukungan ibu mereka. Mereka tahu bahwa mereka masih memiliki banyak hal untuk dipikirkan dan diputuskan, tetapi mereka merasa bersyukur memiliki ibu yang mendukung mereka.
"Terima kasih, Ibu," kata Nadira, suaranya penuh dengan rasa terima kasih. "Kami akan mencoba untuk mencari tahu apa yang terbaik untuk kami."
Ibu mereka tersenyum, "Aku percaya kalian akan menemukan jalan yang tepat, anak-anak. Aku selalu di sini untuk kalian, tidak peduli apa yang terjadi."
Setelah berbicara dengan ibu mereka, Nadira dan Andra merasa lebih ringan. Mereka berdua merasa lega dan bersemangat untuk menjalani hari-hari berikutnya, dengan dukungan penuh dari ibu mereka.
Suatu sore, Andra mengajak Nadira pergi berjalan-jalan di taman kota. Mereka berdua menikmati sinar matahari yang hangat dan udara segar. Mereka berbicara, tertawa, dan berbagi cerita, merasa lebih dekat satu sama lain.
Pada suatu titik, Andra menunjuk ke pohon sakura yang sedang mekar. "Lihat, Nad. Pohon sakura itu sangat indah, seperti kamu," katanya, tersenyum manis.
Mereka berdua tertawa, merasa bahagia dan nyaman satu sama lain. Mereka merasa bahwa momen-momen seperti ini adalah momen yang paling berharga, momen yang mereka ingin ingat selamanya.
Setelah berjalan-jalan, mereka duduk di bangku taman, menikmati pemandangan danau yang indah. Andra mengambil tangan Nadira dan berkata, "Nad, tidak peduli apa yang terjadi, aku akan selalu ada untukmu. Kita akan melewati ini bersama."
__ADS_1
Nadira menatap Andra, matanya berbinar. "Aku tahu, Kak. Aku juga akan selalu ada untukmu," jawabnya, suaranya penuh dengan rasa terima kasih dan kasih sayang.
Mereka berdua duduk di sana, menikmati kebersamaan mereka, merasa bahagia dan damai. Mereka tahu bahwa mereka memiliki jalan panjang yang harus mereka tempuh, tetapi mereka yakin bahwa mereka bisa melewatinya selama mereka bersama.
Suatu hari, Nadira mendapatkan telepon dari neneknya. Neneknya bercerita bahwa dia akan merayakan ulang tahunnya sebulan lagi dan dia ingin Nadira tampil dan membawakan sebuah lagu di pesta ulang tahunnya.
Nadira merasa terkejut dan senang mendengar permintaan neneknya. "Tentu saja, Nek. Aku akan sangat senang untuk tampil," jawab Nadira, merasa bersemangat.
Setelah telepon, Nadira langsung mencari lagu yang tepat untuk dibawakan. Dia memutuskan untuk memilih lagu yang belum pernah dia mainkan sebelumnya, ingin memberikan sesuatu yang baru dan spesial untuk neneknya.
Dia memilih lagu "You Are My Sunshine", lagu yang selalu membuatnya merasa hangat dan bahagia. Dia merasa lagu ini akan sempurna untuk merayakan ulang tahun neneknya.
Setelah memilih lagu, Nadira mulai berlatih. Dia berlatih setiap hari, memastikan bahwa dia bisa membawakan lagu ini dengan sempurna. Dia berlatih piano, berlatih vokal, dan bahkan mencoba untuk menambahkan sentuhan pribadinya pada lagu ini.
Andra, yang melihat Nadira berlatih setiap hari, merasa bangga dan kagum. Dia sering duduk dan mendengarkan Nadira berlatih, merasa terpesona dengan suara dan semangat Nadira.
__ADS_1
"Kamu akan hebat, Nad," kata Andra suatu hari, memberikan dukungan kepada Nadira. "Aku yakin Nek akan sangat senang."
Nadira tersenyum, merasa bersemangat dan berterima kasih. "Terima kasih, Kak. Aku berharap aku bisa membuat Nek bangga," jawabnya, penuh harapan dan determinasi.