Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir

Melodi Perpisahan: Lagu Terakhir
BAB 9 Melodi Perpisahan dan suara hati


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat, dan sebelum mereka menyadarinya, sudah waktunya untuk Andra pergi. Dia telah diterima di universitas musik terkenal dan harus pindah ke kota lain. Meski mereka berdua merasa sedih, mereka juga merasa bangga dan bersemangat untuk peluang baru yang menanti Andra.


Pada hari perpisahan, mereka berdua merasa canggung dan tidak tahu apa yang harus dikatakan. Mereka berdiri di stasiun kereta, menatap satu sama lain dengan ekspresi yang sulit ditafsirkan.


"Andra," kata Nadira akhirnya, "Aku akan merindukanmu."


Andra tersenyum, merasa terharu oleh kata-kata adiknya. "Aku juga akan merindukanmu, Nad," katanya, "Tapi ini bukan perpisahan. Kita akan sering berbicara dan aku akan pulang secepatnya."


Nadira mengangguk, mencoba menahan air matanya. "Aku tahu," katanya, "Tapi aku masih akan merindukanmu."

__ADS_1


Andra merangkul Nadira, mencoba memberinya kenyamanan. "Aku juga akan merindukanmu," katanya, "Tapi ini adalah langkah yang penting untuk kita berdua. Kita harus maju dan mengejar impian kita."


Nadira mengangguk, merasa sedikit lebih baik. "Kamu benar," katanya, "Kita harus maju. Dan aku bangga padamu, kak."


Andra tersenyum, merasa lega dan bahagia. "Terima kasih, Nad," katanya, "Aku juga bangga padamu. Dan aku tahu kamu akan melakukan hal-hal hebat."


Mereka berpelukan satu kali lagi sebelum Andra naik ke kereta. Mereka berpisah dengan senyum dan air mata, merasa sedih tetapi juga bersemangat untuk apa yang akan datang.


Nadira mulai mengambil lebih banyak pelajaran piano, berlatih dengan tekun untuk mengasah keterampilannya. Dia juga mulai menulis lebih banyak cerita dan puisi, mengekspresikan perasaan dan emosinya melalui kata-kata. Selama waktu ini, Raka terus mendukung dan mendorong Nadira, menjadi pilar kekuatan baginya.

__ADS_1


Suatu hari, saat Nadira sedang berlatih piano, dia menemukan komposisi yang pernah dia buat bersama Andra. Dia memutuskan untuk mengembangkan komposisi tersebut, menciptakan sebuah karya musik yang mencerminkan perasaan, kenangan, dan harapan mereka. Nadira bekerja keras pada komposisi ini, menggabungkan elemen-elemen dari berbagai genre musik yang mereka sukai.


Sementara itu, Andra mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya di universitas musik. Dia merindukan Nadira dan keluarganya, tetapi dia juga menemukan banyak teman baru dan peluang untuk mengembangkan bakatnya. Andra mulai tampil di konser dan acara musik, membuat namanya dikenal di dunia musik.


Saat Nadira menyelesaikan komposisinya, dia memutuskan untuk mengadakan konser di sekolahnya untuk mempersembahkan karyanya yang baru. Dia mengundang teman-teman, keluarga, dan Raka untuk datang dan mendengarkan. Dia bahkan mengirimkan rekaman konser tersebut kepada Andra, yang tidak bisa hadir secara langsung.


Pada malam konser, Nadira merasa gugup dan berdebar-debar. Namun, saat dia mulai memainkan komposisi barunya, dia merasa lebih percaya diri dan terhubung dengan musiknya. Melodi indah yang dia mainkan menggema di seluruh ruangan, menyentuh hati semua yang mendengarkan.


Setelah konser, Nadira dibanjiri oleh pujian dari teman-teman dan keluarganya. Mereka semua terkesan dengan bakat dan dedikasinya. Raka, dengan mata berkaca-kaca, memeluk Nadira erat-erat. "Aku sangat bangga padamu," katanya, "Kamu telah menciptakan sesuatu yang sangat indah."

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Nadira menerima panggilan dari Andra. Dia telah mendengarkan rekaman konser tersebut dan sangat terkesan dengan karya Nadira. "Adikku, kamu benar-benar luar biasa," kata Andra dengan bangga, "Aku tahu kamu akan mencapai hal-hal hebat dalam hidup."


Dengan dukungan dari orang-orang yang dia cintai, Nadira merasa lebih kuat dan lebih percaya diri daripada sebelumnya. Dia tahu bahwa, meskipun jalan yang dia tempuh mungkin sulit dan penuh tantangan, dia akan selalu memiliki orang-orang yang peduli padanya di manapun dia berada.


__ADS_2